Langkah Tepat Pengobatan Tinea Capitis

Langkah Tepat Pengobatan Tinea Capitiswww.ujangherbal.com – Selamat datang kembali di website resmi penyedia informasi seputar kesehatan menarik yang semoga dapat bermanfaat untuk Anda. Dikesempatan yang baik ini kami akan berbagi informasi mengenai pengobatan tinea capitis. Berikut penjelasan selengkapnya.

Langkah Tepat Pengobatan Tinea Capitis

Langkah Tepat Pengobatan Tinea Capitis

Pengertian Tinea Capitis

Tinea capitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur dermatofit pada kulit kepala dan batang rambut.Gejala yang timbul berupa kulit kepala bersisik dan pitak, sampai peradangan dan kebotakan yang meluas.
Secara umum Tinea capitis lebih banyak dialami oleh anak-anak , khususnya anak laki-laki berusia 3-7 tahun. Dan sangat mudah menyebar melalui perantara benda yang telah terpapar jamur dermatofit, atau kontak langsung dengan binatang juga orang yang terinfeksi.

Gejala Tinea Capitis

Ada bervariasi gejala Tinea capitis pada tiap penderita, yaitu :

  • Adanya pola pustula (bernanah) berkerak dalam satu lokasi atau menyebar.
  • Adanya titik hitam, atau tanda rontoknya rambut dari kulit kepala yang bersisik.
  • Serta adanya bentuk seboroik di kulit kepala yang ditandai kulit bersisik dan kerontokan rambut yang tidak terlalu terlihat.
    Selain itu Tinea capitis juga bisa disertai dengan gejala pembengkakan kelenjar getah bening di bagian belakang leher dan demam yang ringan. Sementara gejala yang timbul dalam keadaan lebih parah ialah keberadaan kerion (koreng) dengan pola kulit bersisik, melingkar dan munculnya favus atau kerak kulit berwarna kuning dengan rambut yang kusut.

Penyebab Tinea Capitis

Infeksi Tinea Capitis penyebabnya terjadi pada kulit yang berketingat dan lembap, juga menyerang lapisan luar kulit kepala dan batang rambut. Trichophyton (T) dan Microsporum (M) merupakan jenis jamur dermatofit yang dapat menyerang rambut.

Tinea Capitis sangat mudah menyebar dan menular. Inilah beberapa cara- cara penyebarannya, dengan :

  • Menyebar antar manusia melalui kontak kulit langsung. Jamur dermatofit yang dapat menyebarkan melalui cara ini ialah T. violaceum, M. audouinii, M. ferrugineum, T. rubrum, T. schoenleinii, T. yaoundei, T. soudanense, dan megninii.
  • Menyebar dari hewan ke manusia. Jamurnya ialah . verrucosum (dari hewan ternak), M. distortum (dari kucing), T. mentagrophytes var equinum (dari kuda), dan M. nanum (dari babi).
  • Juga menyebar dari benda ke manusia. Dengan melalui benda yang tercemari jamur gypseum dan M. fulvum.

Diagnosis Tinea Capitis

Berdasarkan gejala yang dialami pasien dan pemeriksaan fisik pada kulit kepalanya, dokter dapat mencurigai seseorang menderita Tinea Capitis. Agar terdeteksi keberadaan jamur pada kulit kepala atau batang rambut, dokter akan menggunakan alat yang disebut lampu Wood.

Untuk menguatkan diagnosis, dokter bisa menyarankan tes lanjutan berupa biopsi dan kultur kulit. Pemeriksaan ini bertujuan agar mengetahui jenis jamur yang menyerang kulit kepala, dan proses biasanya memakan waktu sampai 3 minggu.

Pengobatan Tinea Capitis

Dalam pengobatan tinea capitis dilakukan dengan tujuan memberantas jamur dermatofit yang menginfeksi di kulit kepala. Biasanya obat yang diresepkan ialah anti jamur dalam bentuk sampo. Seperti sampo yang mengandung selenium sulphide povidone-iodine, atau ketoconazole. Adapun pengobatan tinea capitis dilakukan 2 kali dalam seminggu selama 1 bulan yang biasanya pasien dianjurkan agar menemui dokter kembali.

Apabila hasil pemeriksaan menunjukan bahwa jamur masih ada, maka dokter akan mengkombinasikan pengobatan tinea capitis ini dengan pemakaian sampo dan antijamur minum, misalnya griseofluvin atau terbinafine. Obat antijamur ini perlu dikonsumsi selama sekitar 6 minggu. Hal ini sangat efektif dilakukan dalam pengobatan tinea capitis, namun berpotensi menimbulkan efek samping.

Berikut ini efek samping terbinafine hydrochloride antara lain:

  • Sakit kepala
  • Nyeri pada perut
  • Timbul ruam / biduran
  • Gatal-gatal
  • Reaksi alergi
  • Terjadi demam
  • Ganguan pada hati (jarang terjadi)
  • Perubahan rasa/hilangnya rasa di dalam mulut

Sementara efek samping griseofulvin ialah:

  • Sakit kepala
  • Badan terasa lelah
  • Timbul ruam / biduran
  • Muntah
  • Reaksi alergi
  • Pingsan
  • Pusing
  • Kulit menjadi sensitif pada sinar matahari

Keadaan pada pengidap tinea capitis umumnya mulai menunjukan perbaikan setelah 4-6 minggu pengobatan tinea capitis dijalankan.

Komplikasi Tinea Caiptis

Setelah mengalami Tinea Capitis komplikasi yang timbul ialah kerontokan rambut atau kebotakan, serta bekas luka (jaringan parut) permanen. Hal ini terjadi ketika Tinea Capitis pada kulit kepala menjadi favus atau kerion, mengakibatkan rambut menjadi lebih mudah lepas apabila ditarik sehingga bisa terjadi kebotakan secara permanen.

Pencegahan Tinea Capitis

Beberapa cara yang dapat diterapkan untuk menekan risiko penularan Tinea Capitis adalah sebagai berikut :

  • Hindari hewan yang terinfeksi.
  • Seringnya mencuci rambut dan kulit kepala dengan sampo secara rutin.
  • Menjaga kebersihan tangan.
  • Jangan berbagi penggunaan barang-barang seperti handuk, sisir, dan baju dengan orang lain.

Demikianlah informasi lengkap yang bisa kami sampaikan mengenai langkah pengobatan tinea capitis yang tepat. Terima kasih telah berkunjung di situs kami. Semoga bermanfaat.

Tags: