Solusi Tepat Penanganan Inkontinensia Tinja serta Penyebabnya

Penanganan Inkontinensia Tinja serta Diagnosis dan Penyebabnya,- www.ujangherbal.com – Apakah Anda pernah merasakan kesulitan untuk mengendalikan buang air besar? Mungkin Anda mengalami inkontinensia tinja. Inkontinensia Tinja atau disebut juga inkontinensia alvi merupakan suatu kondisi di mana seseorang tidak bisa mengontrol kapan harus buang air besar. Kondisi ini menyebabkan tinja keluar secara tiba-tiba tanpa disadari oleh penderitanya.

Bagi orang normal, buang air besar terjadi secara lazim, tetapi bagi mereka dengan inkontinensia tinja, terkadang terjadi kebocoran buang air besar di tengah malam. Kondisi ini cukup umum terjadi dan bisa dialami oleh siapapun.

Lalu, adakah cara penanganan inkontinensia tinja yang bisa dilakukan? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasannya di bawah ini !

Penanganan Inkontinensia Tinja

Sokusi Penanganan Inkontinensia Tinja Serta Diagnosis dan Penyebabnya

Inkontinensia tinja dipengaruhi oleh usus bagian akhir atau rektum, anus (dubur), dan sistem saraf yang tidak berfungsi secara normal. Inkontinensia tinja terjadi ketika ada sesuatu yang salam dalam proses kendali usus. Terutama jika tidak bisa memutuskan kapan Anda akan mengeluarkan tinja atau kapan harus menahannya.

Hal ini seringkali membuat penderitanya merasa malu. Untungnya, inkontinensia tinja bukan termasuk penyakit serius da terdapat solusi penanganan inkontinensia tinja yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

Sembelit, diare, atau kerusakan saraf merupakan penyebab umum dari inkontinensia tinja. Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi karena sfingter anus yang lemak dikaitkan dengan penuaan atau cedera pada saraf dan otot-otot rektum dan anus. Penyakit radang usus terkadang juga bisa menjadi penyebab inkontinensia tinja karena pengaruhnya pada saluran pencernaan.

Diagnosis Inkontinensia Tinja

Untuk mendiagnosis inkontinensia tinja, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menentukan penyebab yang mendasarinya. Biasanya colok dubur dilakukan untuk memeriksa kontraksi sfingter anus. Selain itu, ada tes lainnya juga yang bisa dilakukan, seperti pengujian tinja, endoskopi dimana selang dimasukkan ke dalam anus untuk memeriksa potensi masalah yang berhubungan dengan saluran pencernaan.

Tes saraf juga bisa menunjukkan hasil jika ada kerusakan saraf. Ultrasound juga terkadang bisa digunakan untuk melihat apakah ada masalah pada anus dan dinding dubur.

Solusi Penanganan Inkontinensia Tinja

Prosedur penanganan inkontinensia tinja ditentukan berdasarkan penyebab yang mendasarinya. Namun, ada beberapa langkah penanganan inkontinensia tinja yang bisa dilakukan, yaitu diantaranya :

Mengubah pola makan

Jika inkontinensia tinja disebabkan karena diare atau konstripasi, maka perlu dilakukan perubahan pola makan untuk mengembalikan fungsi dan mengendalikan pergerakan usus. Dokter akan menganjurkan penderita untuk memperbanyak konsumsi makanan yang tinggi serat (20-30 gram per ahri) agar tinja lebih padan dan mudah dikendalikan, serta memperbanyak konsumsi cairan.

Terapi obat

Beberapa jenis obat yang bisa diresepkan dokter pada penderita yaitu obat antidiare (seperti loperamide), dan laktasif atau pencahar, dengan kandungan laktosa (bat jenis ini biasanya diberikan untuk mengatasi inkontinensia tinja yang disebabkan oleh konstipasi kronik), dan suplemen serat yang berfungsi untuk mengatasi konstipasi.

Jika laktasif atau suplemen tidak bisa membantu mengatasi konstipasi, maka kemungkinan dokter akan memberikan jenis obat yang dimasukkan melalui dubur.

Terapi fisik

Terapi fisik dilakukan untuk mengembalikan kekutan otot rektum, sehingga bisa meningkatkan kendali sfingter anus dan sensasi untuk buang air besar. Beberapa metode terapi fisik untuk pengobatan inkontinensia tinja yang bisa dilakukan, yaitu diantaranya :

  • Latihan kegel. Latihan ini berfungsi untuk mengurangi inkontinensia tinja dan menguatkan otot dasar panggul yang berperan dalam konerka saluran kemih, saluran cerna, dan otot pada rahim perempuan.
  • Biofeedback. Gerakan latihan sederhana ini dilakukan untuk meningkatkan kekuatan otot dubur, otot dasar panggul, kontraksi otot ketika sedang buang air, dan sensasi dorongan untuk mengeluarkan kotoran. Umumnya terapi ini dilakukan dengan bantuan manometri anal atau balon rektal.
  • Balon vaginal. Alat ini menyerupai pompa yang dimasukkan ke dalam vagian untuk memberikan tekanan pada area rektum.

Operasi

Jika terapi obat dan fisik tidak bisa mengatasi inkontinensia tinja secara efektif, maka prosedur operasi bisa dilakukan untyuk mengatasinya. Tindakan operasi umumnya disesuaikan dengan kondisi pasien secara keseluruhan dan penyebab inkontinensia tinja itu sendiri. Beberapa jenis prosedur operasi yang bisa menjadi pilihan, diantaranya kolostomi, stimulasi saraf, sphincteroplasty, bedah koreksi, dan transplantasi otot gracilis.

Latihan usus atau saluran cerna

Katihan ini berfungsi untuk meningkatkan kendali atas otot rektum dan anus dengan melakukan aktivitas yang dilakukan secara rutin, seperti :

  • Menstimulasi otot sfingter anus dengan jari yang telah diberi pelumas.
  • Buang air besar secara teratur sesua dengan jadwal yang ditentukan, misalnya setelah makan atau pada pagi hari setelah bangun tidur.
  • Menggunakan obat supositoria, obat yang dimasukkan melalui rektum atau vagina, untuk merangsang pergerakan usus.

Jangan ragu untuk selalu berkonsultasi dengan dokter yang menangani Anda. Hal ini bertujuan untuk mengetahui solusi pengobatan inkontinensia tinja mana yang tepat sesuai dengan kondisi Anda. Semakin cepat langkah penanganan inkontinensia tinja dilakukan, maka semakin cepat dan besar pula kemungkinan Anda untuk segera sembuh. Semoga bermanfaat.

Tags: