Langkah Penanganan Penyakit Afasia Dengan Tepat

Penanganan Penyakit Afasia Dengan Tepat – Selamat bergabung bersama www.ujangherbal.com yang merupakan situs yang menyajikan berbagai informasi seputar kesehatan, berbagai penyakit sekaligus solusinya. Adapun pada kesempatan ini, kami akan berbagi pembahasan mengenai cara penanganan penyakit afasia. Dalam dianosis penyakit afisia, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan terkait dengan tingkat keparahan afasia dengan cara terapis wicara dan bahasa. Rangkaian pemeriksaan ini memiliki tujuan untuk memperoleh hasil dari usaha pasien dalam menulis, membaca, memahami pendengaran, komunikasi fungsional, dan ekspresi verbal. Untuk lebih jelasnya, simak uraian berikut ini.

Penanganan Penyakit Afasia Secara Tepat

Langkah Penanganan Penyakit Afasia Dengan Tepat

Definisi Afasia

Afasia merupakan gangguan fungsi bicara yang disebabkan oleh adanya kelainan pada otak. Kondisi ini sering keliru dalam memilih, merangkai, dan mengartikan kata-kata menjadi sebuah kalimat yang benar. Juga dapat mempengaruhi kemampuan menulis.

Penyebab Afasia

Penyebab utama Afasia ialah Cedera dan kerusakan di bagian pemrosesan bahasa pada otak. Afasia biasanya menyerang orang dewasa penderita stroke. Menurut studi sebanyak 25-40 persen pasien stroke yang sembuh berlanjut menderita afasia. Afasia juga bisa merupakan gejala dari penyakit epilepsi atau kelainan neurologis yang mengakibatkan afasia dapat dipicu oleh sejumlah kondisi, antara lain:

  • Tumor otak.
  • Ensefalitis atau meningitis (Infeksi yang memengaruhi fungsi otak).
  • Cedera parah di kepala, misalnya akibat jatuh dari ketinggian atau kecelakaan lalu lintas.
  • Demensia dan penyakit Parkinson (Penyakit yang menyebabkan sel-sel otak mengalami kemunduran).

Diagnosis Penyakit Afasia

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, dokter akan melakukan terapis wicara dan bahasa. Adapun berikut ini yang akan membantu menentukan diagnosa untuk penyakit afasia. Di antaranya:

  • Penilaian berkomunikasi. Tes ini bisa dilakukan dengan cara yang sederhana, seperti dengan menyebutkan benda-benda yang berada di dalam ruangan dan menanyakan nama keluarga atau kerabat yang dimulai dari huruf tertentu.
  • Pengamatan citra otak. Ini dilakukan bertujuan untuk melihat seberapa parah kerusakan yang terjadi pada otak. Pengamatan ini dilakukan dengan menggunakan alat magnetic resonance imaging (MRI), CT scan, dan dalam beberapa kasus memakai tomografi emisi positron.

Diagnosis ini juga bermanfaat dalam melakukan penanganan penyakit afasia.

Gejala Afasia

Gejala Afasia di bagi menjadi beberapa jenis, yaitu :

  • Afasia ekspresif. Penderita mengetahui apa yang ingin dia katakan kepada lawan bicara, namun dia kesulitan dalam mengutarakannya.
  • Afasia reseptif. Penderita akan kesulitan dalam memahami maksud perkataan lawan bicarawalaupun bisa mendengarnya secara jelas. Hasilnya respons komunikasi dari si penderita pun akan kacau dan sulit dipahami.
  • Dan Afasia progresif primer. Menyebabkan penurunan kemampuan membaca, menulis, berbicara, dan pemahaman mengenai percakapan dari waktu ke waktu. Afasia progresif primer cukup sulit ditangani. Walaupun , kondisi ini jarang terjadi.
  • Afasia global. Penderita afasia global tidak mampu membaca, menulis, serta kesulitan memahami percakapan orang lain.Tergolong afasia paling berat dan biasanya terjadi ketika seseorang baru saja mengalami stroke.
  • Serta Afasia anomik. Penemuan kata menjadi makin sulit bagi penderita afasia anomik. Kondisi tersebut biasanya diistilahkan dengan anomia. Penderita afasia anomik cukup kesulitan dalam memilih dan menemukan kata-kata yang tepat ketika menulis dan berbicara.

Penyakit afasia ini lambat laun dapat menyebabkan gangguan kecemasan, depresi, dan perasaan terisolasi pada penderitanya.

Penanganan Penyakit Afasia

Penanganan penyakit afasia akan bergantung pada faktor-faktor seperti usia, penyebab, serta ukuran dan juga posisi kelainan otak. Pada penanganan penyakit afasia yang mengalami stroke disarankan mengikuti sesi terapi wicara dari ahli terkait. Terapi ini akan berlangsung secara rutin yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan berbicara. Selain itu, penanganan penyakit afasia dengan sesi terapi ini juga akan mengajarkan penderita bagaimana cara berkomunikasi yang tidak harus melibatkan percakapan.

Apabila Anda mempunyai kerabat atau teman menderita afasia, berikut merupakan beberapa tips yang bisa dilakukan dalam berkomunikasi dengan mereka:

  • Dapatkan perhatian penderita afasia sebelum Anda memulai berkomunikasi.
  • Berbicaralah dengan perlahan-lahan, tidak terlalu keras, dan gunakan kata yang sederhana.
  • Gunakan juga alat peraga dalam penyampaian pesan.
  • Tulis atau gambar pesan-pesan yang ingin disampaikan pada secarik kertas. Selalu jaga kontak mata dan perhatikanlah bahasa tubuh serta penggunaan gestur penderita afasia.
  • Menggunkan pertanyaan sederhana dengan jawaban ya atau tidak, ketimbang pertanyaan panjang yang bertele-tele.
  • Beri Waktu bicara yang cukup bagi penderita afasia untuk menjawab.
  • Berikan juga semangat dan hindari overproteksi terhadap penderita afasia.
  • Sesekali berikan pujian saat penderita afasia telah berusaha bicara.
  • Lakukanlah hal-hal diatas dalamkegiatan sehari-hari, kapan, dan dimana saja.

Selain dengan terapi, penanganan penyakit afasia juga bisa dengan obat. Biasanya dokter akan meresepkan obat-obatan sebagai kombinasi dalam penanganan afasia. Contoh beberapa obatnya ialah bromocripitine, piracetam, piribedil, bifemelane, atau idebenone.

Demikianlah informasi lengkap yang bisa kami sampailan mengenai penanganan penyakit afasia. Semoga dapat bermanfaat.

Tags: