Prosedur Penanganan Sindrom Cushing Secara Medis yang Tepat

Penanganan Sindrom Cushing Secara Medis yang Tepat dan Aman,- www.ujangherbal.com – Hormon merupakan zat yang dibentuk oleh bagian tubuh tertentu dalam jumlah kecil dan dibawa ke jaringan tubuh lain serta memiliki pengaruh terhadap aktvitas sel-sel tubuh. Dari semua hormon yang diproduksi, terdapat 4 hormon yang sangat penting untuk kelangsungan hidup. Salah satu diantaranya yaitu hormon kortisol.

Kortisol atau glukokortikoid merupakan hormon yang paling banyak dikeluarkan oleh kelenjar adrenal. Hormon ini terbuat dari bahan dasar berupa kolesterol. Kortisol dikenal dengan sebutan hormon stres, karena hormon ini dikelaurkan terutama ketika tubuh dalma keadaan stres.

Sama halnya seperti bagian tubuh lainnya, hormon kortisol juga bisa mengalami ketidakseimbangan yang bisa mengganggu fungsinya dalam tubuh. Salah satu kelainan pada hormon kortisol yang bisa terjadi yaitu Sindrom Cushing. Apa itu ?

Penanganan Sindrom Cushing

Mengenal Sindrom Cushing serta Langkah Penanganannya

Sindrom Cushing merupakan sekumpulan gejala yang timbul akibat kadar hormon kortisol dalam tubuh terlalu tinggi. Kondisi ini dapat terjadi seketika atau bertahap, dan bisa semakin memburuk jika tidak segera ditangani.

Hormon kortisol yang tidak terkendali bisa meningkatkan tekanan darah dan kadar glukosa darah, yang pada akhirnya memicu timbulnya diabetes. Sindrom Cushing biasanya lebih banyak menyerang wanita dibandingkan dengan pria dan bisa terjadi pada penderita yang berusia 25-40 tahun.

Sebagian besar kasus Sindrom Cushing bisa disebutkan, walaupun memerlukan beberapa waktu hingga gejala mereka.

Penyebab Sindrom Cushing

Terdapat beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab timbulnya Sindrom Cushing. Namun secara umum, penyebab Sindrom Cushing dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :

  • Penyebab dari luar tubuh (eksogen)

Adanya hormon kortisol dari luar tubuh yang masuk ke dlaam tubuh menyebabkan terjadinya Sindrom Cushing. Umumnya hal ini terjadi pada mereka yang mengonsumsi obat kortikosteroid dalam jangka waktu yang lama. Mereka yang memerlukan kortikosteroid dalam jangka panjang antara lain adalah penderita asma, lupus, rheumathoid adthritis, atau penyakit autoimun lainnya.

  • Penyebab dari dalam tubuh (endogen)

Penyebab endogen dari Sindrom Cushing ini umumnya yaitu adanya tumor yang merangsang kelenjar adrenalin untuk memproduksi hormon kortisol dalam jumlah yang lebih banyak dari yang seharusnya. Tumor tersebut bisa berasal dari hipofisis di otak atau disebut juga penyakit Cushing, atau bisa juga berasal dari pankreas atau paru-paru.

Gejala Sindrom Cushing

Penderita Sindrom Cushing bisa mengalami gejala yang bervariasi, tergantung pada tingginya kadar kortisol dalam tubuh. Namun, umumnya gejala Sindrom Cushing yang sering timbul diantaranya :

  • Lemas
  • Sakit kepala
  • Otot melemah
  • Timbul jerawat
  • Gangguan kognitif
  • Pengeroposan tulang
  • Tekanan darah tinggi
  • Peningkatan berat badan
  • Depresi, cemas, dan mudah marah
  • Gangguan pertumbuhan pada anak
  • Luka pada kulit menjadi sulit sembuh
  • Penipisan kulit, sehingga menjadi mudah memar
  • Guratan berwarna ungu kemerahan (striae) di kulit perut, paha, payudara, dan lengan
  • Menumpuknya jaringan lemak, terutama pada bahu (buffalo hump) dan wajah (moon face)

Pada wanita, Sindrom Cushing bisa menimbulkan gejala hirsutisme atau tumbuh rambuh lebat pada wajah atau di bagian lainnya yang biasanya hanya tumbuh pada pria, serta gangguan siklus menstyruasi, bisa tidak teratur atau terlambat haid. Sedangkan pada pria, gejala yang dialami adalah penurunan gairah seksual, gangguan kesuburan, dan impotensi.

Penanganan Sindrom Cushing

Penanganan Sindrom Crusing bertujuan untuk mengurangi kadar kortisol dalam tubuh. Untuk metode penanganan Sindrom Cushing sendiri disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya.

Berikut ini merupakan beberapa pilihan metode penanganan Sindrom Cushing yang bisa dilakukan, yaitu diantaranya adalah :

  • Radioterapi

Langkah penanganan Sindrom Cushing yang pertama yaitu dengan metode radioterapi. Jika tumor pada kelenjar hipofisis tidak bisa diangkat sepenuhnya, maka dokter akan menyarankan untuk melakukan prosedur radioterapi atau terapi radiasi.

  • Mengurangi pengunaan kortikosteroid

Metode ini digunakan pada penderita yang menggunakan kortikosteroid dalam jangka panjang. Dokter bisa mengurangi dosis kortikosteroid secara bertahap dan menggantinya dengan obat-obatan lain. Perlu diingat, jangan lakukan ini tanpa petunjuk dokter.

  • Bedah

Sindrom Cushing yang disebabkan oleh tumor, dokter akan melakukan bedah pengangkatan tumor, baik di kelenjar hipofisis, kelenjar adrenal, pankreas, atau paru-paru. Setelah bedah, penderita akan memerlukan obat pengganti hormon kortisol secara sementara.

  • Obat-obatan

Jika metode penanganan Sindrom Cushing dengan bedah dan radioterapi tidak berhasil, maka dokter akan menggunakna obat-obatan untuk mengontrol kadar kortisol.

Dalam sejumlah kasus, tumor atau pengobatan yang dijalani juga mengakibatkan kara hormon lain yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis dan kelenjar adrenal berkurang. Jika hal tesebut terjadi, maka dokter akan menyarankan pemberian obat untuk mengganti hormon tersebut.

Jika semua langkah penanganan Sindrom Cushing tersebut tidak efektfi, maka dokter akan menyarankan untuk melakukan bedah pengangkatan kelenjar adrenal. Prosedur ini bisa membantu mengatasi kelebihan produksi kortisol, namun penderita akan memerlukan obat pengganti hormon seumur hidup.

Konsultasikan dengan dokter mengenai langkah penanganan Sindrom Cushing yang tepat dengan kondisi Anda. Ikuti semua anjuran dokter dan jika diresepkan obat, maka konsumsilah secara teratur. Semoga bermanfaat.

Tags: