Solusi Penanganan Paratifus yang Tepat serta Pencegahannya

Penanganan Paratifus serta Langkah Pencegahannya yang Tepat,-www.ujangherbal.com – Anda mungkin sudah sering mendengar mengenai penyakit tifus. Karena penyakit ini memang cukup sering dialami oleh masyarakat. Namun, apakah sebelumnya Anda pernah mendengar tentang penyakit paratifus?

Mungkin sebagian orang menganggap jika penyakit ini sama dengan penyakit tifus. Namun, keduanya merupakan kondisi yang berbeda. Nah, untuk mengetahui informasinya serta langkah penanganan paratifus yang lengkap, simak uraiannya di bawah ini!

Penanganan Paratifus

Mengenal Penyakit Paratifus serta Langkah Penanganan dan Pencegahannya

Paratifus merupakan infeksi bakteri yang menyerang usus dan aliran darah. Penyakit ini memiliki gejala yang mirip dengan penyakit tifus, namun lebih ringan, jarang menimbulkan komplikasi, serta bisa lebih cepat sembuh jika dibandingkan dengan tifus. Selain itu, cara penularan kedua penyakit ini juga sama, yaitu melalui konsumsi makanan atau minuman yang sebelumnya sudah terkontaminasi oleh tinja orang yang terinfeksi bakteri.

Penyebab dan Gejala Paratifus

Walaupun begitu, kedua penyakit ini berbeda, teruama jika dilihat dari bakteri penyebabnya. Penyakit tifus disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi, sedangkan paratifus disebabkan oleh bakteri Salmonella paratyphi.

Paratifus dapat menular jika si penderita tidak mencuci tangan setelah dari toilet. Bakteri yang menempel di tangan penderita setelah tidak sengaja menyentuh feses atau urinnya sendiri bisa menempel di permukaan benda-benda atau bahkan makanan yang dipegangnya. Bakteri yang menempel inilah yanga kan menular ke orang lain jika mereka juga menyentuhnya kemudian makan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Ada beberapa gejala paratifus yang bisa timbul, diantaranya yaitu :

  • Mual
  • Demam
  • Nyeri Perut
  • Sakit kepala
  • Batuk kering
  • Septikemia (infeksi darah)
  • Rasa tidak enak badan (malaise)
  • Pembesaran organ limpa dan hati
  • Timbulnya ruam merah di badan (rose spot)
  • Perubahan kondisi mental, seperti kebingungan
  • Frekuensi denyut jantung lebih rendah dari seharusnya
  • Tidak nafsu makan atau anoreksia dan berat badan menurun
  • Konstipasi aatu diare, dimana konstipasi lebih sering dibandingkan dengan diare

Masa inkubasi paratifus berkisar antara 1 samapi 10 hari sebelum menimbulkan gejala awal. Gejala kemudian bisa memburuk pada hari ke 3 atau 4. Paratifus akan menjangkiti penderitanya selama kurang lebih 4 minggu.

Solusi Penanganan Paratifus

Langkah penanganan paratifus hampir sama dengan tifus. Jika gejala sudah timbul, sangat disarankan bagi penderita untuk mendapatkan obat antibiotik dari dokter. Antibiotik bermanfaat untuk membunuh bakteri, mengurangi risiko terjadinya komplikasi, dan meredakan demam.

Selain antibiotik, mencukupi asupan nutrisi dan cairan, serta obat penurun demam juga diperlukan dalam penanganan paratifus. Penanganan ini bis adilakukan di rumah. Namun, jika pasien terus menerus muntah dan diare, disertai dengan perut yang tegang dan membesar atau distensi, maka segera temui dokter. Karena kemungkinan diperlukan penanganan paratifus di rumah sakit dengan obat-obatan dan cairan yang akan diberikan melalui infus.

Langkah Pencegahan Paratifus

Tidak seperti tifus yang memiliki vaksin untuk mencegah penyakit, sampai saat ini belum ada vaksin yang berfungsi untuk mencegah penyakit paratifus. Meskipun tidak ada imunisasi untuk mencegah paratifus, namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan paratifus, diantaranya adalah :

  • Minum air dalam kemasan
  • Kupas kulit buah jika ingin mengonsumsinya
  • Hindari minuman dengan es yang tidak dibuat sendiri
  • Tidak mengonsumsi makanan mentah atau setengah matang, terutama jika makan di pinggir jalan
  • Tidak berbagi makanan, minuma, peralatan makan dan minum, dan peralatan mandi dengan penderita paratifus
  • Membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum kana atau setelah buang air kecil dan besar

Langkah penanganan paratifus serta pencegahannya tentu penting untuk dilakukan. Pasalnya, jika kondisi ini terus dibiarkan maka bisa memicu timbulnya komplikasi. Beberapa komplikasi serius yang bisa ditimbulkan oleh paratifus diantaranya adalah pneumonia, infeksi saluran kemih, peradangan organ jantung atau pankreas, meningitis, perdarahan usus, dan pecah atau robeknya usus (perforasi usus).

Nah, itulah beberapa informasi seputar solusi penanganan paratifus serta pencegahannya lengkap dengan penyebab dan gejalanya yang perlu diketahui. Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat dan bisa menjadi solusi terbaik untuk Anda.

Tags: