Langkah Penanganan Dan Pengobatan Keracunan Sianida

Langkah Penanganan Dan Pengobatan Keracunan Sianida – Selamat datang dan terima kasih telah berkunjung di www.ujangherbal.com yang merupakan penyedia informasi seputar kesehatan yang sangat menarikuntuk disimak. Pada kesempatan ini, kami akan memberikan pembahasan mengenai langkah pengobatan keracunan sianida yang benar lengkap gejala dan penyebabnya.

Sebelum pada pembahasan pengobatan, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu racun sianida? Sianida merupakan istilah yang mengacu pada bahan kimia yang mengandung ikatan karbon-nitrogen (CN). Sebenarnya terdapat sejumlah zat mengandung sianida, namun tidak semuanya merupakan racun mematikan. Ribuan senyawa yang disebut nitril mengandung gugus sianida namun tidak beracun. Namun yang memang mematikan ialah Natrium sianida (NaCN), potasium sianida (KCN), hidrogen sianida (HCN), dan sianogen klorida (CNCl). Bahayanya adalah seperti dengan kasus ‘kopi sianida’ yang sempat menggemparkan masyarakat Indonesia yang memakan nyawa seorang korban yang meninggal akibat kopi yang dicampur racun sianida. Seperti kita tahu, efeknya sangat mengerikan yakni dalam waktu singkat, korban langsung meninggal dunia. Adapun berikut adalah informasi lengkap cara tepat dalam pengobatan keracunan sianida dapat Anda simak dibawah ini.

Langkah Penanganan Dan Pengobatan Keracunan Sianida

Langkah Penanganan Dan Pengobatan Keracunan Sianida

Keracunan Sianida

Ketika seseorang terpapar sianida dalam jumlah banyak dinyatakan Keracunan Sianida, kemudian bisa terjadi hipoksia dan dapat menyebabkan kematian. Organ penting seperti otak dan jantung akan mengalami kerusakan lebih parah dari pada organ lain, karena organ ini menggunakan banyak oksigen dalam menjalankan fungsinya.

Sianida merupakan salah satu senyawa kimia berbahaya yang dapat berbentuk kristal seperti sodium sianida dan potasium sianida, atau berbentuk gas seperti hidrogen sianida dan klorida sianogen. Sianida umumnya digunakan untuk bahan membuat kertas, plastik dan tekstil dalam industri manufaktur. Sementara di industri pertambangan, sianida digunakan dalam proses ekstraksi emas. Sianida juga bisa digunakan untuk membasmi hama dan serangga.

Sianogen ialah beberapa zat sianida yang berbentuk gas atau kristal dapat melepas sianida ketika proses pengolahan. Tanaman yang mengandung sianogen yaitu seperti, biji buah aprikot, biji persik, biji apel, biji plum dan singkong.

Penyebab Keracunan Sianida

Komponen material sintesis yang dapat mengasilkan sianida saat terbakar, misalnya ialah busa atau plastik, maupun bahan alami seperti sutra atau wol. Pada umumnya Keracunan Sianida terjadi ketika seseorang menghirup asap hasil pembakaran tersebut, yang juga dapat terjadi di dunia industri menggunakan sianida seperti industri agrikultur, logam, plastik, pertambangan, perwarnaan dan perhiasan. Dalam industri Keracunan Sianida terjadi akibat kecelakan kerja, dimana pekerja tidak sengaja terpapar oleh sianida, baik tertelan atau terhirup.

Apabila seseorang merokok, mereka bisa terpapar sianida karena rokok memiliki kadar sianida dalam darah 2,5 kali lebih tinggi dari pada dengan bukan perokok. Kondisi ini terjadi karena secara alami sianida terkandung pada tembakau, tetapi biasanya tidak terlalu banyak untuk menyebabkan keracunan. Seseorang juga dapat terpapar sianida melalui makanan yang mengandung sianogen dalam jumlah banyak.

Gejala Keracunan Sianida

Umumnya gejala ini muncul secara bertahap, pada Keracunan Sianida kronis atau terpapar sianida jumlah sedikit dalam waktu lama. Seseorang yang mengalami Keracunan Sianida akan merasa cemas, muntah, perubahan dalam mengecap rasa, sakit di bagian perut, dada, dan kepala. Sementara pada Keracunan Sianida akut atau terpapar sianida dalam jumlah banyak, gejalanya akan muncul dengan cepat. Racun seketika akan merusak kerja jantung dan otak , kemudian menyebabkan kejang-kejang, koma sampai kematian.

Apabila penderita Keracunan Sianida parah selamat pun akan mengalami kerusakan jantung dan otaknya secara permanen. Keracunan Sianida akut berikut adalah gejala-gejalanya :

  • Kehilangan kesadaran.
  • Paru-paru menjadi rusak.
  • Hipotensi (tekanan darah rendah)
  • Kejang-kejang.
  • Bradikardia.
  • Kegagalan sistem pernapasan.

Penderita Keracunan Sianida bisa saja warna kulitnya berubah menjadi kemerahan karena oksigen terperangkap dalam darah dan tidak dapat masuk ke sel tubuh. Napas penderita pun bisa menjadi sangat lambat dan berbau seperti kacang almond meski sulit untuk dideteksi.

Penanganan Serta Pengobatan Keracunan Sianida

Penanganan awal dengan medis untuk pasien yang mengalami keracunan sianida ialah dengan pemberian oksigen diberengi pemamtauan kerja jantung secara intensif. Bergantung dari beratnya hipoksia, penanganan selanjutnya kemungkinan diperlukan pemasangan selang bantu nafas (intubasi endotrakeal).

Sementara dalam pengobatan keracunan sianida, akan dilakukan dengan terapi obat-obatan. Di antaranya:

  • Obat penawar sianida (antidot). Misalnya obat hidroksokobalamin dan natrium tiosulfat. Dalam pengobatan keracunan sianida, 2 jenis obat ini diberikan melalui suntikan pembuluh darah, dan penggunaannya adalah untuk mempercepat detoksifikasi. Obat ini bisa diberikan tanpa menunggu hasil tes darah terhadap orang yang dicurigai keracunan sianida.
  • Epinephrine. Pada pengobatan keracunan sianida, obat ini berguna untuk membantu kerja jantung serta pembuluh darah dalam mengalirkan oksigen.
  • Arang aktif. Terapi ini dapat dilakukan dalam pengobatan keracunan sianida karena bisa membantu menghilangkan racun termasuk akibat menelan racun sianida. Namun jika keracunan yang terjadi masih dalam waktu 4 jam.
  • Natrium bikarbonat. Adapun terapi ini akan digunakan dalam pengobatan keracunan sianida saat atau jika terjadi asidosis.
  • Obat-obatan anti kejang, Misalnya midazolam, fenobarbital, dan lorazepam.
  • Amil nitrit. Ini merupakan antidot sementara yang diberikan dengan cara dihirup.

Sangat penting untuk diketahui bahwa pengobatan keracunan sianida ini hanya bisa dilakukan oleh petugas medis.

Pertolongan Pertama Untuk Keracunan Sianida

Akan tetapi, Anda dapat melakukan tindakan pertolongan pertama atau pencegahan bila Anda atau orang lain terpapar sianida, seperti:

  • Apabila terjadi kebakaran, jauhi area tersebut agar Anda tidak menghirup udara yang telah tercemar.
  • Segeralah keluar dari ruangan yang terkontaminasi gas sianida serta segeralah mencari udara yang segar. Bila tidak bisa hingga keluar ruangan, tiarap sedekat mungkin dengan tanah dan selalu lindungi pernapasan Anda.
  • Aliri mata Anda dengan air selama 10-15 menit, jika mata terasa panas dan pandangan menjadi kabur.
  • Cuci rambut dan juga tubuh Anda dengan air dan sabun selama 20 menit lalu bilas.
  • Apabila Anda tidak sengaja menelan sianida, jangan meminum sesuatu dan jangan berusaha membuat diri Anda muntah.
  • Jika pakaian/barang yang melekat pada tubh Anda terkena sianida, segeralah lepaskan dan masukkan ke dalam kantong plastik yang tertutup, kemudian lapisi kembali dengan kantong plastik.

Untuk memberikan pertolongan kepada seseorang yang terpapar sianida melalui udara atau makanan, Anda dapat membawanya ke ruangan yang terbuka. Jika diperlukan, berikan teknik kompresi dada (CPR) tetapi jangan memberinya nafas buatan langsung dari mulut ke mulut. Sangat penting juga untuk Anda ketahui bahwa Anda harus berhati-hati menangani orang yang kulit atau pakaiannya terkena zat sianida. Langkah terbaik yang dapat Anda lakukan adalah dengan menghubungi petugasmedis agar Anda tidak ikut terkontaminasi racun sianida ini.

Demikianlah informasi lengkap terkait langkah penanganan dan juga pengobatan keracunan sianida yang bisa kami sampaikan. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kesehatan Anda dan juga seluruh keluarga Anda.

Tags: