Penanganan Dystonia Secara Medis yang Efektif dan Komplikasinya

Penanganan Dystonia Secara Medis dan Komplikasinya,- www.ujangherbal.com – Terdapat beragam jenis gangguan yang bisa menyerang bagian otot, mulai dari keseleo, kram, distrofi otot, hingga dystonia. Nah, pada artikel kali ini kami akan memberikan informasi seputar penyakit dystonia lengkah dengan cara penanganan dan komplikasinya.

Bagi Anda yang saat ini mengalami dystonia dan tengah mencari solusi penanganan dystonia, simak uraian lengkap di bawah ini !

Penanganan Dystonia

Solusi Penanganan Dystonia Secara Medis

Dystonia merupakan suatu kondisi medis yang ditandai dengan adanya gangguan pada pergerakan otot, sehingga tanda sadar otot akan berkontraksi secara berulang-ulang. Gerakan berulang-ulang ini menyebabkan penderita seringkali memiliki postur tubuh yang tidak biasa dan terkadang mengalami gemetar atau tremor.

Dystonia bisa menyerang hanya satu bagian tubuh (dystonia fokal), dua atau lebih bangian tubuh yang berkaitan (dystonia segmental), atau seluruh tubuh (dystonia general).

Penyebab pasti dari dystonia belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi diduga melibatkan perubahan komunikasi antara sel saraf pada beberapa bagian otak. Selain itu, aspek genetik juga berperan pada beberapa jenis dystonia.

Penyebab lainnya yang mungkin bisa memicu dystonia yaitu kecelakaan (menyebabakn cedera yang memengaruhi otak), penyakit parkinson, stroke. tumor otak atau kelainan yang timbul pada individu dengan kanker, infeksi, serta kekurangan oksigen atau keracunan karbon monoksida.

Bagaimana cara penanganan dystonia yang tepat menurut medis?

Perlu diketahui, dystonia tidak bisa disembuhkan, tetapi ada beberapa solusi penanganan dystonia yang bisa dilakukan untuk mengurangi frekuensi timbulnya gejala dan tingkat keparahannya, seperti diantaranya :

  • Obat-obatan

Obat-obatan yang diberikan merupakan jenis obat yang bekerja untuk menghambat sinyak-sinyal di otak yang merangsang kekakuan otot. Kemungkinan dokter akan meresepkan beberapa jenis obat sesuai dengan klondisi penderitanya.

  • Operasi

Jika tidak ada langkah pengobatan yang berhasil, maka kemungkinan dokter akan menyarankan untuk melakukan operasi. Ada 2 jenis operasi yang bisa disarankan, yaitu operasi stimulasi otak dalam dan operasi denervasi selektif.

Dalam operasi stimulasi otak, dokter akan menanamkan elektroda atau baterai pada otak dan menggabungkannya dengan listrik dalam tubuh untuk menghambat gejala dystonia. Sedangakan dalam operasi denervasi selektif, dokter akan memotong saraf penyebab kejang otot untuk menghentikan gejala secara perlahan.

  • Suntik Botox (Botulinum Toxin)

Botulinum toxin bekerja dengan cara menghambat senyawa-senyawa penyebab kekakuan/spasme otot sehingga tidak mencapai target otot sasaran. Botulinum toxin diberikan secara suntikan, dan dilakukan langsung pada area yang terkena.

Efek suntikan botox ini akan bertahan selama 2 samapi 3 bulan sebelum dilakukan suntikan ulang. Suntikan botox biasanya diberikan pada dystonia fokal.

  • Fisioterapi

Mungkin dokter juga akan menyarankan penderita untuk melakukan terapi seperti fisioterapi, pijat atau peregangan otot untuk meredakan nyeri otot, terapi bicara, terapi sensorik untuk mengurangi kontraksi otot, hingga latihan pernapasan dan yoga.

Jika gejala tergolong berat, maka dokter bisa merekomendasikan rangsangan ke otak dalam menggunakan elektroda untuk mengeluarkan pulsasi listrik ke otak dan mengendalikan kontraksi otot.

Sebelum penanganan dystonia berupa terapi atau konsumsi obat-obatan apa pun dilakukan, pastikan Anda sadar dengan kemungkinan terjadinya efek samping, seperti mengantuk, mual, bingung, kesulitan menelan, penglihatan ganda, perubahan suara, mulut mengering, konstipasi, kesulitan buang air kecil, kesulitan mengingat, hingga kehilangan keseimbangan.

Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui efek smaping yangmungkin terjadi sesuai dengan kondisi yang Anda alami.

Komplikasi Dystonia

Jika penyakit dystonia tidak segera ditangani dan dibiarkan begitu saja, maka tidak menutup kemungkinan akan menyebabkan timbulnya komplikasi. Tergantung pada jenis dan lokasinya, ada beberapa komplikasi yang mungkin timbul pada dystonia, yaitu diantaranya :

  • Kebutaan (jika dystonia menyerang kelopak mata)
  • Kesulitan menggerakkan rahang, menelan, atau berbicara
  • Kelelahan dan rasa sakit akibat kontraksi otot berlebihan
  • Keterbatasan gerak, sehingga kesulitan untuk melakukan pekerjaan sehari-hari
  • Masalah psikologis (cemas, depresi, atau bahkan menarik diri dari masyarakat)

Tidak hanya itu, ada juga beberapa kemungkinan komplikasi yang bisa terjadi setelah melakukan operasi, seperti berhentinya elektroda atau kesalahan pemasangan baterai dalam stimulasi otak, atau pembengkakan, nyeri seperti tertusuk-tusuk, dan infeksi pada bagian leher setelah melakukan operasi denervasi selektif.

Semua solusi penanganan dystonia yang telah disebutkan diatas bertujuan untuk mengendalikan gejala, sehingga penderita bisa hidup dengannormal. Beberapa langkah penanganan dystonia alternatif, seperti yoga, akupuntur, meditasi, dan pilates juga bermanfaat, selama hal tersebut diperbolehkan oleh dokter. Semoga bermanfaat.

Tags: