Metode Penanganan Akromegali Rekomendasi Terbaik yang Ampuh

Penanganan Akromegali Rekomendasi Terbaik yang Ampuh,- www.ujangherbal.com – Apakah Anda pernah melihat seseorang yang memiliki tubuh besar seperti raksasa? Ternyata kondisi ini disebabkan oleh pertumbuhan hormon yang tidak normal. Gangguan hormon ini disebut dengan akromegali.

Akromegali adalah kelainan yang timbul karena tubuh kelebihan hormon pertumbuhan (growth hormone), sehingga terjadi pertumbuhan secara berlebihan pada berbagai jaringan tubuh, otot, dan tulang, khususnya pada kaki, tangan, dan wajah.

Perubahan fisik ini terjadi lebih lambat dan bisa tidak terdeteksi selama bertahun-tahun. Jika tidak ditangani, maka akromegali bisa menyebabkan komplikasi yang serius. Jika terjadi pada anak yang masih dalam masa pertumbuhan, maka kondisi ini bisa menyebabkan penyakit gigantisme.

Lalu, adakah metode penanganan akromegali yang bisa dilakukan? Tentu saja. Ketahui informasi lengkap tips penanganan akromegali lengkap dengan penyebab dan gejalanya di sini!

Penanganan Akromegali

Metode Penanganan Akromegali Rekomendasi Terbaik

Penanganan akromegali bertujuan untuk mengurangi tingkat keparahan gejala, mengatur kadar hormon berlebih, serta mengembalikan fungsi kelenjar hipofisis. Dan berikut ini merupakan metode penanganan akromegali yang umum disarankan dan merupakan rekomendasi terbaik, yaitu diantaranya :

Obat-obatan

Obat-obatan ini bisa digunakan untuk penanganan akromegali pendukung setelah operasi, atau jika operasi tidak bisa dilakukan, seperti dalam kasus tumor yang berukuran besar. Beberapa jenis obat yang biasanya diresepkan untuk membantu penanganan akromegali diantaranya :

  • Analog somatostatin. Obat-obatan seperti lanreoride dan octreotide digunakan untuk mengontrol produksi dan aliran hormon pertumbuhan, serta mengecilkan ukuran tumor adenoma.
  • Antagonis hormon pertumbuhan. Salah satu contoh obat ini yaitu pegvisomant. Obat ini berfungsi untuk memblokis efek hormon pertumbuahn pada jaringan tubuh, menekan gejala, dna mengatur kadar IGF-I pada hati. Obat ini biasanya diberika jika penderita tidak merespons penanganan akromegali lainnya.
  • Dopamine agonist. Obat-obatan seperti bromocriptine dan cabergoline berfungsi untuk menekan produksi hormon pertumbuhan. Kedua obat ini dikonsumsi sekali atau dua kali seminggu dalam bentuk pil.

Operasi

Operasi transfenoidal biasanya direkomendasikan untuk mengangkat tumor dari hipofisis yang menekan saraf dan memicu produksi GH secara berlebih. Tindakan ini dilakukan melalui hidung atau bibir atas dengan menggunakan endoskopi dan alat operasi lainnya untuk mengangkat tumor yang ada. Tindakan penanganan akromegali ini dilakukan dalam kondisi anestesi lokal. Konsumsi obat-obatan dan melakukan terapi mungkin akan disarankan sebelum atau setelah operasi.

Radioterapi

Umumnya radioterapi direkomendasikan jika penderita tidak merespons obat-obatan dan tindakna operasi dengan baik. Terapi ini berfungsi untuk menghancurkan sel tumor yang tidak bisa dijangkau sebelumnya dan menekan kadar hormon pertumbuhan secara perlahan. Radioterapi bisa dilakukan dengan 3 cara, yaitu terapi radiasi konvensional, terapi pisau gamma (gamma knife), dan terapi radiasi proton.

Dokter biasanya akan menggunakan gabungan metode terapi agar penanganan akromegali lebih cepat dan efektif. Akromegali memerlukan terapi jangka panjang. Pembedahan biasanya berhasil namun kadar hormon tidak kembali ke kondisi normal, sehingga harus dibantu dengan obat-obatan setelah operasi.

Penyebab dan Gejala Akromegali

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, akromegali disebabkan oleh produksi hormon pertumbuhan oleh kelenjar hipofisis yang berlebihan. Peningkatan produksi hormon ini bisa disebabkan oleh tumor jinak pada kelenjar hipofisis (pituitary) atau tumor pada organ tubuh lainnya, seperti paru-paru atau pankreas, namun sangat jarang terjadi. Dalam kasus yang jarang terjadi, keturunan juga bisa menjadi faktor pemicu.

Kelenjar hipofisis terletak di bagian bawah otak dan berfungsi untuk memproduksi berbagai hormon yang penting untuk tubuh, salah satunya adalah hormon pertumbuhan (GH). GH memicu organ hati dalam memproduksi insulin-like growth factor (IGF-I) sebagai stimulan pertumbuahn tulang dan jaringan tubuh. Kadar GH yang berlebih akan memengaruhi produksi IGF-I, yang dapat memicu pertumbuhan yang tidak normal pada jaringan tubuh, otot, dan tulang.

Bagi penderita tumor hipofisis, akromegali bisa disertai dengan gejala lain, yaitu jika tumor menekan saraf dan jaringan di sekitar hipofisis, atau jika tumor juga menyebabkan produksi hormon tiroid berlebih.

Gejala Akromegali

Tidak semua kondisi akromegali akan memperlihatkan gejala yang signifikan secara langsung. Bahkan sebagian besar penderita mengetahui dirinya mengidap akromegali setelah bertahun-tahun.

Secara umum, akromegali bisa menimbulkan gejala berupa tulang pada tangan, kaki, kepala, dan wajah lebih besar dari tubuh. Selain itu, ada gejala akromegali lainnya yang juga bisa dirasakan penderita, seperti diantaranya :

  • Sakit kepala
  • Pembesaran organ
  • Lelah dan otot lemah
  • Lidah yang membesar
  • Mendengkur saat tidur
  • Impotensi pada laki-laki
  • Jarak antar gusi melebar
  • Suara menjadi parau atau serak
  • Keringat berlebih dan bau badan
  • Kulit menebal, berminyak, dan kasar
  • Nyeri sendi dan gerakan sendi terbatas
  • Perubahan siklus menstruasi pada perempuan
  • Penurunan penglihatan, jari-jari baal dan kesemutan

Penyakit akromegali juga bisa menyebabkan organ penting tubuh seperti hati, ginjal, jantung, dan limpa membesar dan berpotensi membahayakan nyawa. Jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter atau kunjungi rumah sakit agar penanganan akromegali bisa dilakukan sedini mungkin.

Semoga bermanfaat.

Tags: