Langkah Perawatan Uveitis Beserta Penyebab dan Gejalanya

Perawatan Uveitis Secara Medis Serta Penyebab dan Gejalanya,- www.ujangherbal.com – Anda mungkin sudah mengetahui mengenai gangguan mata merah, mata minus, atau katarak. Namun selain itu, ternyata ada masalah kesehatan lain yang bisa menyerang mata, yaitu uveitis.

Penyakit mata ini mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Namun, ini merupakan gangguan kesehatan yang bisa menyerang mata kapan pun. Lalu, apa itu uveitis?

Bagi Anda yang ingin mengetahui informasi lengkap mengenai penyakit uveitis, simak uraiannya di bawah ini!

Perawatan Uveitis

Mengenal Penyakit Uveitis Serta Langkah Perawatannya

Uveitis merupakan kondisi peradangan yang terjadi pada uvea. Uvea sendiri merupakan lapisan pada mata yang berada di antara lapisan sklera dan retina. Uvea terdiri dari iris, badan siliar, dan koroid.

Uvea berfungsi untuk menyediakan aliran darah ke lapisan dalam retina. Jika bagian ini mengalami peradangan, maka penderita akan mengeluhkan penglihatan yang memburuk secara tiba-tiba dan cepat.

Kasus uveitis paling sering terjadi pada bagian iris dan badan siliar. Kondisi ini akan memicu timbulnya nyeri secara tiba-tiba yang disertai dengan memerahnya mata.

Menurut tempat terjadinya, uveitis di bagin menjadi 4 jenis, yaitu :

  • Uveitis anterior, yaitu peradangan yang terjadi pada iris dan badan silier.
  • Uveitis intermediet, yaitu peradangan yang terjadi pada tubuh ciliary.
  • Uveitis posterior, yaitu peradangan pada koroid.
  • Uveitis difus atau disebut juga panuveitis, yaitu peradangan yang terjadi pda semua area uvea.

Penyebab Uveitis

Seringkali penyebab uveitis tidak diketahui dan terkadang juga dialami oleh orang sehat. Namun, sebagian besar kasus uveitis dihubungkan dengan gangguan autoimun, yaitu kondsii ketika kekebalan tubuh menyerang tubuh sendiri.

Beberapa kondisi autoimun yang terkait dengan uveitis diantaranya yaitu :

  • Psoriasus, yaitu peradangan kulit.
  • Kolitis ulseratif, yaitu peradangan usus besar.
  • Rheumatoid arthritis, yaitu peradangan sendi.
  • Penyakit Kawasaki, yaitu peradangan pada dinding pembuluh darah.
  • Ankylosing spondylitis, yaitu peradangan sendi pada tulang belakang.
  • Crohn’s Disease, yaitu peradangan yang terjadi dalam saluran pencernaan, mulai dari mulut hingga anus.
  • Sarkoidosis, yaitu peradangan yang timbul di berbagai bagian tubuh, seperti paru-paru, kelenjar getah bening, mata, dan kulit.

Selain itu, juga terdapat faktor lain yang bisa menyebabkan timbulnya uveitis, seperti kanker mata, cedera atau operasi mata, serta infeksi yang melipu herpes, tuberkulosis, toksoplasmosis, sifilis, HIV/AIDS, dan histoplasma, serta paparan racun pada mata.

Tanda dan Gejala Penyakit Uveitis

Uveitis bisa menumbulkan beberapa gejala, yaitu diantaranya :

  • Mata merah dan nyeri
  • Pandangan kabur dan kurang jelas
  • Terdapat bercak gelap di lapang pandang
  • Fotofobia (sensitif terhadap cahaya)

Uveitis bisa menyerang secara tiba-tiba dengan gejala mata merah dan nyeri. Walaupun demikian, uveitis juga bisa terjadi secara perlahan engan mata sedikit merah dan nyeri, namun padangan kabur secara bertahap.

Langkah Perawatan Uveitis

Untuk meminimalisasi berkurangnya penglihatan, maka perawatan uveitis harus segera dilakukan. Jika terus dibiarkan tanpa perawatan, maka peradangan yang terjadi pada bagian dalam mata bisa memengaruhi penglihatan secara permanen dan menyebabkan kebutaan.

Perawatan uveitis sendiri lebih fokus untuk mengurangi peradangan pada mata. Terdapat beberapa pilihan perawatan uveitis yang bisa dilakukan oleh dokter, yaitu :

Obat-obatan

  • Obat untuk melawan bakteri atau virus. Jika uveitis disebabkan oleh infeksi, maka penderita akan diresepkan obat antibiotik atau antivirus untuk mengendalikan infeksi.
  • Obat untuk mengurangi peradangan. Kortikosteroid adalah salah satu bentuk obat antiperadangan yang biasa diberikan. Obat ini bekerja dengan cara menghambat sistem kekebalan tubuh untuk melepaskan bahan kimia yang mungkin menjadi penyebab peradangan. Kortikosteroid tersedia dalam berbagai bentuk, sepeti tetes mata, suntikan, dan tablet atau kapsul.
  • Obat yang memengaruhi sistem imun atau menghancurkan sel. Jika uveitis terjadi pada kedua mata, maka penderita mungkin memerlukan obat imunosupresif atau sitotoksik. Obat jensi ini diperlukan jika perawatan uveitis dengan kortikosteroid tidak berhasil atau uveitis semakin poarah dan penderita terancam mengalami kebutaan.

Operasi. Jika gejala yang timbul sudah cukup arah atau metode perawatan uveitis dengan obat tidak efektif, maka prosedur operasi mungkin dilakukan. Beberapa metode operasi yang bisa dilakukan yaitu :

  • Vitrektomi, yaitu operasi bedah mata untuk mengambil cairan vitreus pada mata.
  • Operasi penanaman sebuah alat pada mata. bagi pednerita uveitis posterior yang sulit untuk diobati, maka sebuah alat akan di tanam di mata untuk menyalurkan obat kortikosteroid secara perlahan ke dalam mata. Umumnya perawatan uveitis ini berlangsung selama 2-3 tahun.

Lamanya pengobatan dan perawatan uveitis biasanya sesuai dengan jenis uveitis dan tingkat keparan gejala yang timbul. Jenis uveitis posterior memerlukan waktu untuk proses penyembuhan yang lebih lama dibandingkan dengan uveitis anterior. Kemungkinan uveitis kambuh kembali cukup besar. Jika gejala kembali timbul setelah melalui masa pengobatan, maka segera konsultasikan dengan dokter yang menangani Anda.

Semoga bermanfaat.

Tags: