Cara Pengobatan Penyakit Graves

Cara Pengobatan Penyakit Graves Yang Tepat – Selamat datang di situs kesehatan www.ujangherbal.com yang mana pada kesempatan ini, kami kembali akan menyajikan pembahasan informasi mengenai cara pengobatan penyakit graves secara lengkap beserta dengan gejala dan juga penyebabnya.

Cara Pengobatan Penyakit Graves

Cara Pengobatan Penyakit Graves

Pengertian Penyakit Graves

Penyakit Graves merupakan salah satu jenis gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang menjadi penyebab utama hipertiroidisme atau produksi hormon tiroid berlebih. Pada Penderita penyakit Graves, sistem kekebalan tubuhnyalah yang menyerang kelenjar tiroid (autoimun). Kondisi ini membuat kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah yang lebih banyak dari yang tubuh perlukan.

Hormon tiroid banyak mengatur peran tubuh, seperti sistem saraf, perkembangan otak dan suhu tubuh. Tetapi, kadar hormon tiroid yang terlalu banyak dalam tubuh dapat menimbulkan gangguan serius pada jantung, otot, tulang, siklus menstruasi, mata, kulit, dan masalah kesuburan.

Gejala Penyakit Graves

Gejala-gajala yang timbul pada Penyakit Graves yaitu:

  • Diare.
  • Penurunan gairah seks.
  • Mudah lelah.
  • Rontoknya rambut.
  • Insomnia (susah tidur).
  • Sensitif terhadap udara panas.
  • Impotensi (disfungsi ereksi).
  • Mudah berubahnya suasana hati.
  • Jantung berdebar (Palpitasi jantung).
  • Kelenjar tiroid (goiter) membesar.
  • Tremor pada tangan atau jari tangan.
  • Siklus menstruasi berubah.
  • Menurunya berat badan tanpa kehilangan nafsu makan.

Terdapat gejala lain dari Penyakit Graves, penderita akan mengalami Graves oftalmopati dan Graves dermopati.

Adapun Gejala graves oftalmopati terjadi akibat peradangan atau gangguan pada sistem imun, yang memengaruhi otot dan jaringan di sekitar mata. Berikut gejalanya :

  • Diplopia (Penglihatan ganda dari satu objek).
  • Exophthalmos (Mata menonjol).
  • Sensitif terhadap cahaya.
  • Membengkaknya kelopak mata.
  • Rasa sakit atau tekanan pada mata.
  • Terasa kering pada mata.
  • Mata memerah akibat peradangan.
  • Kehilangan penglihatan.

Sementara graves dermopati jarang di temukan. Gejalanya berupa kulit menjadi memerah dan menebal, biasanya terjadi pada area tulang kering atau di bagian atas kaki.

Penyebab Penyakit Graves

Penyebab Penyakit Graves terjadi karena gangguan pada fungsi sistem kekebalan tubuh. Untuk melawan virus atau bakteri yang menyerang tubuh pada keadaan normal tubuh menghasilkan antibodi. Sistem kekebalan tubuh justru menghasilkan antibodi TSI (thyroid-stimulating immunoglobulins), yang menyerang sel-sel tiroid yang sehat. Walaupun begitu belum diketahui mengapa hal tersebut bisa terjadi pada Penyakit Graves ini.

Faktor Risiko Penyakit Graves

Berikut merupakan faktor-faktor yang dapat membuat seseorang lebih berisiko mengalami Penyakit Graves:

  • Genetik. Anggota keluarga yang mempunyai riwayat penyakit Graves menjadi lebih rentan terserang penyakit ini.
  • Jenis kelamin. Wanita lebih berisiko terserang penyakit Graves dibanding pria.
  • Usia. Usia di bawah 40 tahun lebih rentan terjadi penyakit Graves.
  • Kehamilan. Kondisi setelah persalinan pada perempuan dengan gen yang rentan, dapat meningkatkan risiko terserang penyakit Graves.
  • Stres secara emosional atau fisik. Sakit atau peristiwa yang menyebabkan stres, diduga dapat menyebabkan penyakit Graves pada orang dengan gen yang rentan terhadap penyakit ini.
  • Menderita penyakit autoimun lain. Seperti diabetes tipe 1 atau rheumatoid arthritis juga berisiko menimbulkan penyakit Graves pada orang tersebut.
  • Merokok. Merokok dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Bagi perokok yang sedang menderita penyakit Graves, akan semakin berisiko terkena Graves oftalmopati.

Pengobatan Penyakit Graves Secara Medis

Tujuan utama dalam pengobatan penyakit graves adalah untuk mengurangi kelebihan produksi hormon tiroid serta dampaknya bagi tubuh. Adapun terdapat pilihan pengobatan yang dapat dilakukan yakni meliputi:

Obat antitiroid

Pada pengobatan penyakit graves, obat ini memiliki fungsi mengganggu produksi hormon tiroid yang dipicu oleh yodium. Selain itu, biasanya obat antitiroid digunakan sebagai pelengkap yang bisa dikonsumsi sebelum atau setelah menjalani terapi yodium radioaktif. Sejumlah obat yang termasuk antitiroid yaitu propylthiouracil dan methimazole. Sebelum menggunakan obat-obatan ini sangat diharuskan untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter.

Obat Penghambat Beta

Dalam pengobatan penyakit graves, penghambat beta ini akan berfungsi menghambat efek hormon tiroid di dalam tubuh, seperti detak jantung yang tidak beraturan, tremor, gelisah, keringat berlebih dan diare. Sejumlah obat-obatan ini diantaranya nadolol, metoprolol, propranolol, atenolol.

Terapi yodium radioaktif

Prosedur terapi ini dapat dilakukan dalam pengobatan penyakit graves yang nantinya akan menghancurkan sel tiroid yang terlalu aktif serta dapat mengecilkan kelenjar tiroid sehingga gejala yang ditimbulkan oleh penyakit graves akan berkurang secara bertahap. Akan tetapi, terapi ini tidak disarankan terhadap wanita hamil, ibu menyusui, dan penderita yang memiliki masalah dengan penglihatannya karena bisa membuat semakin memperburuk keadaannya. Adapun untuk meningkatkan jumlah hormon teroid yang berkurang akibat terapi ini, pasien/penderita akan memerlukan tambahan hormon tiroid sintesis.

Pembedahan

Tindakan bedah pada pengobatan penyakit graves dilakukan dengan cara mengangkat sebagian atau seluruh kelenjar tiroid pasien. Pembedahan ini dapat berisiko menyebabkan kerusakan pada syaraf pengatur pita suara, juga bisa merusak kelenjar paratiroid yang berfungsi menghasilkan hormon pengatur kadar kalsium dalam darah. Cara inipun menyebabkan pasien memerlukan terapi lanjutan berupa hormon tiroid sintetis untuk meningkatkan kadar hormon tiroid yang rendah akibat kelenjar tiroid yang di angkat.

Penting untuk diketahui, bahwa keberhasilan pengobatan penyakit graves oftalmopati tidak selalu sejalan dengan keberhasilan pengobatan penyakit Graves itu sendiri. Karena itu, Gejala Graves oftalmopati dapat memburuk dalam 3-6 bulan, dan bertahan hingga setahun, kemudian mulai membaik.

Pengobatan Penyakit Graves di Rumah

Berikut ini adalah beberapa penanganan yang dapat membantu pengobatan penyakit graves, antara lain:

  • Makan dan minum obat secara teratur
  • Lakukan olahraga dengan teratur jika diperbolehkan
  • Usahakan bisa mengelola stres dengan baik
  • Tinggikan bagian kepala jika hendak tidur
  • Berhentilah merokok agar gejala tidak memburuk
  • Pada kasus graves oftalmopati jaga kesehatan area mata. Seperti menggunakan kacamata hitam, memberi tetes mata, lakukan kompres dingin pada mata
  • Sedangkan pada kasus graves dermofati, Anda bisa menggunakan salep kortikosteroid dengan disertai kompres untuk mengurangi pembengkakan.

Komplikasi Penyakit Graves

Komplikasi dapat terjadi pada penyakit ini apabila tidak ditangani dengan segera, berikut komplikasi yang dapat terjadi:

  • Gangguan kehamilan. Kelahiran prematur, disfungsi tiroid pada janin, menurunnya perkembangan janin, tekanan darah tinggi pada ibu (preeklamsia), gagal jantung pada ibu, hingga keguguran.
  • Gangguan jantung. Aritmia, perubahan pada struktur dan fungsi jantung, serta menurunnya kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
  • Krisis tiroid (thyroid storm), Kondisi hormon tiroid yang diproduksi secara cepat dan berlebihan. Hal ini disebabkan oleh hipertiroidisme apabila tidak segera ditangani , dan tergolong kondisi yang berbahaya. Gejala krisis tiroid diantaranya tekanan darah rendah, keringat berlebih, sakit kuning, demam, muntah-muntah, kejang-kejang, diare, mengigau, jantung berdebar, hingga koma.
  • Keropos tulang atau osteoporosis. Menyerapnya kalsium ke dalam tulang merupakan kemampuan tubuh karena jumlah hormon tiroid yang berlebihan. Kondisi ini menyebabkan kekuatan tulang menjadi berkurang sehingga menjadi mudah rapuh.

Itulah informasi yang dapat kami sampaikan mengenai pengobatan penyakit groves lengkap dengan gejala, penyebab, dan komplikasinya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kesehatan Anda. Terima kasih.

Tags: