Pilihan Langkah Perawatan Menorrhagia yang Perlu Diketahui

Perawatan Menorrhagia Pilihan Terbaik yang Perlu Diketahui Penderita,- ujangherbal.com – Menstruasi atau disebut juga haid atau datang bulan merupakan siklus alami yang terjadi pada wanita. Siklus menstruasi ini rata-rata terjadi sekitar 28 hari atau 4 minggu dimulai dari hari pertama menstruasi dimulai hingga hari pertama menstruasi berikutnya.

Walaupun hal ini umum terjadi, akan tetapi tidak semua wanita mengalami siklus yang sama. Terkadang beberapa wanita mengalami menstruasi yang tidak normal, hingga mengarah pada penyakit serius. Mulai dari siklus yang terlalu pendek atau lama, hingga volume darah menstruasi yang berlebihan. Salah satu kelainan menstruasi yang bisa terjadi yaitu menorrhagia. Apakah itu menorrhagia ?

Nah, bagi Anda yang ingin mengetahui informasi lengkap seputar penyebab, gejala, serta langkah perawatan menorrhagia yang tepat, simak uraian lengkap berikut ini !

Perawatan Menorrhagia

Mengetahui dan Memahami Penyebab, Gejala, serta Cara Perawatan Menorrhagia

Menorrhagia merupakan salah satu kelainan menstruasi yang bisa dialami oleh wanita. Menorrhagia atau haid berlebihan ini merupakan suatu kondisi dimana darah menstruasi keluar secara berlebihan atau dengan volume yang terlampau banyak. Umumnya, jumlah rata-rata darah yang keluar selama masa menstruasi yaitu sekitar 30-40 ml. Namun, beberapa wanita bisa mengalami menstruasi dengan darah yang keluar sekitar 60-80 ml. Kondisi tersebut bisa dianggap jika wanita tersebut mengalami menorrhagia.

Jumlah darah yang keluar tersebut sebenarnya tidak bisa dijadikan patokan utama, karena setiap wanita memiliki jumlah darah menstruasi yang berbeda. Akan tetapi, untuk memudahkan mengenali kondisi tesebut, Anda bisa memperhatikan jumlah pembalut yang digunakan atau seberapa seringnya darah menembus pakaian karena tidak tertampung oleh pembalut.

Kelainan menstruasi menorrhagia ini setidaknya dialami oleh sekitar 9% – 14% wanita. Secara khusus, 90% kasus menorrhagia terjadi pada gadis yang baru mengalami pubertas dan wanita yang berusia diatas 40-50 tahun. Untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya menorrhagia, Anda bisa mengurangi faktor-faktor risiko yang terkait.

Penyebab Kelainan Menstruasi Menorrhagia

Disebutkan bahwa penyebab dari menorrhagia ini tidak selalu jelas. Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab menorrhagia, seperti diantaranya yaitu ketidakseimbangan hormon dalam tubuh, fibroid atau tumor non kanker pada rahim, polip rahim, keguguran atau kehamilan ektopik, penggunaan pengencer dan darah serta efek samping penggunaan alat kontrasepsi dalam ragum (IUD) untuk mengontrol kelahiran.

Pada siklus menstruasi normal, keseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron dapat mengatur penumpukan lapisan rahim (endometrium), yang ditumpahkan saat menstruasi. Jika terjadi keseimbangan, maka endometrium akan berkembang secara berlebih dan akhirnya menimbulkan pendarahan yang berat saat menstruasi.

Disfungsi ovarium merupakan salah satu alasan terjadinya ketidakseimbangan hormon. Jika ovarium tidak melepaskan telur (ovulasi) selama siklus menstruasi, maka tubuh tidak dapat memprodksi hormon progesteron.

Gejala Kelainan Menstruasi Menorrhagia

Keluarnya darah menstruasi yang berlebihan dan cukup lama merupakan salah satu gejala menorrhagia yang umum terjadi bisa diketahui secara langsung. Selain itu, juga terdapat gejala lain yang bisa timbul, yaitu rasa nyeri yang biasa dikenal dengan istilah nyeri haid atau dysmenorrhea.

Umumnya kondisi ini terjadi ketika dinding rahim berkontraksi dan menekan pembuluh darah di sekitarnya. Sehingga hal ini berdampak pada terhentinya pasokan oksigen dan menyebabkan timbulnya rasa nyeri. Tidak hanya itu, beberapa gejala lain dari menorrhagia juga bisa dirasakan penderita, seperti diantaranya anemia, merasa lemas, atau napas pendek.

Jika Anda mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan sebelumnya, maka sebaiknya segera kunjungi dokter agar bisa segera mendapatkan perawatan menorrhagia yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Perawatan Menorrhagia

Cara Perawatan Menorrhagia utnuk Perlu Diketahui

Pilihan perawatan menorrhagia tergantung pada penyebab dan pengaruh keluhan itu pada kehidupan penderita. Selain untuk menurunkan atau menghentikan pendarahan yang cukup banyak dan mencegah terjadinya anemia defisiensi besi, perawatan menorrhagia juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penderita.

Akan tetapi, perawatan menorrhagia tidak diperlukan jika dokter tidak mencurigai adanya masalah serius dan kondisi tersebut tidak mengganggu aktivitas penderitanya.

Terdapat 2 cara perawatan menorrhagia yang bisa dilakukan, yaitu dengan pemberian obat-obatan serta metode operasi. Obat-obatan seringkali menjadi pilihan pengobatan yang utama, terutama jika pemeriksaan masih berjalan dan belum menunjukkan hasil pasti mengenai penyebab menorrhagia. Dokter dapat meresepkan obat jika penderita tidak merasakan gejala apapun yang mengarah pada kondisi serius.

Beberapa jensi obat-obatan yang bisa dikondumsi untuk membantu mengatasi menorrhagia diantaranya adalah :

  • Pil kontrasepsi kombinasi

Pil ini mengandung hormon progestogen dan estrogen yang mampu mencegah pelepasan sel telur dalam rahim setiap bulannya. Selain dapat membantu dalam perawatan menorrhagia, pil ini juga dapat mengurangi nyeri haid dan mengatasi siklus mentruasi yang tidak teratur. Akan tetapi, penggunaan pil kontrasepsi ini juga bisa menimbulkan efek samping, seperti diantaranya retensi cairan, mual, nyeri payudara, dan perubahan suasana hati.

  • Progestogen suntik dan norethisterone

Keduanya bekerja dengan memperlambat pertumbuhan dinding sel rahim. Efek samping yang biasa timbul akibat penggunaan progestogen suntik diantaranya yaitu berat badan naik, tertundanya kehamilan (baisanya 6 bulan sampai setahun setelah pengobatan dihentikan), sindrom prahaid (nyeri payudara, retensi cairan, dan perut kembung). Sedangkan penggunaan norethisterone bisa berdampak menimbulkan nyeri payudara dan tumbuhnya jerawat.

  • Tablet asam traneksamat

Obat ini terbukti mampu menurunkan perdarahan sampai hampir 50%. Tablet ini bekerja dengan cara membantu proses penggumpalan darah di dalam rahim. Efek samping yang mungkin timbul yaitu diare dan dispesia.

  • Analog GnRH-a (gonadotropin releasing hormone analogue)

Ini merupakan salah satu obat yang efektif untuk mengurangi perdarahan saat menstruasi. Perawatan menorrhagia dengan menggunakan obat ini biasanya tidak dilakukan secara rutin, akan tetapi lebih sekedar pengobatan sementara bagi pasien yang akan melakukan prosedur oeprasi untuk mengatasi menorrhagia. Dalam kasus tumor jinak dalam rahim atau fibroid, hormon agonis GnRH-a terkadang bisa diberikan dalam bentuk suntikan. Efek samping yang bisa timbul akibat terapi ini yaitu berkeringat, sensasi panas di tubuh (hot flashes), dan vagina kering.

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs)

Obat ini sering digunakan untuk meredakan gejala nyeri. Namun, selain itu, manfaat lain dari obat ini yaitu mampu menurunkan produksi salah satu hormon yang berperan dalam terjadinya menorrhagia, yaitu hormon prostagladin. Misalnya, obat OAINS yang bisa digunakan yaitu ibuprofen, naproxen, dan asam mefenamat. Obat ini bisa membantu menurunkan perdarahan hingga 20%-50%. Efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan obat ini yaitu sama seperti asam traneksamat, yaitu diare dan dispesia.

  • LNG-IUS (levonorgestrel-releasing intrauterine system)

Ini merupakan sejenis alat kontrasepsi yang dapat menurunkan perdarahan sampai 90%. Obat ini bekerja dengan cara memperlambat pertumbuhan lapisan rahim. Alat plastik yang berukuran kecil ini digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam rahim. Didalam rahim LNG-IUS kemudian akan melepaskan jormon progestogen secara perlahan. Efek samping yang mungkin timbul diantaranya yaitu timbulnya jerawat, nyeri atau rasa tidak nyaman di payudara, dan amenorea (terhentinya menstruasi) selama masa penggunaan obat.

Sedangkan perawatan menorrhagia dengan cara operasi biasanya akan direkomendasikan jika kondisinya sudah tidak bisa lagi ditangani dengan obat-obatan, atau untuk menghindari komplikasi seperti anemia parah dan nyeri haid yang hebat. Terdapat berbagai jenis operasi untuk membantu mengatasi menorrhagia, diantaranya yaitu :

  • Miomektomi. Dalam prosedur ini, fibroid akan diangkat melalui pembedahan. Prosedur ini bisa dilakukan dengan cara membukan dinding abdomen (laparotomi), dengan menggunakan pipa optik dan alat khusus yang dimasukkan melalui beberapa sayatan kecil pada dinding perut (laparoskopi), atau vagina (histerokopi). Pada sebagian kasus, fibroid bisa kembali tumbuh setelah prosedur miomektomi.
  • Dilatasi dan kuretase (D&C). Untuk mengurangi perdarahan saat menstruasi dengan prosedur ini, pembukaan (dilatasi) pada serviks dan kuretase (pengerokan) dinding dalam rahim akan dilakukan. Biasanya tindakan ini akan kembali dilakukan jika kondisi penderita kambuh.
  • Ablasi endometrium. Prosedur ini dilakukan dengan cara menghancurkan lapisan endometrium secara permanen, baik dengan laser, radiofrekuensi (RF), ataupun dengan cara pemanasan.
  • Embolisasi arteri rahim. Metode operasi ini dilakukan untuk mengatasi menorrhagia yang disebabkan oleh fibroid. Prosedur embolisasi arteri rahim ini dilakukan dengan menyusutkan fibroid dengan cara memblokir arteri yang mensuplai darah ke daerah tersebut. Embolisasi arteri rahim ini merupakan prosedur yang paling banyak dipilih dokter, karena selain memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, prosedur ini juga jarang menimbulkan komplikasi yang berbahaya.
  • Histerektomi. Prosedur ini biasanya dilakukan jika menorrhagia sudah tidak bisa lagi diatasi oleh cara apapun dan gejala yang timbul sudah sangat parah. Histerektomi merupakan operasi pengangkatan rahim yang secara otomatis akan menghentikan mentruasi selamanya dan membuat penderita tidak bisa lagi memiliki anak.
  • Reseksi endometrium. Prosedur ini dilakukan dengan cara mengangkat endometrium (dinding dalam uterus) dengan menggunakan kawat panas. Penderita tidak dianjurkan untuk menjalani kehamilan setelah prosedur ini dilakukan.

Itulah beberapa informasi lengkap terkait penyebab, gejala, serta cara perawatan menorrhagia. Semoga informasi yang kami sampaikan bermanfaat dan bisa menjadi solusi terbaik untuk Anda. Semoga lekas sembuh.

Tags: