Penanganan Epididimitis yang Tepat serta Penyebab dan Gejalanya

Penanganan Epididimitis serta Penyebab dan Gejalanya,- www.ujangherbal.com РAda beragam jenis gangguan kesehatan atau penyakit yang bisa menyerang organ reproduksi pria, salah satunya yaitu epididimitis. Penyakit ini sangat umum terjadi pada pria dan biasanya menyerang pria yang berusia sekitar 19 hingga 35 tahun.

Beberapa pria mungkin sudah mengetahui mengenai penyakit yang satu ini. Namun bagi Anda yang belum mengetahuinya, di sini kami akan memberikan informasi seputar penyebab, gejala, serta tips penanganan epididimitis secara lengkap. Simak penjelasan berikut ini !

Penanganan Epididimitis

Mengenal Penyakit Epididimitis serta Penyebab dan Gejalanya

Epididimitis merupakan peradangan yang terjadi pada epididimis, yaitu saluran yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan penyaluran sperma. Organ ini terletak di belakang testis dan menyambungkan testis dengan vas deferens, hingga berlanjut ke saluran ejakulasi, protat, dan saluran kencing (uretra), saat ejakulasi.

Ketika mengalami epididimitis, saluran tersebut menjadi bengkak sehingga menimbulkan nyeri. Peradangan ini juga bisa menyebar hingga ke testis (edididymo-orchitis).

Penyebab Epididimitis

Terdapat banyak kemungkinan yang bisa menjadi penyebab terjadinya epididimitis. Umumnya gangguan ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang dimulai dari uretra, prostat, atau kandung kemih. Sebagian besar kasus ini disebabkan oleh infeksi menular seksual, termasuk klamidian dan gonorea (GO). Namun, infeksi ini juga bis aterjadi karen ainfeksi yang berhubungan dengan saluran kemih atau uretritis, walaupun kasusnya jarang ditemui.

Selain bakteri, virus juga bisa menjadi penyebab yang cukup dominan pada anak-anak. Pada epididimitis yang disebabkan oleh virus tidak didapatkan adanya pyuria (tanda paeradangan atau serangan bakteri yang ditemukan pada urine). Sedangkan epididimitis yang disebabkan oleh basil tuberculosis, sering terjadi di daerah endemis TB.

Selain itu, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya epididimitis, yaitu diantaranya :

  • Pria yang belum disunat
  • Mengidap pembesaran prostat
  • Memiliki riwayat infeksi menular seksual
  • Menggunakan kateter urine untuk jangka panjang
  • Memiliki letak anatomis saluran kemih yang tidak normal
  • Pernah mengalami infeksi prostat atau infeksi saluran kemih
  • Pernah menjalani prosedur medis yang memngaruhi slauran urine
  • Berhubungan seksual dengan penderita penyakit menular seksual, tanpa menggunakan kondom

Gejala Epididimitis

Ada beberapa gejala epididimitis yang bisa dialami oleh penderita, diantaranya yaitu :

  • Demam
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Darah pada cairan sperma
  • Nyeri pada testis, biasnaya di salah satu sisi
  • Nyeri ketika ejakulasi atau berhubungan seksual
  • Pembesaran kelenjar getah bening di pangkal paha
  • Sering ingin buang air kecil dan selalu merasa tidak tuntas
  • Skrotum akan membengkak, terasa hangat, dan nyeri saat disentuh
  • Rasa tidak nyaman atau nyeri pada perut bagian bawah atau sekitar panggul
  • Timbul benjolan di sekitar testis yang disebabkan karena adanya penumpukan caiaran
  • Ujung penis mengeluarkan cairan tidak normal, biasanya terkait dengan penyakit menular seksual

Tips Penanganan Epididimitis

Tujuan penanganan epididimitis ini yaitu untuk mengatasi infeksi dan mengurangi transmisi penyakit. Pemberian obat merupakan salah satu langkah penanganan epididimitis yang bisa dilakukan. Obat-obatan yang biasa diberikan pada penderita yaitu :

  • Antibiotik. Obat antibiotik ini harus dihabiskan walaupun gejala sudah membaik. Hal ini bertujuan untuk emmastikan infeksi sudah benar-benar hilang. Contoh obat antibiotik yang bisa diresepkan yaitu doxycycline dan ciprofloxacin.
  • Obat pereda nyeri. Obat ini bermanfaat untuk membantu meredakan rasa sakit yang timbul akibat epididimitis. Contoh obat pereda nyeri yang bisa dikonsumsi yaitu paracetamol atau ibuprofen.

Selain dengan obat, penderita juga bisa melakukan langkah penanganan epididimitis mandiri di rumah untuk membantu meredakan gejalanya. Beberapa langkah penanganan tersebut yaitu diantaranya :

  • Menghindari mengangkat beban berat
  • Mengimpres skrotum dengan air dingin
  • Berbaring di ranjang setidaknya selama 2 hari, dengan posisi skrotum terangkat (dibantu penopang)

Jika beberapa obat atau langkah penanganan epididimitis yang telah dilakukan tersebut tidak dapat membantu, maka dokter akan menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi. Prosedur ini bisa dilakukan jika telah timbul nanah di dalam epididi. Pada kasus lain yang lebih parah, penderita terpaksa harus menjalani epididimektomi atau operasi pengangkatan saluran epididimitis.

Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat dan bisa membantu menjadi solusi terbaik untuk Anda. Semoga lekas sembuh.

Tags: