Mengenali Gejala Penyakit Saraf Motorik Sebelum Terlambat

Gejala Penyakit Saraf Motorik yang Perlu Dikenali Sebelum Terlambat,- www.ujangherbal.com – Apakah sebelumnya Anda pernah mendengar mengenai penyakit saraf motorik? Ini termasuk penaykit langka yang bisa terjadi karena kerusakan yang terjadi pada bagian sistem saraf motorik secara progresif. Kondisi ini juga bisa terjadi ketika sel saraf pada otak dan saraf tulang belakang yang disebut dengan neuron motorik tidak bekerja dengan semestinya.

ALS atau Amyotrophic Lateral Sclerosis merupakan salah satu penyakit saraf motorik yang cukup sering terjadi pada orang dewasa. Sebelum terlambat, sebaiknya segera ketahui berbagai gejala penyakit saraf motorik berikut ini !

Gejala Penyakit Saraf Motorik

Jangan Terlmabat! Ketahui Gejala Penyakit Saraf Motorik Berikut Ini!

Saraf motorik merupakan bagian tubuh yang mengontrol aktivitas otot penting seperti berjalan, bicara, menggenggam, bernapas, dan menelan. Mengingat begitu pentingnya peran saraf ini dalam pergerakan tubuh manusia, maka timbulnya penyakit saraf motorik bisa menimbulkan damapk yang besar dalam keseharian. Aktivitas penderita penyakit saraf motorik lama kelamaan akan semakin terbatas.

penyakit saraf motorik bisa menimbulkan gangguan pada bagian saraf motorik yang disebut dengan upper motor neuron (UMN) dan lower motor neuron (LMN). Otot ini tidak dapat bekerja dengan baik jika terjadi gangguan sinyal antara LMN dengan otot. Kemudian hal ini bisa menyebabkan otot secara bertahap melemah dan berkedut tidak terkendali.

Sedangkan jika gangguan terjadi diantara bagian saraf UMN dan LMN, maka bisa menyebabkan kekakuan otot, serta pergerakan tubuh menjadi berat dan lambat. Pada akhirnya, kemampuan tubuh untuk mengendalikan gerakan semakin lama akan semakin menghilang.

Seperti yang disebutkan diatas, ALS merupakan penyakit saraf motorik yang paling umum terjadi pada orang dewasa yang memiliki gejala otot berkedut, kaku otot, atrofi atau berkurangnya jaringan otot, dan kelemahan otot rangka yang progresif.

Orang yang diduga mengalami ALS perlu segera diperiksa ke dokter spesialis saraf atau neurologi. Cermati timbulnya gejala ALS yang biasanya berupa kondisi-kondisi seperti berikut !

Gejala awal :

  • Berbicara tidak jelas
  • Gangguan otot pernapasan
  • Kesulitan menjaga postur tubuh
  • Sulit menggenggam benda atau mengangkat barang karena genggaman tangan yang lemah
  • Sulit mengangkat lengan karena pundak yang terasa lemah
  • Otot berkedut atau kram otot
  • Otot untuk bicara dan menelan mulai terganggu, gejala ini mirip dengan stroke
  • Terbangun di malam hari beberapa kali karena otak kekurangan oksigen
  • Menyeret kaki
  • Kaki yang jatuh kaerna lemahnya pergelangan otot kaki

Gejala tingkat lanjut :

  • Sesak napas
  • Sulit menelan dan bicara
  • Menguap berlebihan meskipun tidak merasa lelah
  • Otot kaku dan sendi dapat terasa nyeri
  • Kesulitan menggerakkan anggota badan
  • Kelebihan air liur karena berkurangnya aktivitas menelan bisa menyebabkan air liur menetes
  • Penderita sering merasa sulit mengendalikan emosi dan menangis tidak terkontrol

Gejala penyakit saraf motorik tersebut tidak timbul secara tiba-tiba, namun secara bertahap dalam waktu beberapa minggu dan bulan, dimulai dari salah satu sisi tubuh. Bahkan, gejala penyakit saraf motorik, khususnya ALS yang dialami setiap orang terkadang sulit untuk didiagnosis karena bisa menyerupai gejala penyakit lain.

Jika Anda merasakan beberapa gejala tersebut, segeralah periksakan diri ke dokter. Dokter mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mengetahui apakah gejala yang Anda alami merupakan gejala penyakit saraf motorik atau penyakit lainnya.

Faktanya, hingga saat ini belum ada langkah penanganan penyakit saraf motorik yang bisa dilakukan. Penanganan yang bisa dilakukan saat ini hanya bertujuan untuk meringankan gejala agar aktivitas sehari-hari tidak mengalami gangguan. Di tahap akhir, gejala penyakit saraf motorik bisa membuat penderita mengalami kesulitan dalam melakukan berbagai fungsi dasar tubuh seperti bernapas, dan perlu dibantu dalam hampir semua gerakan sehari-hari.

Perawatan yang dilakukan bertujuan untuk membuat penderita mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik dan merasa nyaman, serta beradaptasi dengan hilangnya fungsi tubuh secara bertahap seperti menelan, bernapas, berkomunikasi, dan bergerak.

Semoga bermanfaat.

Tags: