Pengobatan Anemia Hemolitik Yang Aman Dan Efektif

Pengobatan Anemia Hemolitik Yang Aman Dan Efektif – Selamat datang kembali di www.ujangherbal.com situs penjual obat herbal online terpercaya yang menyediakan berbagai produk kesehatan yang telah terjamin keamanannya dengan legalitas resmi BPOM dan HALAL MUI. Disini kami juga selalu menyajikan informasi menarik seputar kesehatan, berbagai penyakit, serta solusinya. Dan pada kesempatan kali ini, kami akan berbagi pembahasan terkait alternatif pengobatan anemia hemolitik yang aman dan efektif.

Anemia hemolitik ini dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang umur dan bisa disebabkan oleh berbagai hal. Pada sebagian penderita, penyakit ini akan menampakan gejala ringan. namun, pada sdebagian lainnya, keadaan ini akan membutuhkan perawatan intensif sepanjang hidup. Adapun untuk informasi gejala dan penyebab serta pengobatan anemia hemolitik secara alami dan medis, silahkan simak ulasan informasi di bawah ini.

Pengobatan Anemia Hemolitik Yang Aman Dan Efektif

Pengobatan Anemia Hemolitik Yang Aman Dan Efektif
  • Nama Produk: Herbal Spirulina Plantens
  • Harga: Rp. 200.000 @100kapsul
  • Komposisi: 100% Ekstrak spirulina (ganggang laut hijau)
  • Aturan & Cara Konsumsi: 2×2 kapsul perhari
  • Legalitas: Halal MUI & POM TR 173306561
  • KODE PRODUK: UWSP

Untuk informasi lebih lengkap dapat Anda lihat pada halaman ini

Herbal Spirulina Platensis-G Kapsul

Nikmati pelayanan terbaik kami “BARANG SAMPAI, BARU TRANSFER PEMBAYARAN”. Dan 100% GARANSI UANG KEMBALI, jika barang tidak sesuai atau tidak sampai ke alamat Anda.

PROMO GRATIS ONGKOS KIRIM UNTUK PEMESANAN MINIMAL 2 BOTOL

Konsultasi Dan Pemesanan

Bagi Anda yang ingin berkonsultasi terlebih dahulu mengenai penyakit / pengobatan anemia hemolitik, Anda dapat menghubungi admin ke no HP 082219505454. Untuk pemesanan silahkan mengirimkan format pemesanannya melalui SMS/WA seperti berikut ini.


UWSP : Jumlah Pemesanan : Nama Lengkap : Alamat Lengkap : No. HP

Contoh :

UWSP : 10 Botol : Ainun Puspitasari : Jl. Sutisna Senjaya No. 47 Kota Tasikmalaya : 085.221.445.xxx

Kirim ke : SMS/WA : 082219505454

UWSP adalah Kode Produk yang harus Anda cantumkan didalam pemesanan Herbal Spirulina Plantens, supaya mempercepat proses pemesanan.


*Setelah Anda mengirimkan format pemesanan dengan lengkap, admin kami akan langsung mengkonfirmasi dan membalas jumlah total yang harus Anda bayar.

Herbal Spirulina Platens Untuk Pengobatan Anemia Hemolistik

Obat Herbal Spirulina Platens adalah produk kesehatan berbasis herbal yang dapat membantu Anda dalam merawat dan meningkatkan daya tahan tubuh secara alami.

Terbuat dari 100% ganggang spirulina laut asli dengan proses pengekstrakan menggunakan rasio tinggi, yakni 7:1 (7 kg bahan mentah spirulina menjadi 1 kg esktrak spirulina) serta proses produksi yang memanfaatkan teknologi nano, menjadikan setiap partikel zat yang ada di dalamnya menjadi lebih mudah larut dan juga dapat lebih diserap oleh tubuh. Sehingga khasiat yang dihasilkan oleh herbal Spirulina akan lebih tinggi dan bagus dibandingkan produk lainnya yang tidak menggunakan terknologi ini, khususnya dalam mempercepat proses penyembuhannya.

Kandungan Herbal Spirulina Platens

Dalam 7 grambubuk spirulina kering mengandung beberapa nutrisi yang baik untuk kesehatan, yaitu:

  • Protein sebanyak 4 gram
  • Vitamin B1 (Thiamin) sebanyak 11% dari recommended dietary allowance/RDA
  • Vitamin B2 (Riboflavin) sebanyak 15% dari RDA
  • Dan Vitamin B3 (Niacin) sebanyak 4% dari RDA
  • Zat Besi sebanyak 21% dari RDA
  • Tembaga sebanyak 21% dari RDA
  • 20 kalori
  • 1,7 gram karbohidrat
  • dan sejumlah magnesium, kalium, serta nutrisi lainnya.

Khasiat Herbal Spirulina Dalam Pengobatan Anemia Hemolitik

Dalam pengobatan anemia hemolistik, kandungan zat besi yang tinggi di dalam herbal spirulina inilah yang sangat berperan penting, karena dapat membantu tubuh untuk menghasikan komponen sel darah merah (hemoglobin).

Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 40 orang usia lanjut, yang sebelumnya atau saat ini tengah mengalami anemia. Menghasilkan bukti bahwasannya hasil suplementasi spirulina mampu meningkatkan kadar hemoglobin sel darah merah. meski penelitian lebih lanjut untuk mendukung penemuan ini perlu dilakukan.

Tidak hanya itu, dengan mengonsumsi spirulina sebanyak 4,5 gr perhari juga telah terbukti mampu menurunkan tekanan darah akibat meningkatnya produksi nitrit oksida yang membuat pembuluh darah melebar dan lebih rileks. Untuk itu, herbal spirulina dapat menyeimbangkan kadar tekanan darah di dalam tubuh. Sehingga mampu mencegah anemia, menurunkan kolestrol jahat, serta dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Kandungan antioksidanya pun dapat melindungi tubuh dari radikal bebas yang bisa mencegah terjadinya infeksi, serta mempunyai efek antiperadangan bagi DNA dan sel tubuh yang mengalami kerusakan oksidatif.

Itulah penjelasan lengkap sekaligus alasan mengapa herbal spirulina plantens dapat efektif dalam pengobatan anemia hemolitik.


Disclaimer Produk:

Adapun reaksi maupun manfaat dari Herbal Spirulina Plantens sebagai pengobatan anemia hemolitik atau pengobatan lainnya pada setiap individunya akan berbeda-beda tergantung kondisi tubuh, tingkat keparahan penyakit serta keteraturan konsumsi.


Sekilas Informasi Mengenai Anemia Hemolitik

Pengobatan Anemia Hemolitik Yang Aman Dan Efektif

Anemia hemolitik ialah suatu kondisi hancurnya sel darah merah (eritrosit) lebih cepat dibandingkan pembentukannya. Penyakit ini dapat dipicu oleh 2 faktor, yaitu

  1. Faktor dari dalam sel darah merah (intrinsik), merupakan anemia hemolitik yang penyebabnya adalah karena sel darah merah yang tidak normal yang mengakibatkan sel darah merah tidak mempunyai masa hidup seperti sel normal. Umumnya anemia hemolitik instrinsik ini diturunkan secara genetik seperti thalassemia atau anemia sel sabit.
  2. Faktor dari luar sel darah merah (ekstrinsik), yakni merupakan anemia hemolitik yang terjadi karena respons sistem imun yang merangsang limfa untuk menghancurkan sel darah merah.

Pada anemia hemolitik baik yang intrinsik maupun ekstrinsik bisa muncul dalam jangka waktu yang pendek/temporer yang dapat diobati dan hilang setelah beberapa bulan. Namun, bisa juga maupun muncul sebagai penyakit kronis yang bisa diderita seumur hidup dan menyebabkan terjadinya kekambuhan setelah periode waktu tertentu.

Penyebab Terjadinya Anemia Hemolitik

Sejumlah kondisi yang bisa mengakibatkan terjadinya penyakit anemia hemolitik intinsik, diantaranya:

  • Talassemia
  • Anemia sel sabit
  • Defisiensi enzim piruvat kinase
  • Defisiensi enzim glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD)

Sementara sejumlah kondisi yang bisa mengakibatkan terjadinya anemia hemolitik eksternal, adalah:

  • Infeksi bakteri Coli, Salmonella typhi, dan Streptococcus sp
  • Infeksi virus Epstein-Barr dan Hepatitis
  • Mengalami pembesaran limfa
  • Leukimia
  • Limfoma
  • Lupus
  • Tumor
  • Sindrom HELLP
  • Sindrom Wiskott-Aldrich

Adapun efek samping obat-obatan tertentu bisa mengakibatkan anemia hemolitik ekstrinsik, Seperti:

  • Antibiotik (penisilin, ampisilin, dan metisilin)
  • Paracetamol
  • Ibuprofen
  • Interferon
  • Chlorpromazine
  • Procainamide
  • Rifampin
  • Quinine (kina)

Salah satu penyebab utama anemia hemolitik berat ialah kesalahan transfusi darah yakni saat golongan darah pendonor dan penerima tidak cocok. Apabila penerima donor diberikan darah yang tidak sesuai dengan golongannya, maka antibodi yang terkandung pada plasma darah orang tersebut akan menyerang sel darah merah pada darah yang didonorkan. Keadaan ini bisa menyebabkan kerusakan pada sel darah merah secara luas di dalam tubuh.

Selain itu, terdapat juga anemia hemolitik mikroangiopatik yaitu kondisi ketika sel darah merah terfragmentasi. Sejumlah penyakit yang bisa menimbulkan kondisi tersebut antara lain:

  • Thrombotic thrombocytopenic purpura (TTP)
  • Disseminated Intravascular Coagulation (DIC)
  • Gangguan katup jantung buatan
  • Sindrom hemolitik uremia (SHU)

Sedangkan pad abayi yang baru lahir, ada suatu keadaan anemia hemolitik yang dinamakan eritroblastosis fetalis. Keadaan ini terjadi akibat ketidakcocokan golongan darah rhesus negatif dan ayah janin bergolongan rhesus positif. Hal ini akan menjadikan sel darah merah janin diserang oleh antibodi dari tubuh ibu. Biasanya kasus ini terjadi pada kehamilan kedua saat ibu hamil sudah mempunyai antibodi yang terbentuk dari kehamilan pertamanya.

Penyakit ini cukup berbahaya bagi bayi dikarenakan komplikasi dari anemia tersebut. Saat ini, pengobatan anemia hemolitik atau eritroblastosis fetalis untuk bayi adalah dengan pemberian imunoglobulin intravena (IVIG) atau transfusi darah. Dokter juga bisa mencegah munculnya eritroblastosis fetalis pada ibu hamil yang terdiagnosa kondisi tersebut dengan memberikan injeksi RhoGAM pada usia kehamilan 28 minggu.

Gejala-gejala Anemia Hemolitik

Gejala pada anemia hemolitik hampir sama denggan anemia hjenis lainnya. Umumnya untuk membedakannya diperlukan diagnosis yang lebih lanjut. Berikut ini beberapa gejala anemia hemolitik yang sering muncul adalah:

  • Kulit menjadi pucat
  • Mengalami demam
  • Merasa kelelahan
  • Kepala terasa berat dan berkunang-kunang
  • Merasa pusing
  • Letih dan tidak bisa melakukan aktivitas fisik berat

Sementara itu, gejala lain yang kemungkinan bisa juga muncul pada penderita anemiahemolitik yaitu:

  • Denyut jantung yang meningkat
  • Jantung terasa berdesir
  • Kulit dan putih mata menguning
  • Urine yang berubah jadi gelap
  • Mengalami pembesaran limfa dan hati

Pengobatan Anemia Hemolitik Secara Medis

Adapun dalam pengobatan anemia hemolitik akan bergantung pada tingkat keparahan anemia, usia, serta kondisi kesehatan pasien secara umum dan toleransi pasien terhadap obat-obatan tertentu.

Berikut ini metode yang biasanya dijalankan pada pengobatan anemia hemolitik, antara lain:

  • Transfusi darah. Pengobatan anemia hemolitik dengan langkah ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan jumlah sel darah merah pasien juga mengganti sel darah yang rusak secara cepat.
  • Imunoglobulin intravena (IVIG). Kekurangan sel darah merah bisa menyebabkan penderitanya lebih rentan terkena infeksi. Untuk mencegahnya, penderita akan diberikan imunoglobulin melalui cairan intravena.
  • Kortikosteroid. Dalam pengobatan anemia hemolitik ekstrinsik yang disebabkan oleh penyakit autoimun, kortikosteroid bisa berfungsi untuk menekan respons sistem imun agar sel darah merah tidak dihancurkan dengan mudah.
  • Operasi pengangkatan limpa. Adapun limfa merupakan organ yang akan menghancurkan sel darah merah. Untuk itu, pengobatan anemia hemolitik pada kasus yang berat yang tidak dapat diatasi dengan metode pengobatan lain, limpa pasien dapat diangkat untuk mengurangi kerusakan sel darah merah.

Bagi penderita anemia hemolitik yang telah didiagnosis dokter, diharuskan untuk memperhatikan hal-hal berikut ini agar bisa menjalani aktivitas normal, diantaranya:

  • Menghindari kontak langsung dengan orang sakit, terutama yang terkena penyakit infeksi
  • Hindarilah kerumunan orang banyak untuk menurunkan risiko infeksi
  • Selalu rucin untuk mencuci tangan
  • Menghindari makanan-makanan yang mentah
  • Rutin menggosok gigi
  • Menjalani vaksinasi flu tiap tahun secara rutin

Demikianlah informasi lengkap mengenai pengobatan anemia hemolitik dengan obat herbal Spirulina Platensis-G. Bagi Anda yang ingin berkonsultasi ataupun melakukan pemesanan, silahkan mengirimkan format seperti yang telah kami sampaikan di atas. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kesehatan Anda dan dapat menjadi solusi alternatif pengobatan anemia hemolitik maupun penyakit lainnya yang Anda alami. Terima kasih.

Tags: