Mengenal Penyakit Xerosis Serta Penanganan dan Pencegahannya

Penanganan Penyakit Xerosis serta Langkah Pencegahannya,- www.ujangherbal.com – Kulit merupakan lapisan luar dari tubuh. Kulit memainkan peran penting dalam melindungi tubuh terhadap patogen dan kehilangan air yang berlebihan. Fungsi lain dari kulit yaitu isolasi, pengaturan suhu, sensasi, sintesis vitamin D, dan perlindungan vitamin B folates.

Sama halnya dengan bagian tubuh lainnya, kulit juga bisa terserang penyakit, terutama jika kebersihan dan kesehatannya tidak dijaga dengan baik. Ada banyak jenis penyakit yang bisa menyerang kulit, salah satunya yaitu xerosis. Apa itu penyakit kulit xerosis?

Ketahui informasi lengkap mengenai langkah penanganan penyakit xerosis lengkap dengan pencegahannya disini!

Penanganan Penyakit Xerosis

Mengenal Penyakit Kulit Xerosis Serta Langkah Penanganan dan Pencegahannya

Xerosis merupakan istilah medis untuk menjelaskan kondisi kulit kering. Penyakit ini umum dialami oleh masyarakat, terutama yang telah lanjut usia. Biasanya penyakit kulit ini terjadi dalam waktu yang singkat, namun tidak menutup kemungkinan juga bisa terjadi dalam jangka waktu yang lama.

Ada kondisi dimana kulit kering bisa dihindari dan bisa dikatakan bersifat sementara, seperti keeringnya kulit di musim dingin. Namun, juga terdapat kulit kering yang menetap dan tidak bisa dihindari seperti misalnya karena faktor usia. Tentun kedua kondisi ini memerlukan penanganan yang berbeda.

Seiring bertambahnya usia, kelembaban kulit akan semakin berkurang karena kerja kelenjar minyak yang menurun dan asupan cairan juga cenderung berkurang pada lansia. Hal tersebutlah yang menyebabkan kulit menjadi kering dan kasar.

Xerosis bisa terjadi pada siapapun, namun kondisi ini lebih sering menyerang pad aorang tua. Selain itu, orang-orang yang tinggal di tempat yang bersuhu rendah, di wilayah dengan kelembaban rendah, serta sering berenang di kolam yang telah diklorinasi juga memiliki risiko yang lebih tinggi.

Faktor Penyebab Xerosis

Walaupun sebagain besar kasus kulit kering disebabkan oleh paparan lingkungan, namun penggunaan obatn-obatan tertentu juga bisa menjadi penyebab kulit kering atau xerosis. Tidak hanya itu, hormon yang tidak seimbang, seperti yang djumpai pada kondsii menopause, hipotiroidisme, dan hipertiroidisme juga terkadang bisa menyeabbkan xerosis.

Namun, pada sebagian besar kasus, xerosis disebabkan oleh beberapa hal berikut ini :

  • Dehidrasi
  • Terlalu sering mandi dalam sehari
  • Sering mandi dengan air panas
  • Sering menggosok kulit dengan keras dan kasar
  • Penggunaan sabun dengan kandungan kimia yang berbahaya
  • Mengeringkan kulit terlalu keras dengan menggunakan handuk setelah mandi
  • Terpapar sinar matahari dalam waktu yang lama
  • Tinggal di daerah dingin dengan tingkat kelembaban yang rendah

Tanda dan Gejala Xerosis

Xerosis memiliki gejala yang beragam, tergantung pada faktor yang melatarbelakanginya, seperti usia, kondisi kesehatan, tempat tinggal, dan sebagainya. Namun, terdapat beberapa gejala yang menandakan terjadinya penyakit xerosis, yaitu diantaranya :

  • Kulit terasa dan terlihat kasar
  • Warna kulit kusam
  • Kulit bisa mengalami pengelupasan
  • Terlihat adanya garis halus atau retak
  • Kulit mudah berdarah jika timbul retakan yang cukup dalam
  • Kulit terasa gatal (pruritus)
  • Kulit berwarna kemerahan jika teriritasi
  • Kulit terasa tidak nyaman terutaam setelah mandi atau berenang

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, maka sebaiknya segera hubungi dokter sebelum menimbulkan dampak yang lebih parah. Dokter mungkin akan melakukan beberapa tindakan, seperti melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat kesehatan Anda, untuk mendiagnosis xerosis.

Langkah Penanganan dan Pencegahan Xerosis

Umumnya xerosis tidak berbahaya, namun penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi tidak terus dibiarkan tanpa pengobatan. Pada kebanyakan kasus, penanganan penyakit xerosis bisa dilakukan secara mandiri. Penderita bisa melakukan penanganan penyakit xerosis dengan menggunakan pelembab.

Dalam penanganan penyakit xerosis ini, pelembab yang berbahan dasar minyak lebih efektif dibandingkan dengan pelembab yang berbahan dasar air. Anda bisa mencari krim atau salep yang mengadnung asam laktat dan urea.

Untuk mengatasi seklaigus mencegaha agar dampak xerosis tidak meluas, biasanya dokter akan memberikan krim hydrocortisone. Obat lain yang mungkin juga diberikan untuk membantu penanganan penyakit xerosis diantaranya adalah kortikostiroid atau modulator imun, seperti primecrolimus dan tacrolimus. Obat-obatan ini digunakan untuk meredakan gatal, kemerahan, dan peradangan.

Jika gejala tidak mereda dan kondisi kulit tidak membaik dalam beberapa minggu setelah penanganan penyakit xerosis, maka dokter akan melakukan pemeriksan lanjutan untuk mencari tahu penyebabnya dan mencari cara untuk mengatasinya.

Adakah cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit xerosis?

Selain melakukan beberapa langkah penanganan penyakit xerosis, Anda juga bisa melakukan tips pencegahan untuk menghindari penyakit ini. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit xerosis. Secara garis besar, inti dari langkah pencegahan itu sendiri adalah untuk menjaga kelembaban kulit. Dan berikut merupakan beberapa langkah pencegahan penyakit xerosis yang bisa dilakukan, yaitu :

  • Minum air mineral setiap hari. Asupan air mineral yang cukup setiap harinya dapat membantu tubuh agar terhindar dari dehidrasi. Asupan air ini akan membantu kulit agar tidak kekeringan. Maka dari itu, penuhilah kebutuhan air mineral setiap harinya.
  • Konsumsi makanan yang mengandung omega-3. Makanan yang mengandung seperti ikan salmon, sarden, dan minyak safflower dapat menghasilkan lemak esensial yang bisa membantu kadar minyak alami di kulit.
  • Gunakan pelembab. Pelembab bisa digunakan untuk menjaga kesehatan kulit, asalkan tidak mengandung alkohol. Selain pelembab, Anda juga bisa menggunakan baby oil. Pelembab dan baby oil ini sangat baik digunakan setelah mandi, ketika kulit masih basah.
  • Gunakan tabir surya. Tabir surya dapat melindungi kulit dari sengatan sinar matahari saat beraktifitas di luar ruangan. Untuk kulit normal, pilihlah tabir surya dengan kadar SPF 15 agar kulit tidak terbakar.
  • Pasang pelembab ruangan. Ruangan yang memiliki udara panas dan kering bisa membuat kulit menjadi lebih sensitif, terasa gatal, bahkan hingga mengelupas. Memasang pelembab ruangan bisa menjadi alternatif untuk membuat kulit tetap lembab.
  • Lindungi kulit saat berada di tempat berhawa dingin. Jika Anda bepergian ke daerah yang berhawa dingin atau bahkan bersalju, maka sebaiknya gunakan sarung tangan, syal, dan topi untuk melindungi kulit agar tidak cepat kering.
  • Jangan mandi terlalu lama. Minyal alami yang menempel di permukaan kulit bisa hilang jika Anda terlalu lama mandi, terlebih lagi dengan menggunakan air panas. Maka dari itu, batasi waktu mandi Anda, cukup 5-10 menit sekali mandi.
  • Jangan gunakan sabun sembarangan. Untuk menjaga agar kulit tetap lembab, jangan menggunakan sabun yang mengadnung bahan kimia yang keras. Pilihlah sabun yang mengandung tambahan minyak didalamnya.

Masalah kulit kering kronis atau parah mungkin memerlukan evaluasi dari pakar kesehatan. Namun, kulit kering bisa dicegah dengan melakukan perawatan pribadi seperti yang telah disebutkan diatas.

Itulah beberapa informasi mengenai penyakit xerosis serta langkah penanganan penyakit xerosis dan pencegahannya. Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat dan bisa membantu menjadi solusi terbaik untuk Anda.

Tags: