Mengenal Pengobatan Sindrom Insensitivitas Androgen Lengkap

Mengenal Pengobatan Sindrom Insensitivitas Androgen Secara Lengkap – Pernahkah Anda menemukan kasus bayi laki-laki yang mempunyai fisik seperti perempuan? Dalam kondisi ini, bayi laki-laki tidak mempunyai penis melainkan organ reproduksi wanita yakni vagina. Akan tetapi pada kasus ini penderita tidak mempunyai sel telur, tuba falopi, serta rahim. Serta ada juga pada kasus yang lain bayi laki-laki ini mempunyai penis, namun tidak berkembang secara sempurna. Kelainan seperti ini sering di sebut Sindrom Insensitivitas Androgen.

Pada kesempatan ini, kami situs resmi penyedia informasi kesehatan www.ujangherbal.com akan menyajikan pembahasan informasi terkait pengobatan Sindrom Insensitivitas Androgen dengan lengkap.

Mengenal Pengobatan Sindrom Insensitivitas Androgen

Mengenal Pengobatan Sindrom Insensitivitas Androgen Lengkap

Seperti yang telah kita ketahui berdasarkan informasi di atas androgen insensitivity syndrome (AIS) atau Sindrom insensitivitas androgen adalah suatu kelainan genetika yang menjadikan bayi laki-laki lahir dengan fisik seperti seorang perempuan.

Bayi dengan kondisi ini dapat hidup secara normal. Namun, tidak bisa mempunyai anak. Hal ini disebabkan oleh kelainan organ reproduksi yang dialaminya.

Jenis Sindrom Insensitivitas Androgen

Penyakit kelainan ini terdapat 2 jenis, yaitu:

  1. Sindrom insensitivitas androgen komplit (complete androgen insensitivity syndrome/CAIS).
    Umumnya keadaan ini akan terdeteksi ketika memasuki usia remaja, dimana menstruasi.haid tidak keluar pada waktunya, dan tidak ditemukan pula pertumbuhan bulu ketiak ataupun rambut kemaluan. Adapun rambut yang tumbuh di kepala juga terlihat seperti pria. Keadaan ini dapat terjadi pada 1 dari 20.000 bayi. Hal ini diakibatkan oleh testosteron yang sama sekali tidak berefek terhadap perkembangan seksual sang anak.
  2. Sindrom insensitivitas androgen parsial (partial androgen insensitivity syndrome/PAIS).
    Diketahui bahwa keadaan ini ialah klitoris yang membesar atau penis yang kecil, serta dengan disertai ginekomastia dan hipospadia. Pada kondisi ini testosteron masih mempunyai efek terhapap perkembangan seksual, akan teapi tidak sempurna.

Penyebab Terjadinya Sindrom Insensitivitas Androgen

Sindrom insensitivitas androgen (AIS) merupakan penyakit keturunan karena adanya kelainan genetika yang diturunkan oleh ibu ketika kehamilan, yang mana tubuh tidak bisa berespons terhadap hormon testosteron (hormon yang diproduksi oleh testis dan berfungsi sebagai perkembangan testis dan penis pada laki-laki.

Ada 2 jenis sel kromosom yang diturunkan oleh orang tua, taitu X dan Y. Pada bayi perempuan akan mempunyai sel kromosom XX, sementara pada bayi laki-laki XY. Adapun dalam kondisi AIS ini, bayi lahir dengan sel kromosom laki-laki. Akan tetapi, kelainan genetika yang diturunkan oleh ibu ini dapat mengganggu reaspon tubuh anak terhadap testosteron yang dibuat yang menyebabkan perkembangan seksual anak tersebut tidak terjadi dengan normal. Organ kelamin tidak akan tumbuh sempurna, yakni ada kombinasi seperti organ kelamin laki-laki dan perempuan.

Kelainan genetik tersebut ada pada salah satu kromosom X yang dimiliki ibu. Sebab ibu mempunyai 2 kromosom X, kelainan ini tidak akan berpengaruh pada perkembangan seksual ibu, akan tetapi dapat menurunkannya kepada anak laki-lakinya. Berikut ini merupakan kemungkinan yang bisa terjadi ketika seorang ibu mempunyai kelainan sel kromosom X:

  • Melahirkan bayi laki-laki normal
  • Melahirkan bayi perempuan normal yang akan menjadi pembawa kelainan tersebut
  • Dan melahirkan bayi perempuan normal yang tidak akan menjadi pembawa kelainan tersebut
  • Serta melahirkan bayi yang menderita sindrom insensitivitas androgen

Gejala-gejala Pada Sindrom Insensitivitas Androgen

Terdapat beberapa gejala atau tanda yang bisa dialami sindrom insensitivitas androgen (AIS) yang juga bergantung menurut jenisnya.

Pada Sindrom insensitivitas androgen komplit (CAIS)

  • Mempunyai vagina, namun tidak mempunyai rahim / tidak mengalami menstruasi
  • Tidak mengalami pertumbuhan bulu ketiak dan rambut kemaluan
  • Ada pertumbuhan payudara seperti pada perempuan umumnya.
  • Kriptorkismus yang tidak diketahui kecuali anak menderita hernia dan pembengkakan pada bibir vagina (labia).

Sedangkan pada penderita sindrom insensitivitas androgen parsial (PAIS), di antaranya ialah:

  • Mempunyai penis yang kecil dengan hipospadia / mempunyai vagina dengan pembesaran klitoris.
  • Kriptorkismus
  • Pertumbuhan payudara seperti wanita yang tampak seperti ginekomastia pada laki-laki.

Jika sang anak mengalami gejala seperti di atas segeralah lakukan pemeriksaan agar pengobatan sindrom insensitivitas androgen bisa dilakukan dengan tepat,

Diagnosis Sindrom Insensitivitas androgen (AIS)

Diagnosis bisa dilakukan saat bayi lahir melalui pemeriksaan fisik, atau pada saat dia memasuki usia remaja dimana gejala-gejala mulai akan terlihat. Umumnya pada PAIS dapat ditemukan lebih awal karena kemungkinan mempunyai kelamin seperti perempuan dan laki-laki. Sedangkan pada CAIS akan ditemukan lebih telat, biasanya ketika anak tidak mengalami menstruasi.

Jika dokter menduga anak menderita AIS, Biasanya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan lanjutan seperti:

  • Menjalankan USG pada daerah panggul
  • Melakukan tes darah untuk memeriksa kadar hormon
  • Seperti follicle-stimulating hormone (FSH), luteinizing hormone (LH), dan testosteron.

Untuk Wanita yang mempunyai keluarga riwayat AIS, dokter akan menyarankan tes penyaringan ketika kehamilan dengan mengambil sampel jaringan dari bagian plasenta dengan teknik chorionic villus sampling (CVS) pada usia kehamilan 11-14 minggu dan dilakukan juga pemeriksaan genetik dari sampel tersebut. Sampel ini bisa diambil dari air ketuban melalui teknik amniocentesis antara 15-20 minggu kehamilan. Akan tetapi harus di ingat bahwa kedua tes ini bisa meningkatkan risiko keguguran.

Pengobatan Sindrom Insensitivitas Androgen

mempunyai anak dengan Sindrom Insensitivitas Androgen (AIS) memang bukanlah hal yang sangat mudah, baik bagi orang tua maupun anak itu sendiri. Ini dikarenakan kelainan genetik yang telah terjadi tidak bisa diperbaiki yang menyebabkan penentuan jenis kelamin sang anak akan menjadi keputusan yang sulit.

Sebagian besar orang tua yang mempunyai anak dengan sindrom Insensitivitas Androgen komplit (CAIS) akan memilih membesarkan anaknya sebagai seorang perempuan, Sebab mempunyai tampilan kelamin sebagai perempuan.

Sementara pada kasus penderita sindrom insensitivitas androgen parsial (PAIS) juga akan sulit menentukan jenis kelaminnya karena mempunyai ciri laki-laki dan perempuan.

Untuk lebih selaras dengan jenis kelamin anak, ada beberapa cara pengobatan Sindrom Insensitivitas Androgen yang bisa dilakukan agar penampilan tubuhnya sesuai dengan jenis kelamin yang dipilihnya.

Operasi pengangkatan testis

Prosedur ini dilakukan untuk anak CAIS perempuan yang mempunyai testis di dalam perut (kriptorkismus) sebab testis berada di dalam perut mempunyai risiko manjadi kanker testis. Dianjurkan untuk melakukan operasi ini sesudah masa pubertas, karena hormon yang di hasilkan testis membantu tubuh anak perempuan dengan CAIS tumbuh sesuai dengan bentuk tubuh wanita.

Operasi testis dan penis

Tindakan ini untuk anak PAIS laki-laki dengan kriptorkimus dan hipospadia. Prosedur operasi yang dilakukan ialah memindahkan testis kembali ke dalam skotum dan membetulkan lubang saluran kemih ke tempat yang seharusnya (ujung penis). Operasi juga bisa dijalankan untuk memperbaiki bentuk penis, bila terdapat kelainan.

Operasi Vagina

Prosedur ini disarankan bagi anak AIS perempuan sesudah mengalami masa puber untuk merekontruksi bentuk vagina. Sebab anak perempuan dengan AIS mempunyai bentuk vagina yang pendek. Hal ini akan menyulitkan penderita saat berhubungan seksual. Klitoris yang membesar pada anak perempuan dengan AIS juga bisa dikurangi ukurannya.

Operasi Payudara

Dilakukan bagi anak AIS yang mengalami pertumbuhan payu darah ketika memasuki usia puber, yakni dengan operasi pengecilan payudara.

Terapi Hormon

Hormmon androgen akan diberikan pada anak laki-laki dengan PAIS yang bertujuan untuk memicu pertumbuhan karakterisik prianya, misalnya pertumbuhan kumis dan jenggot, pertumbuhan penis, serta membuat suara menjadi lebih berat. Wanita dengan CAIS bisa diberikan hormon estrogen sesudah operasi pengangkatan testis. Adapun terapi estrogen ini memiliki fungsi untuk mencegah gejala menopause dan osteoporosis. Penting untuk diketahui, terapi estrogen ini tidak akan memicu timbulnya menstruasi, sebab anak perempuan dengan CAIS tidak mempunyai rahim. Esterogen juga dibutuhkan oleh anak perempuan untuk memicu tumbuhnya karakteristik wanita ketika masa pubertas pada anak perempuan penderita PAIS.

Pada anak penderita AIS, terkadang mempunyai hernia sebab gagalnya testis turun ke skrotum, sehingga mengakibatkan dinding di sekitar perut akan melemah dan usus yang menekan kebagian yang lemah tersebut. Hernia ini bisa dikoreksi dengan operasi hernia sekaligus bisa dilakukan bersamaan dengan pengangkatan testis.

Hal terpenting ialah dukungan orang tua dan anak penderita AIS. Hal ini karena diagnosis AIS bisa menimbulkan rasa malu, cemas, marah, serta perasaan bersalah bagi orang tua sehingga membuat orang tua terguncang secara psikologi. Penderita AIS sangat membutuhkan dukungan dan bantuan agar sang anak bisa mengerti dan beradaptasi dengan kondisi yang dialaminya. Sangat disarankan untuk memberitahu kondisi sebenarnya pada anak sebelum masa pubertas, karena pada masa ini kemungkinan terdapat perubahan dalam diri sang anak yang berbeda dengan teman-temannya. Kondisi ini bisa mengakibatkan trauma bila sang anak tidak mengetahuinya. Akan tetapi, bisa menjadi lebih sulit lagi karena anak seusia tersebut belum sepenuhnya dapat mengerti.

Komplikasi Sindrom Insensitivitas Androgen

Komplikasi yang bisa terjadi adalah kemandulan dan kanker testis dan juga dapat berdampak pada psikologi dan kehidupan sosial penderita. Oleh karena itu, dukungan moral sangatlah penting agar penderita dapat hidup dengan normal.

Itulah informasi lengkap yang bisa kami sampaikan mengenai Pengobatan Sindrom Insensitivitas Androgen secara lengkap. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda dan keluarga.

Tags: