Mesaspadai Gejala Ventricular Tachycardia serta Tips Perawatannya

Gejala Ventricular Tachycardia yang Perlu Diketahui,- www.ujangherbal.com – Jantung berdebar setelah beraktivitas berat, seperti olahraga mungkin merupakan hal yang wajar. Namun, bagaimana jika jantung berdebar secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas? Anda harus waspada, bisa jadi ini disebabkan oleh penyakit Ventricular Tachycardia.

Gangguan ini memang hanya terjadi dalam waktu yang singkat dan tidak menimbulkan gejala. Namun, Ventricular Tachycardia ternyata juga bisa terjadi lebih lama dan disertai dengan gejala seperti kepala yang terasa ringan atau pening, pusing, hingga pingsan.

Agar bisa lebih waspada, mengetahui tanda dan gejala Ventricular Tachycardia merupakan hal yang penting. Untuk informasi lengkapnya, silahkan simak uraiannya di bawah ini!

Gejala Ventricular Tachycardia

Mengenali Ventricular Tachycardia serta Gejalanya

Ventricular Tachycardia (VT) merupakan salah satu jenis kelainan irama jantung yang ditandai dengan ventrikel (bilik jantung) yang berdetak terlalu cepat. Normalnya, jantung berdetak sebanyak 60-80 kali oer menit dan menyediakan volume darah yang cukup untuk peredaran paru-paru dan sirkulasi periferal selama sistol dan untuk jantung sendiri melalui arteri koroner. Namun, pada penderita Ventricular Tachycardia, jantung berdetak lebih cepat, yaitu lebih dari 100 kali per menit, dengan minimal 3 detak abnormal berturut-turut.

Detak jantung yang sangat cepat ini bisa mengganggu pengisian ventrikel jantung oleh darah yang akan dipompa ke seluruh tubuh, karena waktu pengisian menjadi sangat pendek.

Berdasarkan lamanya serangan, irama jantung, dan kemampuan jantung untuk memompa darah, Ventricular Tachycardia ini dibedakan menjadi beberapa jenis, diantaranya yaitu :

  • Monimorphic, yaitu masing-masing denyut jantung memiliki pola yang sama dengan denyut jantung selanjutnya.
  • Nonsustained atau tidak berkelanjutan, di mana Ventricular Tachycardia langsung berhenti dan kembali normal tanpa menimbulkan gangguan aliran darah yang berarti.
  • Polymorphic, yaitu pola denyut jantung yang berubah-ubah.
  • Sustained atau berkelanjutan, yaitu Ventricular Tachycardia yang terjadi lebih dari 30 detik, menyebabkan menurunnya aliran darah.

Tanda dan Gejala Ventricular Tachycardia

Anda mungkin tidak merasakan ada sesuatu yang aneh jika detak jantung bertambah cepat hanya dalam waktu beberapa detik. Namun, jika kondisi ini terjadi lebih lama, Anda bisa menyadari jika jantung berdetak lebih cepat dari biasanya, kencang atau melewatkan detak. Jenis perubahan detak jantung ini disebut dengan palpitasi. Ini merupakan salah satu gejala Ventricular Tachycardia yang biasa terjadi.

Selain itu, ada beberapa gejala Ventricular Tachycardia yang perlu diketahui, yaitu :

  • Sesak napas
  • Pening atau terasa melayang
  • Hamping pingsan atau pingsan (syncope)
  • Denyut nadi melemah atau bahkan tidak teraba

Meskipun gejala Venticular Tachycardia tidak selalu timbul, namun Anda harus tetap waspada. Karena kondisi ini bisa berkembang menjadi fibrilasi ventrikel, yaitu suatu kondisi yang berbahaya dan bisa menyebabkan kematian.

Penyebab Ventricular Tachycardia

Terdapat berbagai faktor yang bisa menjadi penyebab timbulnya Ventricular Tachycardia. Namun, penyakit jantung koroner merupakan penyebab yang paling sering terjadi. Selain itu, Ventricular Tachycardia juga bisa disebabkan oleh faktor lainnya, seperti :

Gangguan pada jantung

  1. Kardiomiopati
  2. Miokarditis
  3. Kelainan bawaan pada jantung, seperti tetralogy of fallot
  4. Adanya jaringan parut pasca operasi di daerah jantung
  5. Kelainan kanal pada jantung, seperti Sindrom Brugada dan ling QT syndrome
  6. Efek samping obat tertentu yang menyebabkan timbulnya gangguan aliran listrik jantung

Gangguan bukan di jantung

  • Penyakit autoimun, seperti lupus dan artritis rheumatoid
  • Gangguan elektrolit (kalium, kalsium, atau magnesium yang terlalu rendah)

Jika Ventricular Tachycardia terjadi pada orang yang berusia di bawah 35 tahun, maka kondisi ini umumnya disebabkan oleh kardiomopti hipertrofik, miokarditis, dan kelainan anatomi pembuluh darah koroner.

Tips Perawatan Ventricular Tachycardia

Selain penyebab dan gejala Ventricular Tachycardia, langkah perawatannya pun penting utnuk diketahui. Tujuan perawatan Ventricular Tachycardia sendiri yaitu untuk mengendalikan irama jantung dan mengembalikan irama jantung pada kondisi normal. Perawatan Ventricular Tachycardia dalam jangka panjang, selain bertujuan untuk mengembalikan detak jantung normal, juga untuk mencegah terjadinya serangan kembali, serta mencegah komplikasi.

Pada kasus gawat darurat, perawatan Ventricular Tachycardia dilakukan dengan resusitasi jantung paru (CPR), defibrilasi listrik (memberikan sengatan listrik yang berasal dari defibrilator), dan obat aritmia.

Selain itu, ada beberapa langkah perawatan Ventricular Tachycardia lainnya yang bisa dilakukan, yaitu diantaranya :

  • Terapi sinkronisasi ulang jantung (cardiac-resynchronization therapy) melalui pemasangan sebuah alat yang akan mengatur denyut jantung.
  • Pemasangan alat yang bernama implantable cardioverter-defibrillator (ICD) di dalam dada atau area perut untuk membantu mengembalikan irama jantung pada kondisi normal.
  • Prosedur ablasi dengan menggunakan frekuensi radio (radiofrequency ablation). Prosedur ini menggunakna arus listrik yang berasal dari gelombang radio untuk menghancurkan titik area pada jaringan jantung yang menyebabkan gangguan irama.

Pemberian obat aritmia sendiri bertujuan untuk mencegah agar gangguan tersebut tidak kembali terjadi.

Nah, itulah beberapa informasi seputar gejala Ventricular Tachycardia serta penyebab dan tips perawatannya. Mengingat begitu berbahayanya gangguan jantung ini, maka sangat penting untuk selalu menjaga kesehatannya. Menjaga kesehatan jantung memiliki dampak yang besar bagi kesehatan pada umumnya, tidak hanya bisa mencegah terjadinya Ventricular Tachycardia, tetapi juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung lainnya. Untuk menjaga kesehatan jantung, Anda bisa mulai dengan mengubah gaya hidup dan pola makan, berolahraga secara teratur, dan kurangi kelebihan berat badan.

Semoga bermanfaat.

Tags: