Prosedur Penanganan Fibroadenoma yang Tepat Secara Medis

Penanganan Fibroadenoma Secara Medis Serta Penyebabnya,- www.ujangherbal.com – Apakah Anda sudah mengetahui mengenai fibroadenoma? Mungkin penyakit ini terdengar asing bagi sebagian masyarakat. Namun perlu diketahui, kondisi ini cukup umum terjadi, khususnya pada wanita.

Fibroadenoma sendiri merupakan tumor jinak yang timbul di payudara. Perlu diketahui, tidak semua benjolan yang timbul merupakan fibroadenoma. Walaupun begitu, Anda harus tetap waspada jika timbul benjolan pada payudara.

Agar lebih waspada, ketahui beberapa prosedur penanganan fibroadenoma secara meadis yang disarankan dokter berikut ini!

Penanganan Fibroadenoma

Prosedur Penanganan Fibroadenoma yang Disarankan Dokter

Seperti yang disebutkan sebelumnya, fibroadenoma atau fibroadenoma mammae (FAM) adalah salah satu jenis tumor jinak yang paling umum timbul di payudara. Fibroadenoma berbentuk bulat dengan batas tegas dan memiliki konsistensi kenyal dengan permukaan yang halus, dan ukurannya bisa membesar pada masa kehamilan.

Ketika disentuh, tumor ini akan mudah baergesar. Umumnya penyakit ini menyerang wanita berusia antara 15 sampai 35 tahun. Namun, sebenarnya fibroadenoma bisa terajdi pada wanita usia berapa pun, bahkan juga bisa terjadi pada pria, meskipun jarang terjadi.

Lalu, bagaimana prosedur penanganan fibroadenoma yang disarankan dokter ?

Penyakit fibroadenoma pada dasarnya tidak memerlukan pengobatan. Namun untuk menghilangkan kekhawatiran, beberapa penderita memiliki menjalani prosedur operasi untuk menghilangakn benjolan fibroadenoma.

Berdasarkan pemeriksaan fisik, tes pemindaian, dan biopsi, sokter akan menyarankan pilihan prosedur penanganan fibroadenoma. Jika dari hasil tes yang sudah dilakukan, dokter menganggap jika benjolan tersebut bersifat abnormal, maka akan dilakukan prosedur pengangkatan fibroadenoma dengan cara berikut :

  • Cryoablation. Dalam prosedur penanganan fibroadenoma ini, dokter akan memasukkan alat tipis seperti tongkat ke benjolan fibroadenoma melalui kulit untuk membekukan jaringan tumor dengan gas.
  • Lumpektomi. Ini merupakan prosedur pembedahan untuk memotong atau mengangkat benjolan fibroadenoma dari payudara. Jaringan yang diangkat tersebut akan dibawah ke laboratorium untuk diperiksa apakah terdapat sel-sel kanker.

Sebelum melakukan prosedur penanganan fibroadenoma tersebut, dokter akan mempertimbangkan beberapa hal, seperti ukuran, lokasi, dan jumlah benjolan yang timbul.

Walaupun sudah diangkat, fibroadenoma ternyata masih bisa kembali muncul. Untuk mengetahui penyebabnya, penderita bisa melakukan pemeriksaan lanjut dan jika diperlukan, lakukan pemeriksaan biopsi untuk memastikan apakah benjolan baru tersebut merupakan fibroadenoma atau kanker.

Penyebab Fibroadenoma

Sampai saat ini, penyebab pasti fibroadenoma belum diketahui. Namun, perkembangan fibroadenoma seringkali dihubungkan dengan hormon reproduksi. Beberapa pendapat menyebutkan jika fibroadenoma merupakan respons tubuh wanita yang tidak normal terhadap hormon estrogen.

Fibroadenoma mungkin memiliki koneksi dengan hormon reproduksi, karena kondisi ini cenderung lebih sering terjadi selama usia subur. Selain itu, fibroadenoma juag bisa berkembang menjadi lebih besar selama kehamilan atau penggunaan terapi hormon.

Setelah menopause, seiring dengan penurunan kadar hormon, fibroadonema mungkin bisa menyusut. Penyebab lainnya yaitu penggunaan kontrasepsi oral sebelum usia 20 tahun. Hal ini bisa memicu perkembangkan dan pertumbuhan fibroadenoma.

Untuk tanda dan gejalanya sendiri, ada beberapa gejala yang bisa timbul akibat fibroadenoma, seperti diantaranya :

  • Benjolan mudah digerakkan
  • Tidak terasa sakit
  • Konsistensi benjolan terasa kenyal dan padat
  • Berbentuk bundar dengan tepi benjolan yang jelas

Penderita bisa memiliki lebih dari satu fibroadenoma sekaligus pada salah satu payudara atau keduanya. Fibroadenoma bisa memiliki ukuran yang berbeda dan bisa menjadi lebih besar atau bahkan menyusut sendiri. Namun, biasanya fibroadenoma berukuran kecil, sekitar 1 atau 2 cm.

Jika Anda mendeteksi adanya benjolan baru atau perubahan pada payudara, sebaiknya segera hubungi dokter. Semoga bermanfaat.