Informasi Lengkap Pengobatan Dwarfisme Yang Benar

Informasi Lengkap Mengenai Pengobatan Dwarfisme Yang Benar – Selamat datang kembali di www.ujangherbal.com yang menyediakan beragam informasi menarik kesehatan serta pengobatan. Pada kesempatan ini, kami akan memberikan informasi lengkap mengenai pengobatan dwarfisme yang benar. Tahukah Anda dengan penyakit dwarfisme? Seseorang dinyatakan mengalami dwarfisme jika tinggi badannya hanya mencapai kisaran 147cm atau lebih pendek. Adapun kondisi ini lebih sering disebut dengan perawakan tubuh yang pendek.

Langkah Pengobatan Dwarfisme Yang Benar

Informasi Lengkap Pengobatan Dwarfisme Yang Benar

Dwarfisme ialah suatu keadaan yang ditandai dengan tubuh pendek akibat kelainan medis/genetis.

Penyebab Dwarfisme

Terdapat beberapa penyebab dwarfisme yakni karena mutasi genetis dari orang tua, nutrisi yang buruk, atau kekurangan hormon. Selain itu dwarfisme juga bisa disebabkan oleh kondisi medis lainnya serta penyebab lain yang belum diketahui hingga kini.

Penyakit dwarfisme yang khusus berkembang akibat dari kondisi medis tergolong menjadi 2 kategori, yaitu:

  1. Dwarfisme proporsional, yakni yang semua anggota tubuh mempunyai ukuran yang sama kecil dan proposional dengan tinggi tubuh penderia dwarfisme yang akan terlihat seperti postur tubuh normal pada umumnya. Keadaan ini biasanya tidak langsung terlihat pada saat lahir, adapun gejala dapat muncul di awal masa anak-anak yang kemudian membatasi keseluruhan proses tumbuh kembanng anak. Umumnya kondisi ini disebabkan dengan berkurangnya produksi hormon pertumbuhan oleh kelenjar pituitari/kelenjar di bawah otak sehingga tidak memenuhi asupan untuk pertumbuhan yang normal.
  2. Sementara pada dwarfisme disproporsional hanya sebagian anggota tubuh yang mempunyai ukuran yang sama kecil dan proposional dengan tinggi tubuh, akan tetapi anggota tubuh lainnya mempunyai ukuran normal / bahkan lebih besar dari ukuran rata-rata. Dan terdapat beberapa kondisi medis yang bisa mengakibatkan terhambatnya perkembangan tulang pada penderita.

Berikut ini kondisi medis yang dapat menyebabkan dwarfisme ialah:

  • Sindrom Down, Sindrom Noonan, Sindrom Conradi, Sindrom Prader-Willi, Sindrom Turner, dan Sindrom Ellis-van Creveld.
  • Hypochondroplasia
  • Penyakit mucopolysaccharide
  • Multiple epiphyseal dysplasia
  • Diastrophic dysplasia
  • Perawatan yang menggunakan steroid, misalnya penyakit asma
  • Penyakit jangka panjang yang berdampak kepada paru-paru, jantung, atau ginjal

Penyakit dwarfisme ini bisa disebabkan oleh lebih dari 300 keadaan medis. Untuk itu, gejala yang dapat terjadi juga sangat beragam.

Gejala-gejala Dwarfisme

Berikut ini adalah gejala penyakit dwarfisme yang beragam pada tiap kategorinya, diantaranya:

Dwarfisme Proporsional

Keadaan ini memengaruhi keseluruhan bagian tubuh yang menyebabkan buruknya perkembangan satu / beberapa sistem pada tubuh. Pengidap kondisi ini biasanya mempunyai kepala, tubuh, dan badan yang kecil, namun berukuran proposional satu sama lainnya. Gejala lainnya, antara lain:

  • Mempunyai tingkat pertumbuhan yang lebih lambat untuk usianya
  • Mempunyai tinggi di bawah persentil ketiga berdasarkan grafik standar pertumbuhan anak
  • Pada saat remaja,perkembangan organ seksual tertunda atau bahkan tidak ada

Gejala tambahan juga dapat dialami, adapun berkaitan dengan penyakit yang mendasari berkembangnya kondisi seperti penderita sindrom Prader-Willi akan cenderung mempunyai selera makan yang terus-menerus.

Dwarfisme Disproporsional

Biasanya gejala dwarfisme disproposional ini akan segera terlihat di saat lahir atau di awal masa kanak-kanak. Namun kebanyakan penderita kondisi ini tetap mempunyai kapasitas intelektual yang normal. Untuk itu, tidak jarang juga penderita dwarfisme disproporsional mempunyai tubuh yang normal dengan tungkai yang sangat pendek / tubuh yang sangat pendek dengan tungkai yang lebih pendek dan juga lebar. Umumnya bagian kepala akan lebih besar dibandingkan dengan tubuh.

Berdasarkan kondisi-kondisi yang menjadi penyebabnya, berikut adalah gejala dwarfisme disproporsional.

  1. Dwarfisme disproporsional akibat achondroplasia.

Disertai dengan gejala, sebagai berikut:

  • Ukuran tubuh rata-rata atau umun, yakni tinggi oarang dewasa sekitar 122 cm.
  • Ukuran kepala tidak proposional dengan tubuh biasanya akan lebih besar, dahi yang menonjol, serta bagian atas hidung yang rata.
  • Jari-jari yang pendek dan terdapat jarak lebar antara jari tengah dan jari manis.
  • Mempunyai pergerakan yang terbatas di area siku.
  • Lengan dan kaki yang pendek dan adanya jarak yang lebar antara kaki bagian atas yang lebih pendek dibandingkan lengan dan kaki bagian bawah.
  • Perkembangan progresip pada kaki yang cenderung bengkok.
  • Perkembangan progresip pada punggung bawah yang bengkok ke arah perut

2. Dwarfisme disproporsional akibat spondyloepiphyseal dysplasia congenital (SEDC)

Disertai dengan gejala antara lain:

  • Mempunyai ukuran badan yang sangat pendek.
  • Tinggi orang dewasa bekisar antara 90-120 cm.
  • Tulang pipi sedikit rata.
  • Leher yang pendek dengan tulang leher yang tidak stabil.
  • Dada yang luas dan bulat.
  • Terdapat bukaan di langit-langit mulut.
  • Ukuran tangan dan kaki normal.
  • Cacat pinggul yang menyebabkan tulang paha menghadap ke arah dalam.
  • Mempunyai arthritis dan masalah yang berkenaan dengan penyakit sendi.
  • Mengalami gangguan pendengaran dan penglihatan.

Pengobatan Dwarfisme

Dalam pengobatan dwarfisme akan banyak melibatkan berbagai macam dokter spesialis, sesuai dengan kondisi penderita. Sebagian besar perawatan dwarfisme tidak dapat memperbaiki postur tubuh. Pengobatan dwarfisme ini di lakukan untuk mengurangi gangguan yang muncul akibat komplikasi dari keadaan ini.

Inilah beberpa perawatan yang bisa dilakukan dalam pengobatan dwarfisme, yaitu:

  • Terapi Hormon. Yaitu sebuah hormon sintetis akan disuntikan untuk membantu hormon pertumbuhan yang kurang pada penderita dwarfisme. Penyuntikan hormon ini akan dilakukan hingga beberapa kali selama masa remaja, minimal hingga tinggi badan maksimum dari tinggi rata-rata di keluarga pasien tercapai. Suntikan ini juga bisa dilakukan untuk memastikan tubuh bisa sesuai dengan kapasitas pertumbuhan yang seharusnya. Perawatan ini dapat dilengkapi juga dengan terapi hormon lain. seperti hormon esterogen bagi penderita sindrom turner.
  • Prosedur Operasi. Operasi ini mempunyai tujuan untuk memperbaiki arah tumbuh tulang, memperbaiki bentuk tulang belakang agar stabil, dan memperbesar pembukaan di tulang belakang serta mengurangi tekanan pada saraf tulang belakang. Prosedur operasi ini juga di lakukan untuk membuanng cairan di otak saat kondisi hidrosefalus.
  • Pemanjangan anggota tubuh. Sejumlah penderita kondisi dwarfisme akan memilih prosedur ini meski sangat berisiko dan masih kontroversial. Adapun risikonya ialah akan berpengaruh pada kondisi kesehatan fisik dan mental akibat banyaknya prosedur operasi yang harus dijalankan.
  • Rawat jalan untuk membantu kondisi kesehatan penderita dwarfisme, hal ini dilakukan dengan mengingat sejumlah komplikasi dari kondisi yang bisa berpengaruh kepada aktivitas keseharian, seperti mengalami apnea tidur dan infeksi telinga.

Pengobatan Dwarfisme Di Rumah

Selain pengobatan yang dilakukan secara medis di rumah sakit, penderita dwarfisme ini juga bisa melakukan perawatan dalam pengobatan dwarfisme dengan menyesuaikan kondisi di lingkungan rumah saat beraktivitas sehari-hari. Diantaranya:

  • Selalu mengupayakan menjaga postur tubuh anak dengan menyediakan bantal untuk punggung bagian bawah juga bangku kecil untuk anak duduk.
  • Memberikan dukungan yang memadai untuk menjaga kepala dan leher ketika ia sedang duduk.
  • Hindari menggendong anak menggunakan ayunan, gendongkan kain/gendongan di punggung yang tidak menyongkong leher serta membuat punggung melengkung seperti huruf “C”
  • Menggunakan kursi khusus anak yang kokoh dan menopang leher dan punggung dengan baik pada kendaraan Anda. Atur kursi dengan menghadap belakang, pada aturan berat dan tinggi badan tertinggi yang memungkinkan.
  • Perhatikan selalu gejala atau tanda komplikasi pada anak.
  • Mulailah diet makanan sehat dan seimbang sejak dini untuk mencegah mesalah penambahan berat badan.
  • Ajak anak untuk lebih sering berpartisipasi pada kegiatan menyehatkan. Misalnya berenang dan bersepeda. namun hindarilah olahraga yang memberikan benturan pada tubuh, seperti senam atau gimnastik, sepak bola, dan menyelam.

Pada kebanyakan penderita dwarfisme tidak mempunyai gangguan yang serius terkait kondisi nya, sehingga bisa menjalani hidup secara normal dengan harapan umur yang normal juga.

Demikianlah informasi lengkap mengenai Pengobatan Dwarfisme yang bisa kami sampaikan. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda dan seluruh keluarga Anda.