Mengetahui Pengobatan Pubertas Dini Serta Gejala Dan Penyebabnya

Ketahui Pengobatan Pubertas Dini Serta Gejala Dan Penyebabnya – Selamat datang kembali di www.ujangherbal.com yang mana dalam kesempatan ini akan berbagi informasi mengenai pengobatan pubertas dini beserta gejala dan juga peyebabnya. Pubertas ialah masa dimana seorang anak mengalami perubahan yang ditandai dengan aktifnya organ seksual pada tubuhnya. Adapun proses ini terjadi karena adanya perubahan hormon, dan biasanya dimulai ketika anak memasuki usia remaja.

Ketahui Pengobatan Pubertas Dini Serta Gejala Dan Penyebabnya

Pubertas dini adalah kondisi perubahan tubuh anak menjadi dewasa di usia yang lebih awal. Perubahan ini termasuk pada bentuk dan ukuran tubuh, pertumbuhan otot dan tulang, serta perkembangan kemampuan reproduksi.

Seorang anak perempuan dianggap mengalami pubertas dini saat usianya belum mencapai 8 tahun , sementara pada laki-laki terjadi saat usianya belum 9 tahun ketika mengalami pubertas untuk pertama kalinya. Diketahui keadaan ini dialami 1 dari 5.000 anak.

Berdasar pada keterkaitannya dengan hormon GnRH, ada 2 jenis punertas dini, yaitu:

  1. Pubertas dini yang bergantung pada hormon gonadotropin (central precocious puberty atau pubertas dini sentral). Kelainan yang terjadi murni disebabkan oleh pelepasan hormon GnRH yang terlalu dini oleh otak
  2. Pubertas dini yang tidak bergantung pada hormon gonadotropin (peripheral precocious puberty atau pseudopubertas dini). Pada pubertas ini, produksi hormon GnRH mungkin saja normal, namun produksi hormon seks (esterogen dan progesteron) mengalami peningkatan.

Gejala-gejala Pubertas Dini

Gejala atau tanda dari pubertas dini sama dengan gejala yang terjadi pada pubertasumumnya. Namun, gejala atau tanda ini terjadi lebih awal yakni sebelum usia 8 tahun pada perempuan dan 9 tahun pada laki-laki. Berikut adalah tanda/gejala yang dapat muncul antara lain:

Tanda dan gejala pada anak laki-laki

  • Penis dan testis membesar
  • Tumbuh rambut wajah lebih awal (biasanya kumis adalah yang pertama tumbuh)
  • Suara menjadi lebih besar (nge-bass)

Tanda dan gejala pada perempuan

  • Pertumbuhan payudara
  • Terjadi menstruasi pertama

Serta tanda atau gejala yang terjadi pada anak laki-laki dan perempuan, ialah:

  • Timbul atau adanya jerawat
  • Pertumbuhan tubuh yang lebih cepat
  • Mengalami masalah bau badan seperti orang dewasa
  • Pertumbuhan rambut kemaluan dan bulu ketiak

Apabila anak Anda mengalami tanda dan gejal adi atas, segeralah untuk melakukan pemeriksaan agar dokter dapat memberikan pengobatan pubertas dini dengan langkah yang tepat.

Penyebab Pubertas Dini

Kebanyakan kasus pubertas dini sentral, penyebab utamanya belum bisa di pastikan. Anak-anak dengan pubertas ini, sebagian besarnya tidak mempunyai kelainan atau penyakit yang bisa menyebabkan gangguan ini. Namun, terdapat sejumlah faktor yang diduga dapat menjadi pemicunya, antara lain sindrom Mc-Cune-Albright (kelainan hormonal langka yang mempengaruhi pertumbuhan tulang serta warna kulit), hiperplasia andrenal kongenital, hipotiroid, tumor pada otak dan sumsum tulang belakang, serta kondisi cacat saat lahir.

Sementara pada kasus psuedopubertas dini, penyebabnya ialah paparan estrogen dan testosteron eksternal (salep atau krim), sindrom McCune-Albright,tumor atau kista indung telur, tumor pada kelenjar adrenal, dan tumor dalam sel penghasil sperma dan testosteron.

Berikut ini juga kondisi yang dapat meningkatkan risiko seorang anak mengalami pubertas dini, antara lain:

  • Berat badan berlebih (obesitas)
  • Terdapat riwayat kelainan genetika dari orang tua atau saudara kandung
  • Berjenis kelamin wanita
  • Menjalani terapi radiasi pada sistem saraf pusat

Diagnosis pubertas Dini

Diagnosa bisa dimulai pada pendalaman riwayat medis keluarga untuk mencari penyebab terjadinya pubertas dini, dan menjalani serangkaian pemeriksaan fisik, serta tes darah untuk memeriksa kadar hormon yang dimilikinya.

Adapun dokter mungkin juga akan menyarankan agar Anak melakukan pemeriksaan tes stimulasi GnRH. Tes ini dilakukan untuk membedakan jenis pubbbertas dini yang dideritanya.

  • Pubertas dini sentral, peningkatan kadar GnRH akan memicu peningkatan kadar hormon-hormon yang lainnya.
  • Sedangkan, padapseudopubertas dini yakni kadar hormon-hormon yang lainnya tidak mengalami perubahan.

Diagnosis yang dijalankan akan dilengkapi dengan melakukan serangkaian tes tambahan, tes tiroid untuk melihat kondisi fungsi tiroid, tes MRI untuk melihat terjadinya kelainan pada otak yang memicu pubertas dini, dan pemeriksaan X-ray tangan juga pergelangan tangan untuk mengetahui kondisi dan usia tulang anak. Sementara tes ultrasound akan dijalankan dalam rangka memastikan tidak ada gangguan medis lain yang menyebabkan gejala pubertas dini.

Pengobatan Pubertas Dini

Pengobatan pubertas ini diutamakan supaya anak bisa tumbuh dengan normal hingga dewasa, khususnya dalam hal tinggi badan. Gejala yang muncul tanpa masalah medis, pengobatan pubertas dini bisa dijalankan secara efektif dengan suntikan seperti leupolide yang memiliki tujuan menghambat perkembangan proses pubertas selanjutnya. Setelah suntikan dihentikan, proses pubertas bermula kembali sekitar 16 bulan berikutnya.

Dalam pengobatan pubertas dini yang disebabkan oleh kondisi medis, maka yang diutamakan ialah mengatasi masalah medis yang ada agar proses pubertas terhenti.Misalnya, proses pubertas yang disebabkan tumor kemungkinan besar akan berhenti sesudah menjalankan tibdakan operasi pengangkatan tumor tersebut.

Komplikasi Pubertas Dini

Terdapat beberapa kemugkinan komplikasi pada anak yang mengalami pubertas dini, diantaranya:

  • Anak bisa tumbuh lebih tinggi dibanding anak-anak seusianya. Namun pertumbuhan tersebut dapat terhenti lebih dini karena pertumbuhan tulangnya lebih cepat matang. Akibatnya, ketika mencapai usia dewasa orang tersebut akan lebih pendek dibandingkan orang-orang dewasa lainnya.
  • Mengalami masalah emosi dan sosial, biasanya akan muncul ketika anak menyadari sepenuhnya tentang perubahan tubuhnya sehingga menjadi stres. Selain itu, anak tersebut juga bisa berisiko mengalami depresi hingga dapat menyalahgunakan bahan-bahan terlarang.

Perubahan yang terjadi pada penderita usia dini memang sangat mengejutkan, namun hal ini bukanlah diagnosisi medis yang menakutkan. Kebanyakan anak dengan kasus pubertas dini tidak mengalami masalah di masa dewasa, selama mendapatkan pengobatan pubertas dini, terapi dan dukungan psikis yang memadai.

Adapun ketika anak menunjukan tanda pubertas dini yang mengganggu kehidupannya, dokter bisa menunjukan pengobatan pubertas dini yang dibutuhkan dan biasanya berhasil dalam menghentikan proses pubertas dini tersebut.

Demikianlah informasi lengkap yang bisa kami sampaikan mengenai pengobatan pubertas dini lengkap dengan gejala, penyebab, serta diagnosis dan komplikasinya. SEmoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kesehatan Anda dan keluarga Anda.

Tags: