Cara Penanganan Amnesia Yang Tepat

Cara Penanganan Amnesia Yang Tepat – Selamat datang kembali di situs informasi kesehatan www.ujangherbal.com yang pada kesempatan ini kami akan membahas mengenai cara penanganan amnesia secara tepat. Diagnosis amnesia umumnya diperlukan pemeriksaan fisik dan juga riwayat penderita yang kemungkinan bisa diperoleh dari keluarga atau kerabat terdekat. Selain itu, diperlukan juga tes penunjang yakni meliputi tes darah, CT scan, MRI, atau electroensefalogram (EEG). Adapun tes-tes ini bertujua untuk mendeteksi kerusakan/kondisi otak yang tidak normal. Biasanya dokter juga dapat menilai daya ingat pasien dengan melakukan pemeriksaan kognitif yang berguna untuk mencari tahu seberapa jauh ingatan yang hilang tersebut. Maka hasil pemeriksaan inilah yang nantinya akan menentukan tindakan penanganan anemia yang akan dilakukan.

Berikut ini informasi lengkap mengenai penanganan amnesia beserta gejala dan penyebabnya.

Cara Penanganan Amnesia Yang Tepat

Cara Penanganan Amnesia Yang Tepat

Hilang ingatan atau Amnesia merupakan gangguan yang menyebabkan seseorang tidak bisa mengingat informasi, pegalaman atau kejadian yang pernah dialaminya. Penderita Amnesia akan kesulitan dalam membentuk ingatan baru.

Amnesia bisa terjadi berkembang secara perlahan ataupun secara tiba-tiba. hal ini dapat menjadi gejala dari suatu masalah kesehatan yang lebih serius. Sebuah kondisi yang juga terjadi dalam gangguan daya ingat atau disebut demensia sering kali dikaitkan dengan Amnesia. Tetapi sebenarnya keduanya sangat berbeda. Pada Demensia dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif, sedangkan pada Amnesia tidak terjadi.

Gejala Amnesia

Amnesia dibagi menjadi 2 jenis menurut gejalanya, yaitu:

  • Pertama, Amnesia Anterograde, ketika penderita mengalami kondisi ini sangat sulit untuk membentuk ingatan baru. Gangguan ini bisa bersifat sementara dan ada yang permanen.
  • Kedua, Amnesia Retrograde yang menyebabkan penderitanya tidak dapat mengingat informasi atau kaejadian yang lalu. Gangguan ini dapat memengaruhi ingatan yang baru terbentuk. Sementara pada ingatan lama seperti ingatan masa kecil,gangguannya muncul lebih lambat.

Penderita Amnesia juga bisa mengalami ingatan palsu (konfabualsi), yaitu suatu ingatan yang terbentuk karena karangan atau berdasarkan kejadian sebenarnya, tetapi ditempatkan dalam wkatu yang salah. Disorientasi atau kebingungan merupakan gejala lain dari Amnesia.

Apabila dirasa Anda mengenali gejala-gejala diatas pada seseorang yang dikenal, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter, guna mendapatkan penanganan anemia yang tepat.

Penyebab Amnesia

Penyebab Amnesia dapat terjadi karena kerusakan pada bagian otak yang membentuk sistem limbik yang berperan dalam mengatur ingatan dan emosi saseoarang. Terdapat berbagai kondisi yang bisa memicu terjadinya Amnesia, diantaranya :

  • Penyakit Alzheimer
  • Stroke.
  • Tumor otak.
  • Kejang-kejang.
  • Perdangan otak (Ensefalitis).
  • Trauma psikologis, contohnya akibat pelecehan seksual.
  • Anoxia (Penurunan pasokan oksigen pada otak).
  • Mengkonsumsi obat-obat tertentu seperti benzodiazepine dan obat penenang.
  • Kecanduan minuman keras dalam waktu yang lama.

Penanganan Anemia

Dalam penanganan amnesia, langkah utamanya ialah dengan menjalankan terapi okupasi dan terapi kognitif.

  • Melalui terapi okupasi, penanganan amnesia akan dilakukan dengan ahli terapi yang akan mengajarkan penderita cara mengenal informasi baru dan menggunakan ingatan yang masih ada untuk mendapatkan informasi baru.
  • Pada terapi kognitif, penanganan anemia dilakukan dengan latihan yang ditujukan untuk menguatkan daya ingat. Penguatan daya ingat juga bisa di dukung dengan bantuan teknologi, seperti dengan tablet, surat, atau agenda elektronik lainnya.

Selain itu, biasanya penanganan amnesia juga dilakukan dengan pemberian vitamin dan suplemen yang bertujuan untuk mencegah kerusakan lebih parah akibat amnesia. Namun penanganan amnesia dengan cara ini perlu ditunjang dengan perubahan gaya hidup, salah satunya ialah menghindari minuman beralkohol.

Tags: