Tips Perawatan Splenomegali Beserta Penyebab dan Gejalanya

Perawatan Splenomegali Beserta Penyebab dan Gejalanya,- www.ujangherbal.com – Splenomegali atau pembengkakan limpa merupakan kondisi ketika organ limpa membesar. Limpa merupakan organ yang berukuran satu kepalan kecil yang terletak di sisi kiri perut. Limpa dilindungi oleh tulang rusuk, sehingga tidak langsung terasa ketika disentuh.

Organ ini memiliki fungsi untuk melindungi tubuh dari kerusakan akibat zat asing. Dalam kondisi normal, limpa memiliki berat 150 gram dan panjang sekitar 11-12 sentimeter. Namun, organ ini juga bisa terinfeksi dan mengalami pembengkakan. Pembengkakan inilah yang disebut dengan splenomegali.

Adakah tips perawatan splenomegali yang bisa dilakukan ?

Perawatan Splenomegali

Tips Perawatan Splenomegali yang Perlu Diketahui

Perawatan splenomegali sendiri dilakukan dengan mengatasi penyebab yang mendasarinya. Namun, terkadang splenomegali tidak disertai gejala dan penyebabnya tidak ditemukan. Jika kondisi tersebut terjadi, maka dokter memerlukan waktu evaluasi yang lebih lama, dengan menunggu sambil mengawasi perkembangan kondisi penderita.

Untuk perawatan splenomegali yang telah menimbulkan komplikasi dan tidak diketahui penyebabnya, maka dokter akan menjalankan bedah pengangkatan limpa (splenektomi). Penderita yang limpanya telang diangkat tetap bisa beraktivitas dengan normal, namun lebih berisiko terkena infeksi yang bisa membahayakan nyawa.

Berikut ini merupakan beberapa tips perawatan splenomegali yang dapat membantu mengurangi risiko infeksi pada penderita yang telah menjalani splenektomi, yaitu :

  • Hindari berkunjung ke daerah yang memiliki riwayat penyebaran suatu penyakit, seperti malaria.
  • Konsumsi antibiotik setelah operasi, atau jika ada kemungkinan terjadi infeksi.
  • Lebih berhati-hati saat mengalami demam, karena kondisi ini bisa menjadi tanda adanya infeksi.
  • Dapatkan vaksinasi sebelum dan sesudah pengangkatan limfa, diantaranya vaksin pneumococcal (diberikan setiap 5 tahun sejak menjalani operasi), meningococcal, dan Haemophilus influenzae tipe B. Vaksin tersebut akan melindungi penderita dari pneumonia, meningitis, dan infeksi pada tulang, sendi, serta darah.

Mengetahui Penyebab dan Gejala Splenomegali

Splenomegali atau pembengkakan limpa yang terjadi bisa sementara, tergantung pada kondisi yang dialami. Beberapa jenis penyakit yang bisa memicu pembengkakan limpa, diantaranya adalah :

  • Infeksi virus, seperti mononukleosis
  • Infeksi parasit, seperti malaria
  • Penyakit metabolik
  • Infeksi bakter, seperti sifilis atau endokarditis (infeksi pada lapisan dalam dari jantung)
  • Berbagai jenis anemia hemolitik, yang merupakan kondisi yang ditandai dengan kerusakan awal pada sel darah merah
  • Peningkatan tekanan atau adanya bekuan darah pada pembuluh darah vena di limpa atau hati
  • Sirosis atau penyakit lainnya yang memengaruhi hati
  • Jenis kanker tertentu, seperti leukemia, limfoma, dan sebagainya

Splenomegali bisa dialami oleh siapapun dan usia berapa pun, namun beberapa kelompok populasi tertentu bisa memiliki risiko lebih tinggi untuk terjadinya kondisi ini. Kelompok yang memiliki risiko tersebut diantaranya adalah :

  • Anak-anak dan dewasa muda yang mengalami infeksi, seperti mononukleosis
  • Mereka yang tinggal atau berkunjung ke area di mana malaria sering terjadi
  • Mereka yang mengidap penyakit metabolik tertentu yang memengaruhi hati dan jantung

Gejala Splenomegali

Pada sebagian kasus, splenektomi bisa terjadi tanpa disertai gejala apapun. Namun, sebagian lainnya merasakan gejala berupa nyeri di area perut kiri atas. Nyeri ini bisa terasa hingga ke bahu kiri.

Penderita kemungkinan juga merasa kenyak walaupun hanya makan sedikit. Hal ini disebabkan karena pembesaran limpa yang menekan lambung, yang terdapat persis di sebelah limpa. Jika limpa mengalami pembesaran hingga menekan organ lain, maka aliran darah ke limpa bisa terganggu. Kondisi tersebut bisa mengganggu fungsi limpa.

Jika ukurannya semakin membesar, maka limpa bisa membuat sel darah merah berkurang dan memicu anemia. Infeksi juga akan sering terjadi jika limpa tidak menghasilkan sel darah putih dalam jumlah yang diperlukan.

Selain itu, juga terdapat beberapa gejala lain yang bisa timbul, seperti diantaranya :

  • Kelelahan
  • Berat badan menurun
  • Kulit dan mata menguning
  • Mudah mengalami perdarahan

Jika Anda merasakan nyeri di area perut kiri atas semakin hebat dan bertambah buruk saat bernapas, segeralah pergi ke dokter. Jika perawatan splenomegali tidak segera dilakukan, maka kondisi ini bisa menyebabkan penurunan sel darah merah, trombosit, dan sel darah putih dalam darah, sehingga infeksi dan perdarahan akan lebih sering terjadi. Selain itu, limpa juga berisiko untuk pecah atau bocor, sehingga memicu perdarahan pada rongga perut yang bisa mengancam nyawa.

Semoga bermanfaat.

Tags: