Cara Perawatan Kusta yang Benar serta Pencegahannya

Perawatan Kusta yang Benar serta Cara Pencegahannya,- www.ujangherbal.com РBakteri, virus, atau jamur merupakan patogen yang bisa memicu beragam jenis penyakit, salah satunya yaitu kusta. Apakah Anda pernah mendengar mengenai penyakit kusta?

Penyakit yang dikenal dengan nama lepra ini sering kali dianggap sebagai panu sehingga membuat kebanyakan orang sulit untuk mendapatkan diagnosis dini. Padahal, jika penyakit ini terus dibiarkan bisa menyebabkan kebutaan hingga kecacatan. Lantas, apakah ada perawatan kusta yang bisa dilakukan?

Perawatan Kusta

Cara Perawatan Kusta serta Pencegahannya

Kusta atau dikenal juga dengan nama lepra atau penyakit Hansen merupakan penyakit yang menyerang kulit, sistem saraf perifer, selaput lendir pada saluran pernapasan atas, dan mata. Kusta bisa menyebabkan luka pada kulit, kerusakan saraf, melemahnya otot, dan mati rasa.

Penyakit kusta sudah membayang-bayangi manusia sejak zaman kuno. Selama berabad-abad, kusta dianggap sebagai kutukan Tuhan, sering berhubungan dengan dosa. Wabah kusta telah memengaruhi manusia di setiap benua. Saat ini, situasi ini telah berubah karena kusta bisa disembuhkan sepenuhnya dan ada kewaspadaan yang lebih tinggi tentang penyakit.

Penyakit kusta sebenarnya merupakan penyakit yang bisa diobati, namun adanya stigma negatif di masyarakat seringkali menyebabkan timbulnya diskriminasi terhadap penderitanya. Stigma negatif dan diskriminasi ini berakibat pada penemuan kasus baru dan perawatan kusta yang tertunda.

Penyebab dan Gejala Kusta

Kusta disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Bakteri ini ditularkan melalui kontak kulit yang lama dan erat dengan penderita. Anggapan lain menyebutkan bahwa penyakit ini juga bisa ditularkan melalui inhalasi atau menghirup udara, karena bakteri ini bisa hidup beberapa hari dalam bentuk droplet (butiran air) di udara.

Mycobacterium leprae juga bisa ditularkan melalui kontak langsung dengan binatang tertentu seperti armadilo. Penyakit ini memerlukan waktu inkubasi yang cukup lama, yaitu sekitar 40 hari hingga 40 tahun, rata-rata memerlukan 3-5 tahun setelah tertular hingga timbulnya gejala.

Gejala kusta tidaktampak jelas dan berkembang sangat lambat. Bahkan, gejala kusta bisa timbul 20 tahun setelah bakteri berkembang biak dalam tubuh penderita. Beberapa tanda dan gejala kusta yang perlu diwaspadai diantaranya yaitu :

  • Timbul luka tapi tidak terasa sakit
  • Timbul lesi pucat dan menebal pada kulit
  • Pembesaran saraf yang biasanya terjadi di siku dan lutut
  • Kelemahan otto sampai kelumpuhan, terutama otot kaki dan tangan
  • Mati rasa, baik sensasi terhadap perubahan suhu, sentuhan, tekanan ataupun rasa sakit
  • Mata menjadi kering dan jarang mengedip, serta bisa menimbulkan kebutaan
  • Kerusakan pada hidung yang bisa menimbulkan mimisan, hidung tersumbat, atau kehilangan tulang hidung
  • Hilangkan jari jemari
  • Kehilangan alis dan bulu mata

Selain itu, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan seseorang mengalami penyakit kusta, yaitu diantranya :

  • Tinggal di kawasan endemik kusta
  • Memiliki kelainan genetik yang berakibat terhadap sistem kekebalan tubuh
  • Melakukan kontak fisik dengan hewan penyebar bakteri kusta tanpa sarung tangan

Perawatan Kusta serta Pencegahannya

Kusta merupakan penyakit yang bisa disembuhkan. Untuk perawatan kusta sendiri, penderita akan diberi kombinasi antibiotik selama 6 bulan sampai 2 tahun. Kombinasi obat yang digunakan dalam terapi ini terdiri dari dapsone, rifampicin, clofazamine, lamprene, ofloxacin, dan/atau minocycline. Jumlah, jenis, dan dosis obat yang akan diberikan dalam perawatan kusta ini disesuaikan dengan jenis kusta yang dialami. Jenis kusta juga akan memengaruhi lamanya perawatan.

Sebagai proses lanjutan perawatan kusta, umumnya akan dilakukan pembedahan setelah pengobatan antibiotik. Tujuan pemebdahan ini yaitu untuk mengembalikan fungsi anggota tubuh, menormalkan fungsi saraf yang rusak, dan memperbaiki bentuk tubuh penderita yang cacat.

Tujuan utama dari perawatan kusta ini yaitu untuk memutuskan mata rantai penularan, menurunkan angka kejadian penyakit, mengobati dan menyembuhkan pasien, dan mencegah kecacatan. Akan tetapi, jika penderita tidak disiplin mengonsumsi obat yang diresepkan, maka bakteri penyebab penyakit kusta akan menjadi lebih kuat dan kebal terhadap pengobatan yang sekarang dan selanjutnya. Akibatnya, gejala kusta yang dialami bisa semakin parah karena bakteri terus berkembang biak dalam tubuh.

Disamping melakukan perawatan kusta, Anda juga perlu melakukan langkah pencegahan agar penyakit kusta tidak kembali timbul. Gerakan terpadu untuk memberikan informasi mengenai penyakit kusta terhadap masyarakat, terutama di daerah endemik, merupakan langkah yang penting dalam mendorong para penderita untuk mau memeriksakan diri, mendapatkan perawatan kusta, agar mereka tidak dikucilkanoleh masyarakat.

Sampai saat ini belum ada vaksin yang bisa mencegah penyakit kusta. Diagnosis dini dan perawatan kusta yang tepat merupakan cara pencegahan yang paling baik untuk mencegah kecacatan dan mencegah penularannya. Semoga bermanfaat.

Tags: