Tips Pengobatan Brucellosis Serta Gejala dan Diagnosisnya

Pengobatan Brucellosis Lengkap dengan Gejala dan Diagnosisnya,- ujangherbal.com РSaat ini telah banyak berbagai jenis penyakit yang berasal dari hewan. Hal ini tentu menjadi sangat penting, mengingat penyakit dari hewan ini bisa mewabah hingga jangkauannya luas. Salah satu jenis penyakit yang bisa ditularkan oleh hewan yaitu brucellosis.

Mungkin penyakit brucellosis terdengar cukup asing bagi sebagian besar orang. Ini merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Brucella yang umumnya terjadi pada hewan ternak, seperti sapi, domba, unta, dan kambing.

Meskipun sangat jarang terjadi, namun penyakit brucellosis ini juga bisa menyerang manusia. Bakteri Brucella bisa masuk ke tubuh melalui kulit, selaput lendir, saluran pernapasan, saluran pencernaan, bahkan melalui mata. Brucella bisa bertahan hidup di dalam tubuh dan berpindah dari satu organ ke organ lain melalui sistem aliran getah bening atau melalui aliran darah.

Penyakit ini bisa menyebar ke manusia jika seseorang berkontak langsung dengan hewan yang telah terinfeksi atau mengonsumsi produk dari hewan tersebut, terutama yang tidak dipasteurisasi.

Pada kasus yang sangat langka, penyakit brucellosis ini juga bisa menyebar melalui udara. Penularan antar manusia sangat jarang terjadi. Namun pada beberapa kasus, wanita yang telah terinfeksi bisa menularkan penyakit ini ke bayinya melalui proses persalinan dan menyusui. Penularan juga bisa terjadi melalui hubungan seksual atau transfusi darah.

Pengobatan Brucellosis

Mengetahui Gejala, Diagnosis, serta Tips Pengobatan Brucellosis

Gejala awal dari penyakit brucellosis ini mirip dengan penyakit infeksi lainnya, yaitu seperti demam, sakit kepala, kehilangan nafsu makan, nyeri otot dan sendi, keringat berlebihan, serta mudah lelah. Gejala ini bisa terjadi hanya sebentar atau bisa juga dalam waktu yang lama, tergantung pada daya tahan tubuh seseorang.

Jika daya tahan tubuh yang dimiliki kurang baik, maka gejala selanjutnya yang bisa terjadi yaitu demam yang hilang-timbul, pembengkakan pada buah zakar, pembesaran hati dan limpa, peradangan sendi, infeksi pada lapisan dalam jantung (endocarditis), dan gangguan saraf.

Pada sebagian kasus, gejala bisa berlangsung dalam hitungan tahun, bahkan setelah diobati. Gejala jangka panjang yang bisa timbul diantaranya adalah sering demam, radang sendi, endokarditis, dan radang tulang belakang serta jaringan di sekitarnya.

Kapan saya harus ke dokter ?

Biasanya brucellosis sulit didiagnosis karena gejalanya sering kali menyerupai kondisi lainnya. Anda harus segera mengunjungi dokter jika mengalami beberapa gejala berikut :

  • Demam tidak kunjung hilang
  • Mengalami demam berkepanjangan dan nyeri otot
  • Merasa lemah yang tidak seperti biasanya atau faktor risiko dari penyakit ini.

Untuk mendiagnosis brucellosis, dokter mungkin akan mengambil sampel darah atau sampel sumsum tulang. Karena penyakit ini bisa menyerang beberapa organ tubuh, maka penderita juga bisa menjalani beberapa tes pencitraan, seperti foto Rontgen untuk melihat perubahan pada tulang dan sendi, serta melakukan CT scan atau MRI untuk melihat apakah terdapat abses atau peradangan di otak dan jaringan tubuh lainnya.

Sampel cairan otak juga bisa diambil untuk memeriksa tanda-tanda radang otak dan meningitis. Dokter juga akan menjalankan tes ekokardiografi jika penderita diduga mengalami infeksi atau kerusakan pada jantung.

Tips Pengobatan Brucellosis

Pengobatan brucellosis ini bertujuan untuk meredakan gejala, mencegah infeksi kambuh kembali, serta menghindari komplikasi. Pengobatan brucellosis yang utama yaitu dengan pemberian antibiotik, seperti doxycycline atau rifampicin, untuk dikonsumsi selama 6 minggu. Antibiotik lainnya yang umum digunakan untuk pengobatan brucellosis diantaranya adalah kotrimoksazol, streptomycin, ciprofloxacin, dan tetracycline.

Antibiotik hanya boleh dikonsumsi berdasarkan resep dan petunjuk dokter. Penyembuhan brucellosis memerlukan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan.

Perlu diketahui, meskipun sudah diobati, terdapat sekitar 5% sampai 15% kasus brucellosis yang kembali kambuh. Infeksi ini biasanya kembali terjadi 6 bulan setelah pengobatan dan bisa berlangsung dalam jangka panjang (kronis).

Selain itu, Anda juga bisa melakukan perubahan gaya hidup sebagai langkah pengobatan brucellosis rumahan, diantaranya seperti :

  • Vaksinasi hewan peliharaan. Vaksinasi merupakan cara yang efektif untuk mencegah hewan terinfeksi bakteri Brucella.
  • Hindari mengonsumsi makanan yang tidak dipasteurisasi.
  • Batasi kontak langsung dengan hewan. Gunakan sarung tangan karet saat menyentuh hewan yang sakit, mati, atau produk-produk hewani.

Tags: