Pengobatan Hernia Nukleus Pulposus (HNP) Atau Saraf Kejepit

Pengobatan Hernia Nukleus Pulposus (HNP) Atau Saraf Kejepit Lengkap – Hernia Nukleus Pulposus (HNP) yang kebanyakan masyarakat Indonesia lebih mengenalnya dengan isti saraf kejepit, merupakan suatu kondisi yang berbahaya bagi tubuh karena dapat menyebabkan kelumpuhan. Bahkan jika keadaan memburuk pengobatan Hernia Nukleus Pulposus (HNP) Atau Saraf Kejepit akan dilakukan dengan cara operasi. Namun sebelum keadaan memburuk, ada berbagai cara mudah yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi Hernia Nukleus Pulposus (HNP) Atau Saraf Kejepit ini.

Terima kasih telah berkunjung di situs informasi kesehatan ujangherbal.com

Cara Mudah Menjalankan Pengobatan Hernia Nukleus Pulposus (HNP) Atau Saraf Kejepit

Hernia Nukleus Pulposus (HNP) adalah suatu kondisi saat cakram atau bantalan tulang belakang (vertebrata) keluar dari posisi semulanya dan menjepit saraf yang ada di belakangnya. Kondisi ini yang dapat disebut dengan istilah saraf kejepit.

Biasanya HNP ini akan menyerang bagian keempat atau kelima vertebra lumbal (di punggung bawah) atau vertebra serviks (di leher), terutama pada penderita yang telah memasuki usia senja.

Gejala Hernia Nukleus Pulposus

Sebagian besar penderita HNP atau saraf kejepit biasanya mengalami gejala seperti berikut:

  • Fungsi otot akan melemah yang menyebabkan kemampuan penderita dalam bergerak menurun.
  • Terdapat rasa nyeri pada bahu atau kaki.
  • Mengalami kesemutan dan kaku pada beberapa titik anggota tubuh. umumnya di sekitar bahu, tangan, punggung, tungkai, dan kaki.

Penyebab Hernia Nukleus Pulposus

Bersamaan dengan bertambahnya usia atau karena akibat cedera, akan terjadi penurunan atau elastisitas dari bantalan yang terdapat di antara ruas tulang belakang ini. Sehingga pada bagian dalam dari bantalan ini bisa menonjol keluar dan menekan syaraf. Yang menyebabkan penderita akan mengalami penurunan kemampuan gerak fisik hingga mengalami rasa nyeri.

Di samping itu, ada beberapa hal lain juga yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena HNP. Diantaranya:

  • Obesitas. Berat tubuh berlebih ini akan membuat adanya penekanan pada tulang punggung.
  • Genetika. Jika dari salah satu anggota keluarga memiliki riwayat HNP. Anda juga memiliki risiko untuk mengidap penyakit tersebut.
  • Mengangkat beban berat. Dapat berpotensi HNP, yaitu jika secara berulang Seseorang itu mengangkat beban berat dengan fostur yang salah.
  • Merokok. Pada seseorang yang sering merokok, akan terjadi pengikisan pada tulang punggung dan menurunnya kadar oksigen pada cakram yang disebabkan oleh asap rokok.

Pengobatan Hernia Nukleus Pulposus

Ada banyak cara yang dapat dilakukan dalam pengobatan Hernia Nukleus Pulposus atau saraf kejepit ini, yaitu melalui terapi, obat-obatan, atau operasi. Adapun tingkat keparahan pada gejala yang di alami akan berpengaruh dalam pengobatan.

Obat-obatan Hernia Nukleus Pulposus

Jenis obat-obatan yang dapat digunakan atau yang akan mungkin disarankan dokter untuk pengobatan Hernia Nukleus Pulposus adalah sebagai berikut:

  • Obat antikonvulsan. Pada saraf terjepit umumnya obat ini digunakan untuk mengontrol kejang.
  • Obat kortikosteriod oral. Seperti prednisone atau methylprednisolone yang berfungsi untuk meredakan pembengkakan dan peradangan. Biasanya dokter akan memberikan obat ini untuk saraf kejepit yang mempunyai kasus tertentu.
  • Suntikan kortikosteroid. Yaitu, Suntikan antiinflamasi streoid yang biasanya akan diberikan secara langsung pada titik saraf yang bermasalah.
  • Obat pereda nyeri. Seperti paracetamol, naproxen, ibuprofes dapat digunakan saat kondisi yang di alami masih termasuk pada gejala ringan. Dan sebaiknya lakukan konsultasi ke dokter meskipun obat-obatan ini dijual secara bebas agar dosis dapat sesuai.
  • Obat opioid. Seperti codein atau kombinasi oxycodone-paracetamol yang juga berfungsi untuk meredam rasa sakit. Obat ini hanya dapat dikonsumsi dalam jangka waktu pendek.
  • Dan obat penenang otot. Obat ini digunakan bagi penderita yang mengalami kejang pada otot.

Terapi Hernia Nukleus Pulposus

Jika gejala pada penderiata HNP ini tidak kunjung reda, biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan terapi fisik. Yaitu, latihan posisi tubuh dan olahraga peregangan otot. Selain itu, Anda juga dapat melakukan terapi dirumah yaitu dengan melakukan yoga atau jalan santai.

Adapun jenis terapi lainnya seperti perawatan chiropratic, akupuntur, dan pijat ini bisa dilakukan untuk pengobatan Hernia Nukleus Pulposus.

Operasi Hernia Nukleus Pulposus

Operasi ini dilakukan sebagai pemulihan. Meskipun tindakan operasi pada kasus Hernia Nukleus Pulposus terbilang kecil, Namun dokter umumnya juga akan melakukan operasi pada jenis penderita yang mempunyai ciri sebagai berikut:

  • Penderita yang tidak bisa mengontrol kemih.
  • Otot penderita yang sudah kaku atau melemah.
  • Gejala yang tidak mereda setelah 6 minggu melakukan pengobatan.
  • Serta pada penderita yang sudah Kesulitan berdiri dan berjalan.

Tindakan operasi ini adalah disektomi, yaitu pengangkatan sebagian atau seluruh bantalan yang menjepit saraf. Dan penting untuk diketahui bahwa penderita harus mengubah pola aktivitas dan menjaga kondisi dengan baik agar terhindar dari efek samping pasca operasi.

Pencegahan Hernia Nukleus Pulposus

Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Nah, untuk menghindari pengobatan Hernia Nukleus Pulposus, Anda dapat terlebih dahulu mencegah datangnya penyakit ini dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Menghindari cedera. salah satunya hindari pergerakkan mendaddak karena dapat menyebabkan cedera pada tulang punggung.
  • Menjaga berat badan untuk selalu normal atau ideal.
  • Selalu menjaga postur tubuh. Dengan memastikan bahwa anda duduk dengan fostur yang tegak.
  • Hindari merokok
  • Serta yang terpenting adalah selalu berolahraga secara teratur. Khususnya pada jenis olahraga yang dapat menguatkan sendi, otot,dan tulang belakang.

Tags: