Langkah Pencegahan serta Perawatan Disfagia Secara Medis

Perawatan Disfagia Secara Medis dan Langkah Pencegahannya,- www.ujangherbal.com РJika terjadi sesekali, maka sulit menelan bukanlah merupakan hal yang perlu dikhawatirkan. Karena hal ini bisa terjadi karena mungkin Anda makan terlalu cepat atau tidak mengunyah makanan dengan benar. Kondisi ini juga biasanya tidak memerlukan perawatan khusus.

Namun, jika kondisi ini terjadi secara terus-menerus, Anda patut waspada. Karena bisa saja gangguan menelan yang disebut juga disfagia yang menetap ini merupakan gejala adanya kondisi medis yang serius dan memerlukan penanganan.

Apakah disfagia berbahaya? Adakah cara perawatan disfagia yang bisa dilakukan? Untuk mengetahui informasi lengkapnya, simak uraiannya di bawah ini !

Perawatan Disfagia

Langkah Perawatan Disfagia serta Cara Pencegahannya

Disfagia atau sulit menelan merupakan kondisi ketika tubuh memerlukan lebih banyak waktu dan usaha untuk memindahkan makanan atau cairan dari mulut ke lambung. Biasanya disfagia merupakan tanda dari masalah pada tenggorokan atau kerongkongan, ketika makan terlalu cepat, atau tidak mengunyah makanan dengan cukup.

Disfagia sangat umum terjadi dan bisa dialami oleh siapa saja. Walaupun begitu, kasus disfagia sering ditemukan pada lansia, bayi, dan orang yang memiliki gangguan pada otak atau sistem saraf.

Langkah Perawatan Disfagia Secara Medis

Walaupun disfagia bukan termasuk kondisi yang perlu dikhawatirkan, namun Anda tetap memerlukan perawatan yang tepat. Sulin menelan lama-kelamaan bisa membuat Anda malas untuk makan dan akhirnya nafsu makan menurun, sehingga tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang cukup. Perawatan disfagia juga diperlukan agar masalah ini tidak semakin parah.

Mengetahui penyebab disfagia secara mendasar sangat penting terhadap tingkap keberhasilan pengobatan. Tujuan terpenting dari perawatan disfagia ini yaitu untuk menjaga asupan nutrisi penderita dan mencegah makanan masuk ke saluran pernapasan. Selain mengatasi penyebabnya, juga terdapat beberapa metode perawatan disfagia yang bisa dilakukan untuk menjaga agas asupan nutrisi tetap bisa tercukupi, yaitu diantaranya :

  • Obat-obatan

Pemberian obat-obatan umumnya disesuaikan dengan penyebab disfagia itu sendiri. Ada beberapa jenis obat-obatan yang bisa diberikan pada penderita disfagia, diantaranya yaitu obat untuk mengurangi asam lambung, seperti ranitidin dan omeprazole, Botulinum toxin yang disuntikkan pada kerongkongan bagian bawah untuk melimpuhkan otot kerongkongan yang kaku akibat akalasia, serta obat darah tinggi golongan penghambat kalsium, seperti amlodipine dan nifedipine.

  • Modifikasi diet

Metode perawatan disfagia ini dilakukan dengan cara mengatur tekstur dan kekentalan makanan sesuai dengan kemampuan menelan penderita. Umumnya penderita yang menjalani perawatan ini merupakan pasien yang mengalami kesulitan menelan di fase oral.

Penderita bisa diatur makanannya, mulai dari makanan berbentuk cair encer seperti jus. Jika kemampuan menelannya sudah membaik, maka kekentalannya bisa ditingkatkan hingga kemudian bisa kembali diberikan makanan yang berbentuk padat, seperti roti atau nasi.

  • Selang makan

Umumnya selang makanan digunakan untuk membantu pasien memenuhi kebutuhan nutrisi penderita selama fase pemulihan mulut dan faring. Selain itu, perawatan disfagia ini juga bertujuan untuk membantu m emasukkan makanan ke saluran pencernaan, selang makan juga bisa digunakan untuk memasukkan obat-obatan.

Terdapat 2 jenis selang makan yang bisa digunakan, yaitu selang nasogastrik (NGT) yang dipasang melalui hidung kemudian menuju langung, dan selang gastrostomi endoskopi perkutan (PEG) yang dipasang langsung ke dalam lambung melalui kulit luar perut.

  • Terapi menelan

Terapi menelan pada penderita disfagia akan dibimbing oleh terapis khusus. Terapis akan mengajarkan bagaimana proses menelan selama masa penyembuhan agar penderita tetap bisa menelan makanan. Terapi ini dijalankan terutama bagi penderita yang kesulitan menelan akibat permasalahan di mulut.

  • Operasi

Operasi yang dilakukan untuk mengatasi disfagia biasanya dilakukan pada kelainan di esofagus. Perawatan disfagia dengan cara operasi bertujuan untuk memperlebar esofagus yang menyempit sehingga makanan bisa lewat dengan mudah. Terdapat 2 prosedur operasi yang bisa dilakukan untuk memperlebas esofagus, yaitu dilatasi dan pemasangan stent.

Dilatasi dilakukan dengan menggunakan panduan endoskopi, yaitu selang berkamera untuk mendapatkan gambaran esofagus dengan jelas. Setelah itu, bagian esofagus yang menyempit dilebarkan denagn balon atau alat businasi.

Sedangkan pemasangan stent merupakan prosedur yang lebih disarankan pada penderita kanker esofagus yang tidak bisa diangkat dibandingkan dengan dilatasi, karena jaringan kanker berisiko robek jika dilebarkan dengan teknik dilatasi. Stent sendiri merupakan tabung logam yang bisa dipasang di esofagus untuk memperlebar saluran esofagus yang menyempit. Stent ini akan dipasang dengan panduan foto Rontgen atau endoskopi.

Langkah Pencegahan Disfagia

Walaupun disfagia tidak bisa dicegah, namun Anda tetap bisa mengurangi risikonya. Caranya adalah dengan makan secara perlahan dan mengunyak makanan dengan baik.

Jika gangguan ini terjadi di rumah, maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai perawatan disfagia awal, yaitu :

Mengubah cara makan. Cobalah makan dalam porsi kecil tetapi sering.
Cobalah makanan dengan berbagai tekstur. Hal ini bertujuan untuk melihat makanan apa yang bisa menyebabkan kesulitan menelan. Pada sebagian orang, minuman seperti kopi dan jus bisa menjadi masalah. Makanan kental atau lengket seperti es krim kacang atau karamel juga bisa sulit ditelan.
Hindari kebiasaan mengonsumsi alkohol, kafein, dan merokok. Ketiga hal tersebut bisa memperparah heartburn.

Jika gangguan menelan atau disfagia ini terjadi secara berkepanjangan, maka Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter. Deteksi dini dan perawatan disfagia yang dilakukan sesegera mungkin bisa mengurangi risiko terjadinya disfagia yang berhubungan dengan penyempitan tenggorokan. Semoga bermanfaat.

Tags: