Pengobatan Skleroderma Secara Tepat Yang Benar

Pengobatan Skleroderma Secara Tepat Yang Benar – Selamat datang dan terima kasih telah berkunjung di www.ujangherbal.com yang merupakan situs resmi informasi kesehatan dengan pembahasan-pembahasan menarik, hingga informasi beragam penyakit beserta solusinya. Dan di kesempatan kali ini, kami akan berbagi informasi mengenai cara pengobatan skleroderma yang benar dan tepat.

Pengobatan Skleroderma Secara Tepat Dan Benar

Pengobatan Skleroderma Secara Tepat Yang Benar

Pengertian Skleroderma

Skleroderma yaitu penyakit autoimun dengan ciri mengerasnya dan menebalnya kuilt dan masalah pada organ dalam tubuh. Hal ini terjadi ketika sistem imunitas tubuh menyerang jaringan ikat, hingga kulit menjadi tebal dan mengeras.

Munculnya jaringan parut pada paru-paru atau ginjal serta pergeseran pembuluh darah yang memicu terjadinya kerusakan jaringan dan tekanan darah tinggi juga merupakan Skleroderma yang terjadi di oragn tubuh.

Hal yang diduga dapat memicu terjadinya Skleroderma ialah kelainan gen dan faktor lingkungan. Penderita Skleroderma masih bisa hidup dengan produktif, karena belum ditemukannya obat untuk menyembuhkan penyakit ini. Dengan penaganan terapi dan pengobatan skleroderma dapat mengendalikan gejala-gejala yang muncul.

Gejala Skleroderma

Skleroderma dapat ditujukan dengan :

Gejala yang terlokalisasi di bagian kulit tertentu (Localised scleroderma).

Meski dapat dialami oleh semua usia, banyaknya penderita Localised scleroderma ialah anak-anak. Ada 2 macam bentuk pada Localised scleroderma ini yaitu:

  1. Bentuk bercak keras di kulit. Salah satunya berbentuk oval (morphoea) yang diawali warna merah atau ungu kemudian bagian tengahnya menjadi putih, permukaaannya tidak ditumbuhi bulu terasa gatal dan bisa muncul di bagian kulit manapun.Setelah beberapa tahun biasanya hal ini dapat pulih dengan sendirinya tanpa pengobatan.
  2. Bentuk bercak localised scleroderma ialah linear (lurus). Bercak ini bisa berupa pengerasan kulit yang melintang pada kepala, lengan, tungkai atau wajah yang berdampak pada otot atau tulang yang berada si bawah kulit. Apabila diderita oleh anak-anak localised scleroderma bercak lurus berisiko menyebabkan gangguan pertumbuhan.

Gejala yang bersifat sistemik dan menyerang kulit, organ dalam, maupun sirkulasi darah (Systemic sclerosis).

Pada umumnya Systemic sclerosis lebih sering di derita oleh wanita berusia 30-50 tahun. Kondisi ini, efek penyakitnya tidak hanya terlokalisasi di kulit tetapi juga dapat menyerang sebagian organ dalam seperti jantung, paru-paru, atau ginjal.

Limited cutaneous systemic sclerosis atau jenis Systemic sclerosis tipe ringan, umumnya diawali dengan fenomena Raynaud dimana ujung jari tangan atau kaki pucat jika terpapar suhu dingin. Penebalan pada kulit timbul perlahan dan menyebabkan gangguan pada kulit wajah, tangan, lengan, tungkai, kaki. Gejala lain dari hal ini ruam merah pada kulit, benjolan yang keras di bawah kulit, rasa panas seperti terbakar didada (heartburn),dan disfagia. Kondisinya cenderung memburuk seiring waktu meski dapat dikendalikan dengan pengobatan.

Diffuse systemic sclerosis jenis lain dari systemic sclerosis yang ditandai dengan gangguan pada organ dalam dan perubahan kulit yang terjadi hampir di seluruh tubuh. Gejala lain dari hal ini, seperti nyeri sendi, tubuh terasa lelah dan kaku pada sendi, serta penurunan berat badan.

Jika Anda mengalami sejumlah gejala-gejala di atas, ada baiknya segeralah melakukan pemeriksaan diri. Agar jika terdiagnosis, Anda dapat melakukan pengobatan Skleroderma secara tepat sekaligus dapat menghindari terjadinya komplikasi.

Penyebab Skleroderma

Sebenarnya belum diketahui pasti apa penyebab dari Skleroderma, Namun dapat diduga salah satu penyakit autoimun dimana jaringan tubuh diserang oleh sistem imunitas tubuh sendiri. Kondisi normal, imunitas tubuh berperan melawan kuman yang menyebabkan infeksi dalam tubuh. Sebagian sistem imunitas tubuh menjadi sangat aktif sehingga sel jaringan ikat memproduksi protein kalogen terlalu banyak pada Skleroderma. Mengakibatkan kulit menebal, muncul jaringan parut pada sebagian organ dalam tubuh, serta terjadi pengerasan pembuluh darah. seseorang akan bisa lebih sering menderita penyakit Skleroderma apabila memiliki keluarga dengan kondisi serupa.

Pengobatan Skleroderma

Pengobatan skleroderma di berikan sebagai penanganan untuk membantu mengendalikan gejala-gejala yang terjadi serta menekan tingkat keparahannya dan untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Adapun dalam pengobatan skleroderma terdapat sejumlah obat-obatan yang dapat diberikan dalam penanganan skleroderma, diantaranya adalah:

  • Obat yang dapat menekan sistem imunitas tubuh guna menghambat keparahan penyakit, misalnya kortikosteroid.
  • Obat darah tinggi untuk melebarkan pembuluh darah. Selain itu, perlu dilakukan juga pemeriksaan tekanan darah secara rutin.
  • Penggunaan obat untuk mengurangi asam lambung, seperti omeprazole.
  • Penggunaan salep/krim antibiotik pada kulit dan juga vaksinasi influenza serta pneumonia secara rutin untuk mencegah terjadinya infeksi.
  • Menggunakan juga obat pereda nyeri, yakni termasuk obat antiinflamasi nonsteroiduntuk mengatasi nyeri sendi.

Pengobatan skleroderma Dengan Terapi

Tidak hanya penggunaan obat-obatan, pengobatan skleroderma juga bisa dilakukan dengan beberapa terapi, antara lain:

  1. Fisioterapi. Dalam pengobatan skleroderma, terapi ini mempunyai tujuan untuk mengatasi rasa nyeri, mempermudah pergerakan, dan meningkatkan kekuatan serta mempertahankan kemandirian penderita dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
  2. Terapi okupasi. Dengan pengobatan skleroderma melalui terapi ini, dimaksudkan guna membantu penderita skleroderma dapat beradaptasi dengan keterbatasan geraknya, dengan memberikan saran dalam melakukan pekerjaan sehari-hari dan dalam penggunaan alat-alat bantu untuk bergerak.

Sementara dalam kasus skleroderma yang parah dan menimbulkan komplikasi, maka prosedur operasi bisa menjadi pilihannya. Salah satunya ialah amputasi bagi penderita fenomena raynaud yang telah mengalami gangrene pada jarinya. Jenis operasi lainnya yang dapat dilakukan juga adalah transplantasi paru pada penderita hipertensi pulmonal.

Komplikasi Skleroderma

Berbagai kompliaksi yang dapat terjadi akibat dari Skleroderma, adalah:

  • Menurunnya jumlah air liur dan gigi berlubang.
  • Terjadi hipertensi pulmonal dan fibrosis paru.
  • Adanya luka pada kulit yang bisa mengakibatkan gangrene sehingga membutuhkan amputasi.
  • Konstipasi atau diare, Gastroesofageal reflux disease.
  • Gangguan irama jantung, gagal jantung dan perikarditis.
  • Vagina yang kering pada wanita dan disfungsi ereksi pada pria.
  • Tekanan darah tinggi dan bocornya protein pada urine akibat menurunnya fungsi penyaringan pada ginjal. kondisi ini dapat mengakibatkan gagal ginjal.

Pencegahan Skleroderma

Tidak ada pola diet atau metode pencegahan lainnya yang dapat menurunkan risiko terjadinya skleroderma.

Itulah informasi yang bisa disampaikan mengenai pengobatan skleroderma secara tepat. Semoga dapat bermanfaat.

Tags: