Cara Perawatan Kutu Kemaluan serta Tanda dan Gejalanya

Perawatan Kutu Kemaluan dan Gejalanya yang Perlu Diketahui,- Pernahkah Anda mengalami rasa gatal yang timbul pada area intim? Apa yang Anda pikirkan ketika mengalami hal tersebut? Mungkin Anda akan menduga jika rasa gatal yang timbul di sekitar area intim disebabkan karena pakaian dalam yang lembab atau karena kurangnya menjaga kebersihan yang menyebabkan timbulnya bakteri atau jamur.

Namun, selain itu, ternyata ada hal lain yang bisa memicu timbulnya rasa gatal pada daerah intim, yaitu kutu kemaluan. Apakah kutu bisa berkembang di rambut kemaluan?

Selain pada rambut kepala, kutu ternyata juga bisa timbul di rambut kemaluan dan tentunya hal ini juga bisa menimbulkan rasa gatal. Kutu kemaluan ini memiliki ukuran yang sangat kecil dan bisa dilihat secara kasat mata.

Adakah cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan kutu kemaluan? Bagaimana cara perawatan kutu kemaluan agar tidak semakin berkembang?

Perawatan Kutu Kemaluan

Cara Perawatan Kutu Kemaluan yang Perlu Diketahui

Timbulnya kutu kemaluan tentu akan membuat penderitanya merasa tidak nyaman. Terlebih lagi rasa gatal yang timbul bisa mengganggu aktivitas penderita. Namun, Anda tidak perlu khawatir. Karena ada beberapa cara perawatan kutu kemaluan yang bisa dilakukan. Sebelum mengetahui langkah perawatan yang tepat dan efektif, alangkah baiknya kita ketahui terlebih dahulu apa itu kutu kemaluan.

Kutu kemaluan atau Pthirus pubis merupakan serangga parasit berukuran kecil yang biasanya berada di rambut kemaluan. Parasit ini bisa menimbulkan rasa gatal pada area yang ditempatinya. Untuk bertahan hidup, kutu ini biasanya akan menghisap darah melalui kulit.

Kutu kemaluan dapat menular melalui kontak tubuh. Meskipun tidak dapat terbang atau melompat, namun kutu kemaluan bisa merayap dari rambut ke rambut. Kontak seksual merupakan salah satu media penyebaran yang paling sering terjadi.

Tidak hanya pada rambut kemaluan, ternyata kutu kemaluan juga bisa terdapat di bulu mata dan alis, janggut dan kumis, bulu ketiak, bulu kaki, serta bulu dada dan punggung.

Untuk pengobatan dan perawatan kutu kemaluan sendiri, terdapat beberapa jenis obat topikal yang bisa Anda gunakan, diantaranya seperti losion, krim, atau sampo antiparasit. Obat ini hanya bisa digunakan pada area yang terinfeksi atau seluruh bagian luar tubuh. Jangan sampai obat ini masuk ke mata. Jika hal ini terjadi, maka segeralah cuci mata dengan air.

Permethrin adalah salah satu jenis obat antiparasit yang biasanya digunakan oleh penderita. Umumnya penggunaan obat ini akan menimbulkan efek samping berupa gatal, merah, atau panas pada kulit.

Jika obat tersebut tidak dapat membunuh kutu kemaluan, maka kemungkinan dokter akan meresepkan obat yang lebih kuat agar perawatan kutu kemaluan ini bisa lebih optimal, diantaranya seperti :

  • Lindane. Biasanya lindane hanya akan diresepkan ketika pengobatan lain gagal. Untuk penggunaannya, lindane ini bisa dioleskan pada bagian yang terinfeksi. Setelah kurang lebih 4 menit, segera bersihkan dengan air bersih. Perlu diketahui, obat ini tidak direkomendasikan bagi ibu hamil dan menyusui, atau anak-anak yang berusia kurang dari 2 tahun.
  • Malathion atau Ovide. Pengobatan ini tersedia dalam bentuk losion yang bisa Anda oleskan pada bagian yang terinfeksi. Setelah 8 – 12 jam, segera bersihkan dengan air.
  • Ivermectin atau Stromectol. Obat ini digunakan sebagai dosis tunggal dari 2 pil, dengan pilihan jika pengobatan awal tidak berhasil bisa menggunakan dosis lain.
  • Perawatan kutu kemaluan di mata. Petroleum jelly merupakan salah satu pilihan yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi bulu kemaluan yang timbul di mata. Anda bisa mengaplikasikan petroleum jelly ini ke bagian kelopak mata dan bulu mata 3 kali sehari selama beberapa hari. Sebagai alternatif lainnya, Anda juga bisa membuang kutu dari bulu mata dengan pinset, sisir kutu, atau kuku Anda secara lembut. Mungkin dokter juga akan meresepkan obat yang bisa digunakan di kelopak mata.

Tanda-Tanda dan Gejala Kutu Kemaluan

Biasanya gejala kutu kemaluan mulai timbul setelah 1 sampai 3 minggu kutu menempati area tumbuh. Gejala awal yang mungkin timbul akibat kutu kemaluan ditandai dengan rasa gatal pada kulit akibat reaksi, dan kondisi ini akan semakin memburuk pada malam hari. Hal ini disebabkan karena pada malam hari kutu kemaluan aktif menghisap darah.

Selain itu, beberapa gejala kutu kemaluan lainnya yang mungkin timbul diantaranya adalah :

  • Demam
  • Peradangan dan iritasi akibat garukan
  • Bintik kecil berwarna merah kebiruan pada kulit bekas gigitan
  • Telur kutu atau kutu terlihat pada rambut-rambut kemaluan
  • Terdapat bintik coklat yang merupakan kotoran kutu kemaluan pada pakaian dalam
  • Jika kutu kemaluan terdapat pada bulu mata atau alis, maka akan timbul peradangan pada mata

Sebagian penderita terkadang tidak merasakan adanya gejala-gejala tersebut. Hal ini tentu bisa membuat kutu kemaluan menyebar ke orang lain tanpa disadarinya.

Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala yang telah disebutkan di atas, maka jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Kutu kemaluan dapat didiagnosis melalui pemeriksaan fisik, terutama pada daerah yang terjangkit serta gejala yang dialami penderita. Biasanya dokter juga akan menggunakan kaca pembesar atau mikroskop untuk memastikan keberadaan kutu kemaluan.

Pemeriksaan juga perlu dilakukan pada orang-orang yang sering melakukan kontak fisik dengan penderita selama 3 bulan terakhir.

Dengan begitu, maka Anda bisa mendapatkan perawatan kutu kemaluan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda. Dan masalah kutu kemaluan tersebut bisa segera diatasi secara optimal. Semoga membantu.

Tags: