Mengetahui Metode Pengobatan Hipotermia Secara Tepat

Ketahui Metode Pengobatan Hipotermia Secara Tepat – Selamat bergabung kembali bersama situs resmi informasi kesehatan menarik di www.ujangherbal.com yang kali ini kami akan membahas mengenai metode pengobatan hipotermia secara tepat. Berikut ini kami juga akan sampaikan dengan lengkap gejala, penyebab, serta pencegahan hipotermia.

Metode Pengobatan Hipotermia Secara Tepat

Mengetahui Metode Pengobatan Hipotermia Secara Tepat

Definisi Hipotermia

Hipotermia ialah keadaan yang terjadi saat temperatur menjadi sangat rendah, yaitu jauh dibawah suhu tubuh normal sekitar 37º Celsius. Orang yang mengalami hipotermia dapat mempunyai suhu tubuh hingga di bawah 35º C. Hal ini merupakan kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan medis darurat.

Ketika temperatur tubuh terdapat dibawah titik normal, sistem pernafasan dan juga fungsi organ lainnya di dalam tubuh akan mulai terganggu. Sehingga jika tidak sehera tertangani, hipotermia akan menyebabkan kegagalan pada sistem pernafasan dan sistem sirkulasi pada jantung yang akhirnya bisa menyebabkan kematian.

Jenis-jenis Hipotermia

Berdasarkan pada tingkat kecepatan hilangnya panas di dalam tubuh, hipotermia bisa dibedakan menjadi:

  • Hipotermia akut atau imersi.
    Keadaan ini dapat terjadi jika seseorang kehilangan panas tubuh secara mendadak dan sangat cepat. Misalnya ketika seseorang jatuh ke kolam yang dingin.
  • Hipotermia akibat kelelahan.
    Dalam kondisi yang terlalu lemah, menjadikan tubuh tidak mampu menghasilkan panas sehingga orang tersebut dapat jatuh pada kondisi hipotermia.
  • Selanjutnya, Hipotermia kronis.
    Merupakan jenis hipotermia yang terjadi ketika panas tubuh menghilang secara perlahan. Umumnya kondisi ini terjadi pada lansia yang tinggal diruangan dengan kehangatan yang kurang atau pada tunawisma yang tidur diluar ruangan.

Penyebab Hipotermia

Penyebab yang utama terjadinya kondisi hipotermia adalah pajanan udara dingin. Adapun beberapa situasi yang memicu kondisi ini, diantaranya:

  • Terjatuh ke kolam yang dingin.
  • Terlalu lama berada di tempat yang dingin.
  • Mengenakan pakaian yang basah dengan waktu yang cukup lama.
  • Tidak mengenakan pakaian yang tepat saat mendaki gunung.
  • Suhu pendingin ruangan yang terlalu rendah, terutama bagi manula dan juga bayi.

Faktor Risiko Hipotermia

Hipotermia bisa terjadi pada siapa saja, akan tetapi ada faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini, antara lain meliputi:

  • Usia

Pada bayi dan juga manula, kemampuan dalam mengendalikan temperatur tubuh yang belum berkembang dengan sempurna pada bayi dan yang menurun pada manula. Anak-anak juga terkadang mengabaikan udara dingin karena terlalu asyik bermain.

  • Minuman alkohol serta obat-obatan terlarang

minuman keras dan juga obat-obatan terlarang akan melebarkan pembuluh darah yang menyebabkan adanya peningkatan pelepasan panas tubuh dari permukaan kulit. Serta keadaan mabuk/teler ini bisa membuat seseorang tidak menyadari situasi dan cuaca dingin disekitarnya.

  • Penyakit yang memengaruhi memori

Seperti penyakit Alzheimer. Penderita penyakit ini umumnya tidak sadar bahwa mereka sedang kedinginan/tidak paham apa yang harus dilakukan.

  • Pengaruh penyakit tertentu

Terdapat sejumlah penyakit yang bisa memengarui mekanisme pengendali suhu tubuh, contohnya stroke, anoreksia nervosa, dan hipotiroidisme.

  • Obat-obatan tertentu

Seperti sedatif, antidepresan, dan analgesik opiat. Obat-obatan ini akan memengaruhi kemampuan tubuh untuk mengendalikan temperatur.

  • Orang yang menghabiskan waktu lama di tempat yang dingin

Seperti tunawisma dan pendaki gunung.

Gejala-gejala Hipotermia

Tanda atau gejala pada hipotermia sangat beragam hingga terkadang sulit untuk dikenali. Adapun gejala yang muncul bergantung pada seberapa rendah suhu tubuh penderitanya.

Pada bayi yang mengalami hipotermia umumnya dapat terlihat sehat, namun kulitnya akan terasa dingin dan terlihat kemerahan serta bayi juga akan terlihat lemas, cenderung sangat diam, dan tidak mau menyusu/makan.

Gejala hipotermia akan berkembang dengan perlahan-lahan yang menyebabkan tidak tersadari oleh pengidapnya. Ketika seseorang mengalami hipotermia ringan gejala yang akan ditunjukan ialah meliputi menggigil disertai rasa lemas, lelah, lapar, pusing, mual, kulit yang pucat dan dingin, serta napas yang cepat.

Apabila suhu tubuh terus menurun sampai di bawah 32°C, maka tubuh penderita hipotermia biasanya tidak dapat memicu respons menggigil lagi yang menandakan tingkat keparahan hipotermia telah memasuki tahap menengah hingga parah.

Penderita serangan hipotermia pada tingkat menengah (suhu tubuh 28-32°C) gejala yang dapat dialami ialah sebagai berikut:

  • Mengantuk atau merasa lemas.
  • Berbicara tidak jelas atau bergumam.
  • Merasa linglung dan juga bingung.
  • Nafas yang pelan dan pendek.
  • Sulit bergerak dan koordinasi tubuh yang menurun.
  • Kehilangan akal sehat, seperti membbuka pakaian meski sedang kedinginan.
  • Tingkat kesadaran yang terus menurun.

Jika tidak tertangani dengan segera, maka suhu tubuh akan makin menurun hingga memicu hipotermia yang parah dengan suhu tubuh di bawah 28°C. Adapun kondisi ini akan ditandai dengan gejala berupa:

  • Mengalami pingsan.
  • Denyut nadi menjadi lemah, tidak teratur atau bahkan sama sekali tidak ada denyut nadi.
  • Pupil mata yang melebar.
  • Nafas yang pendek/sama sekali tidak bernafas.

Apabila terdapat anggota keluarga Anda yang mengalami gejala-gejala di atas, segeralah untuk melakukan pemeriksaan agar bisa mendapatkan pengobatan hipotermia dengan tepat.

Metode Pengobatan Hipotermia

Tahap paling utama dalam pengobatan hipotermia ialah dengan mencegah proses pelepasan panas tubuh dan menghangatkan tubuh penderita secara perlahan-lahan.

Sebelum penderita hipotermia mendapatkan penanganan dari petugas medis profesional, terdapat beberapa metode pengobatan hiportemia yang bisa membantu Anda dalam melakukan pertolongan pertama. Adapun metode-metode tersebut ialah meliputi:

  • Memantau pernafasan pengidap. Lakukan nafas buatan apabila penderita berhenti bernafas.
  • Perlakukan pengidap dengan hati-hati. Hal ini karena gerakan yang berlebihan dan kasar bisa memicu serangan jantung. Menggosok tangan/kaki penderita juga sebaiknya dihindari.
  • Pindahkan pengidap ke tempat atau ruangan yang hangat apabila memungkinkan. Namun, jangan langsung memandikan penderita meski dengan air hangat.
  • Melepaskan pakaian penderita jika basah dan gantilah dengan yang kering.
  • Menutupi tubuh pengidap khususnya di bagian perut dan kepala dengan selimut / pakaian agar hangat.
    Jika Anda berada di luar ruangan atau di alam terbuka, lapisilah tanah dengan dengan selimut sebelum membaringkan pengidap.
  • Berbagi panas tubuh dengan pengidap, seperti dengan memeluknya secara hati-hati. Kontak langsung dari kulit ke kulit biasanya akan lebih efektif.
  • Berikan minuman hangat bila pengidap masih sadar dan bisa menelan. Namun jangan memberikan minuman yang mengandung kafein atau alkohol.
  • Gunakanlah handuk kering yang dihangatkan/botol berisi air hangat untuk mengompres pengidap. Pengompresan paling baik dengan diletakkan di dada, leher, atau selangkangan. Akan tetapi, jangan meletakkan di bagian tangan atau kaki karena bisa mendorong darah yang dingin untuk mengalir ke jantung, paru-paru, dan juga otak.

Ketika telah sampai di rumah sakit, penderita hipotermia akan menerima serangkaian pengobatan hipotermia secara medis. Pemilihanjenis pengobatan dan penanganan akan bergantung pada tingkat keparahan hipotermia yang dialami penderita.

Berikut ini sejumlah jenis pengobatan hipotermia secara intensif yang biasanya dilakukan, antara lain:
  • Menghangatkan saluran pernafasan dengan cara memberikan oksigen yang telah dilembapkan dan dihangatkan melalui masker dan selang.
  • Mengeluarkan dan menghangatkan darah penderita, kemudian kembali mengalirkannya ke dalam tubuh. Prosedur ini di lakukan dengan mesin pintas antung dan paru (CPB) / mesin hemodialisis.
  • Memberikan infus yang berisi larutan salin yang telah dihangatkan.
  • Mengalirkan larutan yang hangat untuk melewati dan menghangatkan sejumlah organ tubuh. Seperti sekitar rongga perut atau paru-paru.

Apabila tidak melakukan pengobatan hipotermia, akan menyebabkan sejumlah komplikasi serius yang membahayakan kondisi kesehatan. Misalnya frosbite/radang beku dan gangren/jaringan yang membusuk akibat terhambatnya aliran darah, atau bahkan kematian.

Langkah-langkah Pencegahan Hipotermia

Dalam pengobatan hipotermia, cara paling tepat ialah dengan mencegah hipotermia terjadi. Dan berikut ini adalah langkah-langkah sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menghindari hipotermia, diantaranya:

  • Menjaga agar tubuh tetap kering. Gantilah pakaian Anda yang basah sebab dapat menyerap panas tubuh Anda.
  • Kenakanlah pakaian yang sesuai dengan cuaca serta kegiatan Anda, khususnya untuk Anda yang gemar mendaki gunung/berkemah di tempat yang dingin. Kenakan pakaian dari bahan yang bisa menjaga kehangatan tubuh sekaligus dapat meyerap keringat. Seperti wol, dan gunakanlah jaket yang tahan angin dan air. Hindarilah pakaian berbahan katun.
  • Melakukan gerakan sederhana untuk menghangatkan tubuh, namun jangan sampai mengeluarkan keringat secara berlebihan. Sebab saat terkena angin, baju yang basah karena keringat dapat menurunkan panas tubuh Anda.
  • Jangan lupa untuk selalu menggunakan topi, syal, kaos kaki, sarung tangan, dan sepatu bot pada jenis kegiatan yang diharuskan Anda mengenakannya agar suhu tubuh terjaga.
  • Selalu sediakan minuman dan makanan hangat, namun hindarilah minuman yang mengandung kafein dan alkohol.

Dibandingkan dengan orang dewasa, bayi dan anak-anak lebih rentan terkena serangan hipotermia. Untuk itu, Anda diharuskan melakukan langkah-langkah pencegahan agar mereka dapat terhinndar dari bahaya hipotermia. Diantaranya ialah:

  • Berikan pakaian atau jaket tambahan agar lapisan perlindungan mereka lebih tebal.
  • Jangan biarkan bayi Anda tidur pada ruangan yang suhunya terlalu dingin.
  • Jangan biarkan anak Anda bermain diluar saat hujan/cuaca dingin. Segera membawa anak masuk saat mulai menggigil.

Menghindari diri dari udara dingin akan membantu kita mencegah serangan hipotermia yang berpotensi fatal.

Itulah informasi lengkap yang bisa kami sampaikan mengenai metode pengobatan hipotermia secara tepat. Terima kasih telah menyimak artikel kami hingga selesai. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kesehatan Anda dan keluarga.

Tags: