Mengetahui Tanda dan Gejala Psikosis serta Langkah Perawatannya

Gejala Psikosis serta Langkah Perawatannya yang Perlu Diketahui,-www.ujangherbal.com – Apakah Anda pernah mendengar suara aneh, seperti suara yang memanggil Anda, atau bahkan suara yang seolah mengajak berbicara, padahal suara-suara tersebut sebenarnya tidak ada? Mungkin itu merupakan salah satu gejala psikosis.

Psikosis merupakan gangguan mental yang menyebabkan ketidakmampuan seseorang menilai realita dengan fantasi dirinya. Hasilnya, terdapat realita baru versi penderita psikosis tersebut. Secara singkat, psikosis ditandai dengan adanya persepsi kenyataan yang tidak baik. Mereka yang mengalami psikosis bisa menunjukkan gejala berupa halusinasi atau delusi.

Penanganan ini bisa menakutkan, dan juga tidak menutup kemungkinan bahwa seseorang yang mengalami psikosis bisa melukai diri sendiri atau orang lain. Maka dari itu, seseorang yang mengalami kondisi tersebut sangat disarankan untuk segera mendapatkan penanganan.

Gejala Psikosis

Mengetahui Gejala Psikosis serta Cara Perawatannya

Psikosis merupakan gejala umum dari banyak penyakit jiwa. Kondisi ini menyebabkan seseorang menjadi terpisah dari kenyataan dan berhalusinasi. Penderita psikosis juga mengalami pemikiran yang bertentangan dengan bukti yang sebenarnya.

Terdapat berbagai faktor yang bisa menjadi penyebab timbulnya psikosis. Namun, penyebab pastinya belum diketahui. Ada beberapa penyakit yang bisa memicu terjadinya psikosis. Selain itu, juga terdapat beberapa faktor pendorong timbulnya psikosis tertentu, seperti penggunaan obat-obatan terlarang, kurang tidur, dan faktor lingkungan lainnya.

Selain itu, penyakit otak, infeksi otak, kejadian traumatis dan genetika juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya psikosis.

Gejala Psikosis

Setiap penderita mengalami gejala psikosis yang berbeda-beda, tergantung penyebab, usia, dan keparahan kondisi. Namun, seperti yang disebutkan sebelumnya, delusi dan halusinasi merupakan gejala utama psikosis.

Halusinasi, yaitu kondisi di mana seseorang mendengar,melihat, merasakan, atau mencium sesuatu yang tidak ada dan tidak dialami orang lain.

Delusi, atau disebut juga waham merupakan kondisi di mana seseorang memiliki keyakinan yang kuat dan tidak dapat dipatahkan terhadap sesuatu yang tidak nyata, seperti mempercayai bahwa dirinya mengidap penyakit mematikan, meskipun pada kenyataannya kondisinya sehat.

Selain delusi dan halusinasi, juga terdapat beberapa gejala psikosis lainnya yang bisa timbul, seperti diantaranya :

Pada anak-anak, aktivitas yang menggambarkan perilaku halusinasi, seperti memiliki teman imajinasi, bukan berarti merupakan gejala psikosis. Hal tersebut hanya suatu bentuk imajinasi anak-anak, serta merupakan tahapan yang normal dan tergolong wajar.

  • Gelisah
  • Merasa curiga
  • Gangguan tidur
  • Sulit berkonsentrasi
  • Suasana hati menurun (depresi)
  • Merasakan dorongan untuk bunuh diri
  • Gangguan berinteraksi dengan orang lain
  • Berbicara melantur dan tidak sesuai topik

ikosis merupakan sekumpulan gejala

Perilaku penderita akan tampak aneh dan tidak terduga. Ada yang menyebutkan bahwa mereka mendengar suara yang membertahu mereka untuk melakukan hal-hal tertentu (halusinasi pendengaran). Ada pula yang melihat tanda-tanda atau gambar yang memberitahu mereka untuk melakukan sesuatu atau halusinasi visual.

Cara Perawatan Psikosis

Gejala psikosis akan semakin memburuk dan berdampak pada kemampuan penderita dalam menjalin hubungan sosial, baik dalam lingkungan tempat tinggal atau pun pekerjaan jika tidak segera ditangani. Maka dari itu, penderita psikosis harus segera mendapatkan perawatan.

Perawatan psikosis berbeda pada setiap penderita, tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Dalam merawat penderita psikosis, dokter jiwa atau psikiater akan menganjurkan obat-obatan atau terapi tertentu yang sesuai dengan kondisi penderita.

Berikut ini merupakan langkah perawatan psikosis yang bisa dilakukan, yaitu diantaranya :

Obat-obatan

Dokter bisa memberikan obat golongan antipsikotik, untuk mengontrol gejala yang timbul. Pemberian obat-obatan ini harus sesuai dengan anjuran dokter, karena setiap penderita memiliki dosis yang berbeda, serta disesuaikan denagn usia dan kondisi penderita sendiri.

Psikoterapi

Untuk mengatasi psikosis, terdapat beberapa psikoterapi yang bisa dilakukan. Terapi tersebut juga bisa menggunakan obat-obatan antipsikotik untum memaksimalkan pengobatan yang dilakukan. Beberapa jenis terapi tersebut diantaranya adalah :

  • Cognitive behavioural therapy (CBT). CBT atau terapi perilaku kognitif merupakan bentuk psikoterapi yang bisa dilakukan dalam mengatasi psikosis. Dokter akan mengarankan penderita untuk mengerti dan memahami kondisi yang dialaminya. Hal ini bertujuan aga rpenderita mampu mengendalikan gejala yang ada.
  • Komunitas penyakit. Penderita psikosis juga bisa mencari pemahaman tentang kondisinya, baik cara mencegah atau meredakan gejala, dengan bergabung dalam komunitas yang memiliki latar belakang yang sama.
  • Dorongan orang terdekat. Dorongan dari keluarga atau orang dekat bisa menjadi terapi yang efektif. Penderita bisa mengeluhkan kondisinya kepada orang yang dipercaya. Hal ini akan menumbuhkan semangat pada penderita untuk mampu mengendalikan gejala.

Pendekatan ini terbukti efektif untuk membantu seseorang dengan psikosis untuk menjalani perubahan yang permanen dan lebih efektif mengatasi masalahnya. Terapi ini juga efektif untuk mengatasi gejala psikosis yang tidak bisa sepenuhnya diatasi melalui obat-obatan.

Jika gejala psikosis yang timbul tergolong berisiko dan bisa melukai penderita sendiri atau orang laing, kemungkinan dokter juga bisa menyuntikkan obat penenang.

Usahakan untuk selalu berkonsultasi dengan psikolog atau psikiatar agar kondisi penderita terkontrol. Jika psikosis disebabkan oleh penyakit atau penyalahgunaan zat, maka menghentikan konsumsi zat dan mengobati penyakit penyebab bisa membantu mengatasi gejala psikosis.

Semoga bermanfaat.

Tags: