Penyebab Infeksi Nosokomial serta Solusi Penanganannya

Penyebab Infeksi Nosokomial serta Penanganan dan Pencegahannya,- www.ujangherbal.com – Infeksi merupakan proses invasi dan multiplikasi berbagai mikroorganisme, seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit, ke dalam tubuh, yang saat dalam kondisi normal mikroorganisme tersebut tidak terdapat dalam tubuh.

Biasanya banyak orang yang menduga jika infeksi ini bisa menyebar di tempat umum, baik melalui benda, atau pun bersentuhan langsung dengan penderita infeksi. Namun, apakah Anda tahu bahwa infeksi juga bisa menyebar di rumah sakit ? Kondisi ini disebut dengan infeksi nosokomial.

Infeksi nosokomial terjadi di seluruh dunia dan berpengaruh buruk pada kondisi kesehatan di negara-negara miskin dan berkembang. Selain itu, infeksi nosokomial juga termasuk salah satu penyebab kematian etrbesar pada pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Sebenarnya apa penyebab infeksi nosokomial?

Penyebab Infeksi Nosokomial

Mengetahui Penyebab Infeksi Nosokomial serta Tips Penanganan dan Pencegahannya

Infeksi nosokomial adalah infeksi yang menyebar di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. Artinya, seseorang dikatakan terserang infeksi nosokomial jika penularannya didapat ketika berada di rumah sakit.

Infeksi nosokomial bisa menyebabkan pasien terkena beragam jenis penyakit dengan gejala yang berbeda-beda. Beberapa jenis infeksi yang paling sering terjadi adalah infeksi luka bedah, infeksi saluran kemih, dan infeksi saluran pernapasan bagian bawah (pneumonia).

Infeksi nosokomial biasanya terjadi jika penderita lemah atau jika barier alamiah terhadap invasi mikroba terganggu. Terdapat beberapa barier alamiah terjadinya infeksi penyakit. Sebagaimana diketahui, kulit, membran mukosa, saluran gastrointestinal, saluran kencing, dan saluran napas atas berfungsi sebagai barier alamiah terhadap infeksi.

Penyebab Infeksi Nosokomial

Terdapat beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab infeksi nosokomial, diantaranya yaitu :

Kondisi pasien

Kondisi pasien juga dapat memengaruhi bisa atau tidaknya terkena infeksi nosokomial. Beberapa kondisi yang membuat pasien lebih mudah terserang infeksi nosokomial diantaranya adalah :

  • Usia. Pasien lansia (usia diatas 70 tahun) dan bayi lebih mudah terserang infeksi nosokomial.
  • Daya tahan tubuh dan penyakit yang dialami. Pasien yang mengidap penyakit kronis seperti diabetes, gagal ginjal, dan kanker dapat meningkatkan risiko seseorang terkena infeksi nosokomial. Kondisi akut seperti koma, gagal ginjal akut, cedera berat (seperti setelah kecelakaan atau luka bakar) dan syok juga berkontribusi dalam meningkatkan risiko infeksi nosokomial. Kondisi yang menyebabkan daya tahan tubuh turun, seperti pada penyakit HIV/AIDS, malnutrisi, dan menggunakan obat-obatan yang bisa menurunkan daya tahan tubuh (seperti immnunosuppresant, kemoterapi) akan meningkatkan risiko terkena infeksi nosokomial.
  • Prosedur pengobatan yang dilakukan pasien. Prosedur seperti tindakan operasi, pemasangan alat bantu napas atau ventilator, endoskopi, atau kateter dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena infeksi nosokomial melalui kontaminasi langsung dari alat yang dimasukkan ke dalam tubuh.

Patogen : bakteri, jamur, virus, parasit

Jumlah dan kekuatan bakteri yang tinggi, serta resistensi bakteri terhadap antibiotik juga bisa menjadi penyebab infeksi nosokomial. Yang dimaksud dengan bakteri yang resisten adalah ketika antibiotik menjadi kurang efektif untuk membunuh bakteri tersebut. Hal ini disebabakn oleh penggunaan antibiotik yang tidak sesuai denagn anjuran dokter.

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat akan menyebabkan bakteri yang ada didalam tubuh manusia berubah karakter dan menjadi tahan terhadap antibiotik. Rumah sakit merupakan tempat beragam jenis pasien, sehingga bakteri yang resisten tersebut bisa menyebar di lingkungan rumah sakit dan akan lebih sulit untuk ditangani jika menjangkiti seseorang.

Infeksi nosokomial umumnya disebabkan oleh bakteri yang ada di rumah sakit. Bakteri tersebut bisa didapatkan dari orang lain yang juga baerada di rumah sakit, bakteri yang menjadi flora normal (bakteri yang secara normal ada di dalam tubuh dan pada kondisi normal tidak menyebabkan gangguan) orang itu sendiri, atau bakteri yang mengontaminasi lingkungan dan alat-alat di rumah sakit. Selain bakteri, jamur dan virus atau parasit juga bisa menjadi penyebab infeksi nosokomial.

Faktor lingkungan

Lingkungan rumah sakit yang padat, aktivitas memindahkan pasien dari satu unit ke unit yang lain, dan penempatan pasien dengan kondisi yang mudah terserang infeksi nosokomial (misalnya pada ruang perawatan intensif, ruang perawatan bayi, ruang perawatan luka bakar) di satu tempat termasuk penyebab infeksi nosokomial yang bisa meningkatkan kemungkinan risikonya. Lamanya waktu perawatan di rumah sakit juga semakin meningkatkan risiko terkena penyakit infeksi nosokomial.

Penanganan dan Pencegahan Infeksi Nosokomial

Penanganan infeksi nosokomial akan berbeda pada setiap penderita, tergantung dari jenisnya. Untuk pengobatan awal, penderita biasanya akan diberikan antibiotik secara empiris, yaitu pemberian antbiotik yang tidak spesifik sebelum ada hasil dari kultus. Penderita biasanya akna diberiakn antibiotik yang memiliki kemampuan luas yang bisa menyerang hampir seluruh jenis bakteri.

Dalam sebagian kasus besar, antibiotik akan bermanfaat untuk melawan infeksi. Jika infeksi ini terjadi di kateter atau selang lainnya, maka dokter akan mencabut selang secepatnya.

Walaupun infeksi nosokomial sering dianggap bisa diatasi, namun beberapa kasus bisa menyebabkan kematian atau kebal terhadap obat-obatan. Fasilitas pelayanan kesehatan harus memeriksa kondisi pasien secara teratur selama menginap di rumah sakit.

Bagaimana langkah pencegahannya?

Langkah pencegahan infeksi nosokomial menjadi tanggung jawab semua orang yang berada di rumah sakit, termasuk petugas kesehatan, pasien dan orang yang berkunjung. Beberapa langkah pencegahan infeksi nosokomial yang bisa dilakukan, yaitu diantaranya adalah :

  • Cuci tangan. Tangan merupakan media yang paling baik bagi kuman untuk berpindah. Maka dari itu, sangat penting bagi seluruh orang yang berada di rumah sakit untuk mencuci tangan dengan cara dan waktu yang tepat, yaitu sebelum memegang pasien, sebelum melakukan prosedur kepada pasien, setelah terpapar dengan cairan tubuh, setelah menyentuh pasien, dan setelah menyentuh baran-barang yang berada di sekitar pasien.
  • Menjaga kebersihan lingkungan rumah sakit
  • Penggunaan alat dan prosedur. Menggunakan alat atau selang yang menempel pada tubuh seperti alat bantu napas atau kateter urine, serta melakukan tindakna medis lainnya yang sesuai dengan indikasi.
  • Penempatan pasien di ruang isolasi. Pasien yang memiliki daya tahan tubuh rendah atau pasien yang berpotensi untuk menularkan penyakit diharuskan untuk ditempat di ruang isolasi.
  • Mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP). Penting bagi staf rumah sakit untuk mengikuti SOP setiap melakukan tindakan seperti menggunakan pelindung standar seperti sarung tangan, masker, atau perlengkapan lain yang dianjurkan.

Dengan melakukan beberapa langkah pencegahan tersebut, maka infeksi nosokomial bisa dihindari. Pasalanya, infeksi nosokomial akan menimbulkan banyak kerugian, seperti diantaranya lama hari perawatan yang bertambah panjang, penderitaan bertambah, dan biaya meningkat. Selain melakukan beberapa langkah pencegahan tersebut, sebaiknya Anda juga mewaspadai berbagai faktor penyebab infeksi nosokomial yang bisa saja ada di sekitar Anda. Semoga bermanfaat.

Tags: