Tips Penanganan Keracunan Karbon Moniksida serta Gejalanya

Penanganan Keracunan Karbon Monoksida di Rumah dan Gejalanya,- www.ujangherbal.com – Karbon monoksida (CO) merupakan gas tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak merangsang. Karbon monoksida dihasilkan dari pembakaran tak sempurna dari senyawa karbon, sering terjadi pada mesin pembakaran dalam.

Keberadaan gas karbon monoksida sulit untuk dideksi, padahal gas ini sangat berbahaya bagi kesehatan. Jika gas karbon monoksida terhirup, bisa menyebabkan sesak napas hingga kematian. Selain itu, karbon monoksida juga bisa menyebabkan keracunan. Apa bahaya keracunan karbon monoksida bagi kesehatan? Dan bagaimana cara penanganan keracunan karbon monoksida yang tepat? Simak uraian lengkapnya di bawah ini!

Penanganan Keracunan Karbon Monoksida

Mengetahui Gejala Keracunan Karbon Monoksida Serta Cara Penanganannya

Kasus keracunan karbon monoksida cukup sering terjadi. Salah satu kasus keracunan gas karbon monoksida ini pernah dialami oleh salah satu member boy group Korea Selatan, Shinee, yaitu Kim Jonghyun yang secara sengaja menghirup gas karbon monoksida untuk mengakhiri hidupnya.

Lalu, apa itu keracunan karbon monoksida?

Keracunan karbon monoksida adalah kondisi dimana seseorang menghirup gas karbon monoksida dalam jumlah yang banyak. Karbon monoksida yang ada didalam udara bisa dihirup dan diserap dengan mudah ke dalam paru-paru. Dibadningkan dengan oksigen, karbon monoksida ini lebih mudah berikatan dengan hemoglobin dalam sel darah merah, menyebabkan jaringan tubuh menjadi kekurangan oksigen.

Keracunan karbon monoksida ini bisa dialami oleh siapa saja, khususnya mereka yang berada di ruangan yang memiliki ventilasi buruk. Selain itu, pekerja di pabrik tertutup, area-area yang rawan api, bayi, lansia, orang-orang yang mengidap penyakit jantung kronis, anemia, atau sesak napas (dsypnea) memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami keracunan karbon monoksida.

Mengingat begitu bahayanya dampak yang ditimbulkan, maka penting untuk mengetahui langkah-langkag penanganan keracunan karbon monoksida yang tepat. Sehingga dapat membantu meminimalisir bahaya yang timbul akibat gas karbon monoksida yang terhidup dalam jumlah banyak.

Penyebab Keracunan Karbon Monoksida

Seperti yang disebutkan sebelumnya, karbon monoksida diproduksi saat bahan bakar tidak terbakar dengan sempurna. Dan berikut ini merupakan kondisi yang berpotensi memicu keracunan karbon monoksida, yaitu diantaranya :

  • Kebakaran
  • Merokok shisha di ruangan tertutup
  • Menggunakan peralatan yang menggunakan bahan bakar minyak, arang atau gas (seperti water heater) di dalam rumah dengan pemasangan dan pemeliharaan yang tidak baik atau ventilasi yang buruk
  • Memasak di dapur yang tidak memiliki ventilasi
  • Berenang di lingkungan yang terdapat jetski dengan mesin yang menyala
  • Membersihkan cat dengan cairan pembersihkan yang mengandung methylene chloride (dichloromethane)
  • Berada dalam satu ruangan tanpa ventilasi aktif bersama mobil atau mesin generator yang dinyalakan
  • Berada didalam mobil aatu kendaraan lain yang sedang diam dengan mesin menyala, dan tertutup, serta trdapat kebocoran sistem pembuangan (knalpot).

Gejala Keracunan Karbon Monoksida

Pada awalnya, gejala keracunan karbon monoksida tidak tampak jelas karena mirip den gan keracunan makanna atau gejala flu, namun tapa demam, khususnya jika gas yang dihirup masih dalam jumlah yang kecil. Gejala yang timbul biasanya akan mulai mereda ketika penderita menjauhi sumber gas tanpa perlu melakukan penanganan keracunan karbon monoksida khusus.

Berikut merupakan beberapa gejala awal yang mungkin timbul akibat keracunan karbon monoksida, yaitu diantaranya :

  • Sesak napas
  • Sakit kepala dan pusing yang tidak tertahankan
  • Kebingungan
  • Rasa lemas yang sangat
  • Rasa mual dan muntah-muntah
  • Mengantuk
  • Sakit perut

Semakin lama gas tersebut terhirup, maka gejala yang timbul pun akan semakin memburuk. Keracunan yang parah bisa menyebabkan kehilangan keseimbangan, kehilangan penglihatan, kehilangan ingatan, hingga tidak sadarkan diri (pingsan atau koma).

Jika keracunan karbon monoksida bersifat terus menerus dalam jangka panjang, maka Anda bisa mengalami berbagai gejala pada sistem saraf seperti kesulitan untuk berpikir, berkonsentrasi, dan perubahan emosi sehingga kadar dapat mengambil tindakna yang tidak rasional dan impulsif.

Jika Anda menduga telah menghirup gas karbon monoksida dan mulai merasakan beberapa gejala tersebut, segera cari pertolongan, sehingga penanganan keracunan karbon monoksida bisa segera dilakukan.

Tips Penanganan Keracunan Karbon Monoksida di Rumah

Segera evakuasi korban dari area yang terkontaminasi karbon monoksida. Untuk meningkatkan level oksigen dalma tubuh, korban harus menghirup udara bersih. Pada kasus-kasus yang parah, mungkin diperlukan bantuan ventilator untuk mendukung aliran oksigen ke dalam tubuh.

Selain itu, ada beberapa perubahan gaya hidup dan penanganan keracunan karbon monoksida rumahan yang bisa dilakukan untuk membantu mencegah timbulnya keracunan karbon monoksida, yaitu diantaranya :

  • Jauhi tempat tertutup dengan mesin
  • Jangan membakar arang dalam rumah atau ruangan tertutup, karena pembakaran arang memproduksi karbon monoksida
  • Periksa dan bersihkan cerobong asap secara teratur
  • Periksa dan pantau kelayakan pemanas air, kompor gas, perapian atu alat apapun yang menggunakan gas, minyak atau batu bara di dalam rumah
  • Jangan menggunakan generator di dalma ruangan, basement, dan garasi atau dari jendela, pintu, ventilasi kurang dari 6 meter
  • Beli peralatan yang menggunakan gas dengan merek yang terpercaya
  • Jangan menggunakna kompor gas atau oven untuk menghangatkan ruangan karena dapat menyebabkan penumpukan karbon monoksida di dalam ruangan
  • Tentukan tingkat waspada akan karbon monoksida di rumah dan tempat kerja.

Nah, itulah beberapa tips penanganan keracunan karbon monoksida yang bisa dilakukan di rumah. Semoga dengan melakukan beberapa tips tersebut risiko keracunan karbon monoksida bisa diminimalisir. Semoga bermanfaat.

Tags: