Mengetahui Pengobatan Skizofrenia Paranoid

Mengetahui Pengobatan Skizofrenia Paranoid Beserta Gejala Dan Penyebabnya – Selamat datang dan terima kasih telah berkunjung di website resmi www.ujangherbal.com penyedia informasi seputar kesehatan lengkap, informasi berbagai penyakit dan solusi pengobatannya. Dalam kesempatan ini kami akan berbagi pembahasan mengenai gejala dan penyebab serta pengobatan skizofrenia paranoid yang tepat.

Pada dasarnya, paranoid ialah salah satu gejala yang bisa muncul pada penderita skizofrenia. Karena itu, sejumlah institusi memisahkan antara skizofrenia dan skizofrenia paranoid. Dengan demikian, tidak semua penderita skizofrenia mengalami paranoid.

Pengobatan Skizofrenia Paranoid Secara Tepat

Mengetahui Pengobatan Skizofrenia Paranoid

Skizofrenia paranoid adalah jenis skizofrenia yang paling sering terjadi. Skizofrenia sendiri ialah penyakit gangguan otak yang menyebabkan penderitanya mengalami kelainan dalam berpikir juga kelainan dalam merasakan/mempersepsikan lingkungan di sekitarnya. Singkatnya, penderita skizofrenia mempunyai kesulitan dalam menyesuaikan pikirannya dengan realita yang ada.

Pada penderitanya, penyakit ini umumnya muncul pada masa remaja akhir hingga dewasa. Walau skizofrenia merupakan penyakit yang diderita seumur hidup, dalam pengobatan skizofrenia paranoid menggunakan bantuan obat-obatan tertentu, gejala dari penyakit ini dapat diredakan dan penderitanya bisa lebih mudah untuk beraktivitas.

Gejala-gejala Pada Skizofrenia Paranoid

Skizofrenia paranoid mempunyai gejala utama delusi atau waham dan halusinasi. Delusi/waham ini merupakan keyakinan kuat akan suatu hal yang salah dan hal tersebut tidak dapat di bantah oleh bukti apapun. Ada berbagai macam waham yang dapat muncul pada penderita skizofrenia paranoid, yakni:

  • Waham Kendali. Yakni kepercayaan bahwa penderita tengah dikendalikan oleh sesuatu hal, seperti oleh alien ataupun pemerintah.
  • Waham Kejar. Yakni kepercayaan bahwa penderita sedang dikejar-kejar oleh seseorang/banyak orang.
  • Waham rujukan. Yaitu suatu kepercayaan bahwa penderita mempunyai suatu benda penting yang ditujukan khusus untuk dirinya.
  • Waham kebesaran. yakni kepercayaan bahwa penderita mempunyai kemampuan luar biasa, posisi penting, atau kekayaan yang tidak terbatas.

Khusus untuk pengidap skizofrenia paranoid, waham yang paling dominan muncul ialah waham kejar. Persekusi pada penderita merupakan cerminan rasa tkut dan adanya kecemasan yang besar, serta cerminan dari kehilangan kemampuan untuk membedakan hal yang nyata dan tidak nyata.

Adapun gejala waham kejar yang bisa dialami oleh penderita skizofrenia paranoid ini, antara lain:

  • Merasa pemerintah sedang memata-matai aktivitas sehari-hari dirinya.
  • Merasa orang sekitar sedang bersekongkokol untuk mencelakakan dirinya.
  • Dan merasa orang terdekatnya mencoba membunuh dirinya. Contohnya seperti merasa ada yang memasukkan racun ke dalam makanannya.
  • Serta merasa pasangannya sedang berselingkuh.

Penderita skizofrenia ini pada dasarnya tidak mempunyai potensi untuk bersikap kasar terhadap lingkungan sekitarnya. Namun,terdapat delusi yang sifatnya paranoid pada penderita yang bisa menyebabkan dirinya merasa terancam dan marah kepada oarang terdekatnya.

Selain itu, penderita juga bisa mengalami halusinasi (merasakan suatu hal yang terasa nyata, namun sebenarnya tidak ada sama sekali) seperti halusinasi yang sering terjadi pada penderita skizofrenia ialah mendengar suara-suara yang sebenarnya tidak nyata. Adapun suara yang terdengar dapat dikaitkan dengan orang-orang terdekatnya. Selain itu, suara-suara yang di dengar oelh penderita bisa terdengar seperti menyuruh dirinya untuk melakukan hal yang berbahaya. Halunasi juga bisa menyebabkan penderita seperti melihat benda-benda yang sebearnya tidak nyata.

Perilaku yang kacau juga dapat dialami oleh penderita skizofrenia, sehingga membuatnya tidak dapat mengontrol perilaku dirumah maupun lingkungan sekitarnya.

Berikut ini perilaku kacau yang dimiliki bisa mengakibatkan penderita menjadi:

  • Sulit menjaga kestabilan emosi
  • Berperilaku tidak pantas/tidak normal
  • Kesulitan mengontrol hasrat dan keinginan
  • Sulit melakukan aktivitas rutin sehari-hari

Penderita skizofrenia juga bisa mengalami bicara yang kacau, seperti mengulangi kata-kata di tengah pembicaraan atau bahkan membuat kata-kata sendiri.

Halusinasi, delusi, serta perilaku dan bicara yang kacau tergolongkan menjadi gejala pada skizofrenia paranoid. Penderita juga bisa mengalami gejala negatif, seperti:

  • Tidak mempunyai emosi
  • Ekspresi wajah datar atau tidak berekspresi sama sekali
  • Anhedonia, yakni kehilangan ketertarikan terhadap kegiatan yang menyenangkan
  • Kehilangan ketertarikan terhadap aktivitas harian juga lingkungan sekitar

Gejala negatif ini harus diperhatikan sebab bisa menimbulkan ide untuk bunuh diri. Dorongan bunuh diri sering ditemukan pada kasus skizofrenia yang tidak tertangani dengan baik.

Adapun semua gejala yang ditimbulkan akibat skizofrenia paranoid bisa menyebabkan gangguan terhadap pekerjaan, hubungan dengan orang lain, atau bahkan dalam merawat dirinya sendiri.

Penyebab Serta Faktor Risiko Skizofrenia Paranoid

Penyebab dari munculnya skizofrenia paranoid hingga saat ini belum diketahui dengan past. Akan tetapi, diduga kalainan pada otak dan sistem transmisi saraf juga kelainan sistem kekebalan tubuh dapat berperan dalam menimbulkan skizofrenia. Terdapat sejumlah faktor yang diduga bisa memicu terjadinya skizofrenia pada seseorang, diantaranya:

  • Terkena infeksi virus di waktu masih dalam kandungan
  • Memiliki riwayat skizofrenia pada anggota keluarga lainnya
  • Mengalami perlakuan yang tidak baik di waktu dalam kandungan
  • Kekurangan oksigen pada waktu kelahiran
  • Mengalami perceraian orang tua di wakyu masih kecil

Pengobatan Skizofrenia Paranoid

Pada pengobatan skizofrenia paranoid diperlukan kombinasi dari berbagai bidang yakni dokter terutama psikiater, perawat, pekerja sosial, dan terapis/konselor. Integrasi pengobatan skizofrenia paranoid ini mempunyai tujuan agar pengobatan jangka panjang pasien bisa dijalankan di rumah. Namun, bila gejala skizofrenia yang muncul tidak dapat terkontrol dengan obat-obatan yang rutin dikonsumsi dan dianggap membahayakan, penderita bisa dirawat di rumah sakit.

Penderita biasanya diberikan obat-obatan antispikotik untuk meredakan gejala seperti halusinasi dan delusi. Adapun dokter akan melakukan pemantauan pada efektivitas obat-obatan beserta dosisnya. Penting untuk diketahui, obat antipsikotik yang diberikan tidak langsung bekerja karena membutuhkan waktu sekitar 3-6 minggu untuk melihat efeknya. Bahkan terkadang bisa mencapai 12 minggu.

Belum terdapat penelitian yang menyatakan pilihan obat antipsikotik yang paling tepat untuk pengobatan skizofrenia paranoid. Selain itu, perlu dipertimbangkan juga efek samping yang mungkin bisa muncul akibat dari konsumsi antipsikotik.

Saat ini obat antipsikotik dibedakan menjadi 2, yaitu:

Antipsikotik tipikal atau generasi pertama yang bisa diberikan kepada pasien dalam pengobatan skizofrenia paranoid, antara lain:

  • Fluphenazine
  • Chlorpromazine
  • Perphenazine
  • Trifluoperazine
  • Haloperidol
Adapun efek samping yang bisa timbul dari obat-obatan tipikal ini diantaranya:
  • Kaku
  • Mulut kering
  • Pergerakan menjadi lambat
  • Tremor
  • Otot menjadi lemas
  • Gerakan tidak terkontrol
  • Mengalami gerakan yang berulang

Antipsikotik atipikal atau generasi kedua, obat-obatan ini juga mempunyai efek samping seperti di atas yang lebih ringan, tetapi seringkali menimbulkan kenaikan berat badan. Contoh obat antipsikotik atipikal, antara lain:

  • Asenapine
  • Olanazapine
  • Quetiapine
  • Clozapine
  • Paliperidone
  • Risperidone

Penderita juga bisa mengikuti terapi kelompok dan terapi psikososial dalam membantu pengobatan skizofrenia paranoid nya. Terapi in sangat bermanfaat, dengan dirinya duduk bersama orang-orang yang juga menderita skizofrenia, bisa menghindarkan penderita dari perasaan terisolasi. Sementara terapi psikososial mempunyai tujuan agar penderita bisa tetap beraktivitas sehari-hari seperti biasanya.

Berikut ini sejumlah hal lainnya yang dianjurkan untuk dilakukan oleh penderita skizofrenia paranoid, adalah:

Tidur dengan cukup

Hal ini dikarenakan kurang tidur bisa memperparah gejala paranoid, delusi, serta halusinasi pada penderita skizofrenia.

Olahraga secara teratur

Menjalankan olahraga bisa meningkatkan serotonin pada tubuh yang memicu perasaan senang pada penderita.

Mengatur tingkat stres

Ada baiknya hindari situasi yang bisa meningkatkan stres dan kecemasan. Luangkan waktu untuk berelaksasi, seperti membaca buku, meditasi, dan berjalan-jalan.

Menjaga interaksi sosial dan mengikuti aktivitas yang melibatkan banyak orang.

Dengan mengikuti aktivitas yang melibatkan banyak orang bisa menghindarkan perasaan terisolasi pada penderita skizofrenia dan mencegah gejala semakin memburuk.

Menghindari merokok, minum alkohol, serta mengkonsumsi obat-obatan terlarang.

Biasanya skizofrenia paranoid merupakan gangguan yang terjadi seumur hidup dan tidak bisa pulih sempurna. Akan tetapi dengan mendeteksi gejala secara dini dan segera melakukan pengobatan skizofrenia paranoid yang tepat, serta dukungan dari lingkungan sekitar dapat membantu penderita skizofrenia ini untuk beradaptasi dengan keadaannya.

Sekian informasi mengenai pengobatan skizofrenia lengkap dengan gejala dan penyebabnya. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat. Terima kasih.

Tags: