Langkah Penanganan Menopause Yang Paling Tepat

Langkah Penanganan Menopause Yang Paling Tepat – Selamat bergabung kembali dengan situs informasi kesehatan menarik www.ujangherbal.com yang kali ini akan memberikan pembahasan terkait langkah penanganan menoupase yang paling tepat untuk dilakukan. Sudahkah Anda tahu apa itu menopause? apa penyebab dan bagaimana gejalanya? Semuanya akan kami informasikan dibawah ini. Untuk itu, simak terus artikelnya.

Langkah Penanganan Menopause Yang Paling Tepat

Langkah Penanganan Menopause Yang Paling Tepat

Pengertian Menopause

Menopause ialah masa berakhirnya siklus menstruasi yang terjadi dengan seiring proses penuaan. Semua wanita tentunya akan mengalami proses ini.

Fase ini disebabkan oleh perubahan pada kadar hormon tubuh wanita. Yakni saat menjelang akhir usia 30 tahun, umumnya kinerja ovarium akan menurun hingga akhirnya berhenti memproduksi hormon reproduksi di kisaran usia 50 tahun.

Tanda atau Gejala Menopause

Setiap wanita bisa mempunyai proses menopause yang berbeda-beda. Tanda umum proses ini ialah dengan menstruasi yang berakhir secara bertahap, yaitu frekuensi dan interval menstruasi akan semakin jarang sebelum nantinya akan berhenti sama sekali.

Akan tetapi, mungkin terdapat sebagian wanita yanng mengalami menopause dengan siklus menstruasi yang berakhir dengan tiba-tiba. Apabila hal ini terjadi, biasanya gejala lain yang akan dialami akan lebih parah.

Menjelang masa menopause, ada sejumlah indikasi emosional serta fisik yang bisa dirasakan oleh seorang wanita. Tanda atau gejala tersebut biasanya meliputi:

  • Merasakan adanya sensasi panas, jantung berdebar, dan berkeringat
  • Terjadi perubahan siklus menstruasi, misalnya frekuensi yang tidak teratur atau volume pendarahan yang sedikit/berlebih
  • Mengalami penurunan gairah seks
  • Kekeringan pada vagina yang bisa menyebabkan rasa gatal atau sakit ketika berhubungan seks
  • Mengalami gangguan tidur, seperti insomnia dan terbangun tiba-tiba
  • Emosi menjadi tidak stabil, misalnya sedih, uring-uringan, aau depresi
  • Kesulitan untuk berkonsentrasi
  • Mengalami sakit kepala
  • Terjadi kenaikan berat badan serta metabolisme yang melambat
  • Rambut yang menipis dan kulit kering
  • Serta lebih rentan pada infeksi saluran kemih

Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan jika Anda mengalami gejala menopause yang parah, seperti terjadi infeksi atau timbul rasa nyeri akibat vagina yang kering, maupun apabila terjadi pendarahan setelah melewati masa menopause ini. Pemeriksaan yang teratur juga lebih baik dijalankan untuk mencegah penyakit lainnya agar penanganan menopause dapat dilakukan dengan baik.

Usia dan Penyebab Menopause

Usia terjadinya menopause pada setiap wanita sebenarnya bisa berbeda-beda, namun biasanya akan terjadi di usia sekitar 50 tahunan. Dan pada kasus lain, ada juga wanita yang mengalaminya sebelum usia 40 tahun yang sering disebut dengan menopause dini atau prematur.

Adapun menopause prematur terjadi karena ovarium berhenti menghasilkan hormon-hormon reproduksi dalam jumlah normal. Yang mana penyebab dari masalah ini belum diketahui secara pasti, namun kelainan genetika atau penyakit autoimun diduga berpotensi menjadi pemicunya.

Di samping fase alami, menopause juga bisa dipicu oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah:

  • Prosedur medis, yakni misalnya operasi pengangkatan rahim atau ovarium.
  • Metode pengobatan kanker, seperti radioterapi dan kemoterapi. Kedua metode ini bisa memicu menopause dini. Tetapi, siklus menstruasi terkadang bisa kembali terjadi setelah proses radioterapi dan kemoterapi berakhir.
  • Kondisi kesehatan tertentu, misalnya penyakit Addison atau sindrom Down.

Langkah Sederhana Penanganan Menopause

Umumnya menopause tidak membutuhkan penanganan secara khusus, sebab gejala-gejalanya yang tidak bersifat permanen yang akan berkurang dengan seiringnya waktu.

Kebanayakan wanita bisa melakukan perubahan dalam gaya hidupnya untuk mengurangi gejala-gejala tersebut. Sejumlah langkah sederhana yang mungkin dapat membantu, antara lain:

  • Mengatasi sensasi rasa panas, jantung berdebar, dan berkeringat. Penanganan menopause untuk gejala ini ialah dengan mengenakan pakaian tipis berbahan katun juga menghindari faktor pemicu berupa minuman panas, berkafein, makanan pedas, minuman alkohol, serta stress. Hal ini juga akan berguna untuk menangani gejala berkeringat di malam hari.
  • Menerapkan pola makan yang seimbang dan rutin berolahraga.Perbanyaklah mengkonsumsi yang kaya akan serat, buah, sera sayuran. Selain itu, olahraga teratur juga akan mencegah kenaikan berat badan yang cenderung mengiringi masa menopause, langkah ini juga dapat berguna untuk menguatkan tulang agar tidak mudah keropos.
  • Beristirahat dengan cukup. Selalu pastikan untuk memenuhi kebutuhan tidur.
  • Melakukan senam kagel. Penanganan menopause dengan cara ini bertujuan untuk menguatkan otot dasar panggul sehingga bisa mengurangi inkontinensia urine atau sulit menahan urine.
  • Menerapkan teknik relaksasi. Seperti meditasi, yoga, serta mengatur pernapasan. Dalam penanganan menopause teknik ini bisa membantu mengurangi gejala tingkat stres atau depresi.
  • Jangan merokok. Selain dapat meningkatkan risiko dari berbagai penyakit, merokok juga bisa memperparah gejala menopausedan memicu menoupase dini.

Langkah Penanganan Menopause Secara Medis

Ketika mengalami gejala menopause yang parah hingga menyebabkan rutinitas Anda terganggu, biasanya dokter akan menyarankan penggunaan obat-obatan untuk menguranginya. Adapun jenis penanganan menopause dengan medis akan ditentukan berdasarkan pada gejala-gejala yang dialami serta riwayat kesehatan Anda.

Langkah penanganan menopause yang paling sering digunakan adalah terapi penggantian hormon karena tingkat keefektifannya yang tinggi. Obat-obatan dalam terapi in tersedia pada bentuk tablet, gel, krim, koyo, dan implan. Selain itu, terapi ini jika dilakukan dalam jangka panjang dapat membantu mengurangi resiko osteoporosis.

Kinerja dari penggantian hormon ini adalah dengan menggantikan hormon-hormon reproduksi alami yang menurun seiring proses menopause. Terdapat 2 kategori dalam penggantian hormon, yaitu:

  1. Terapi penggantian hormon estrogen. Disarankan untuk wanita yang telah menjalani operasi pengangkatan ovarium dan rahim karena esterogen bisa meningkatkan risiko kanker rahim.
  2. Terapi penggantian hormon kombinasi (estrogen dan progesteron) akan diberikan untuk wanita yang masih mempunyai rahim.

Penanganan menopause dengan penggunaan obat-obatan bisa dihentikan secara bertahap setelah gejala-gejala menopause berakhir. Umumnya, durasi gejala menopause yang dialami oleh seorang wanita ilah sekitar 4 tahun setelah menstruasi terakhir.

Selain terapi penggantian hormon, terdapat metode penanganan menopause lain yang bisa digunakan untuk mengatasi gejala-gejala menopause. Di antaranya yaitu:

  • Clonidine (salah satu obat antihipertensi) atau antidepresan tertentu. ini untuk mengurangi gejala sensasi rasa panas, jantung berdebar dan berkeringat berlebih. di malam hari.
  • Pelumas vagina yakni untuk mengatasi kekeringan pada vagina serta rasa nyeri saat berhubungan seks.

Setiap metode pengobatan ini mempunyai efek samping. Oleh sebab itu, para wanita dianjurkan untuk memriksakan diri setelah 3 bulan pertama menjalani proses penanganan menopause, kemudian lakukan pemeriksaan rutin setahun sekali.

Itulah informasi yang bisa kami sampaikan mengenai langkah penanganan menopause yang tepat lengkap dengan penjelasan gejala serta penyebabnya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kesehatan Anda dan juga seluruh keluarga.

Tags: