Mengetahui Tanda-Tanda serta Cara Perawatan Hipospadia

Perawatan Hipospadia serta Tanda-Tandanya yang Perlu Diketahui,- ujangherbal.com РSama halnya dengan bagian tubuh lainnya, organ reproduksi, baik pada pria ataupun wanita juga bisa mengalami berbagai gangguan. Ada banyak jenis gangguan pada organ reproduksi yang bisa terjadi, salah satunya yaitu hipospadia.

Mungkin istilah ini cukup asing bagi sebagian orang. Hipospadia merupakan sebuah gangguan yang terjadi di bagian uretra atau saluran kemih dan juga area penis. Masih banyak orang yang mungkin belum mengetahui bentuk gangguan kesehatan yang satu ini. Untuk lebih mengetahui informasi seputar penyakit hipospadia beserta tanda-tanda dan cara pengobatannya, yuk simak informasi di bawah ini !!

Perawatan Hipospadia

Tanda-Tanda serta Cara Perawatan Hipospadia yang Perlu Diketahui

Seperti yang disebutkan sebelumnya, hipospadia merupakan suatu gangguan yang terjadi pada saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan ujung penis (uretra) dan penis. Dimana saluran uretra tidak terletak pada posisi yang normal. Pada kondisi normal, lubang uretra terletak tepat di ujung penis yang berfungsi untuk mengeluarkan urine. Namun, pada kondisi hipospadia, lubang uretra justru berada di bagian bawah penis.

Penderita hipospadia umumnya memiliki bentuk penis yang berbeda dari biasanya, dimana biasanya disertai dengan adanya penumpukan kulit berlebih di bagian atas penis. Penis juga bisa melengkung ke bawah karena tarikan kulit di sekitar uretra. Kondisi ini bisa berdampak pada rasa percaya diri penderitanya.

Hipospadia cukup umum terjadi dan termasuk kelainan bawaan, artinya kondisi ini telah dialami sejak lahir. Angka kasus hipospadia mencapai 1 dari 250 kelahiran bayi laki-laki di Amerika Serikat. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang kulit putih jika dibandingkan dengan orang kulit hitam.

Tanda-Tanda dan Gejala Penyakit Hipospadia

Kondisi hipospadia yang dialami berbeda-beda pada setiap individu. Tingkat keparahannya juga tergantung pada lokasi lubang uretra. Lubang uretra pada penderita hipospadia umumnya treletak di ujung penis. Namun, ada juga penderita dengan lubang uretra yang berada di bagian tengah atau pangkal penis dekat dengan skrotum. Posisi kedua inilah yang disebut dengan hipospadia parah.

Selain letak lubang uretra, juga terdapat beberapa tanda-tanda hipospadia lainnya yang cenderung terlihat mirip, seperti diantaranya :

  • Terjadi percikan yang abnormal pada saat buang air kecil
  • Kulup terlihat menaungi ujung penis. Ini terjadi karena kulup tidak berkembang di bagian bawah penis
  • Penis melengkung ke bawah akibat terjadinya pengencangan jaringan di bawah penis

Tidak menutup kemungkinan ada beberapa gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda mengetahui anak mengalami beberapa tanda-tanda tersebut atau mengalami kejanggalan lainnya, segeralah bawa anak ke dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Cara Perawatan Hipospadia yang Tepat

Meskipun anak telah didiagnosis mengalami hipospadia, namun belum tentu si kecil memerlukan perawatan hipospadia secara medis. Hal ini tergantung pada kondisi dan tingkat keparahan dari hipospadia itu sendiri.

Perawatan hipospadia bertujuan untuk membuat urine mengalir keluar melalui ujung depan penis, membuat penis tiadk membengkok ketika ereksi, serta membuat penis terlihat normal.

Prosedur operasi merupakan langkah perawatan hipospadia yang umum dilakukan. Prosedur perawatan ini dilakukan untuk memperbaiki bentuk penis agar penderita bisa buang air kecil dengan normal dan memiliki fungsi seksual yang normal. Dalam prosedur operasi ini, saluran kencing juga akan dipindahkan ke ujung penis.

Operasi ini bisa dilakukan kapan pun, tapi idealnya dilakukan pada saat anak berusia 4 bulan sampai 1,5 tahun. Dalam prosedur perawatan hipospadia ini dokter akan memosisikan uretra pada tempat yang seharusnya. Begitu juga dengan bentuk penis yang melengkung ke bawah karena pertumbuhan kulup yang tidak normal. Dokter akan memperbaikinya sehingga penis kembali ke bentuk yang seharusnya.

Perlu diketahui, jaringan dari kulup biasanya akan diperlukan dalam operasi ini. Maka dari itu, pasien tidak disarankan untuk melakukan proses sunat sebelum prosedur rekonstruksi ini dilakukan.

Tags: