Gejala Gangguan Pencernaan Necrotizing Enterocolitis pada Bayi

Gejala Necrotizing Enterocolitis, Gangguan Pencernaan Pada Bayi,- www.ujangherbal.com – Bayi yang lahir prematur tentu bisa memicu kepanikan dan kekhawatiran para orangtua. Bayi prematur seringkali memiliki kemungkinan buruk terserang berbagai jenis penyakit setelah lahir, mulai dari penyakit biologi hingga penyakit mental.

Salah satu jenis penyakit yang mungkin bisa dialami oleh bayi yang lahir prematur yaitu Necrotizing Enterocolitis. Apa itu Necrotizing Enterocolitis?

Untuk mengetahui informasi seputar penyebab serta gejala necrotizing enterocolitis, simak uraian lengkap di bawah ini!

Gejala Necrotizing Enterocolitis

Mengenal Penyakit Necrotizing Enterocolitis Serta Penyebab dan Gejalanya

Necrotizing enterocolitis (NEC) atau enterokolitis nekrotikans merupakan kondisi peradangan yang terjadi pada usus besar atau usus halus. Kondisi ini biasanya dialami oleh bayi baru lahir, terutama bayi yang lahir prematur. Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan dan bahkan kematian jaringan pencernaan. Akibatnya, usus membengkak dan berlubang. Hal ini bisa memicu bocornya limbah dari usus ke rongga perut. Selain itu, bakteri yang membantu mencerna makanan juga bisa bocor ke aliran darah dan meningkatkan risiko sepsis.

NEC lebih sering dialami oleh bayi dengan berat lahir kurang dari 1500 gram. Angka kematian akibat NEC juga cukup tinggi. Sekitar 50% bayi dengan berat lahir kurang dari 2000 gram yang mengalami NEC berakhir dengan meninggal dunia.

Penyebab Necrotizing Enterocolitis

Tidak diketahui secara pasti apa yang menyebabkan necrotizing enterocolitis. Namun, kekurangan oksigen saat persalinan yang sulit diduga menjadi salah satu faktornya. Kekurangan oksigen dan asupan darah akan menyebabkan usus melemah, sehingga bisa menyebabkan bakteri masuk ke dalam usus yang menyebabkan kerusakan jaringan usus.

Kuman yang paling sering menyebabkan NEC adalah bakteri Escherichia coli, Klebsiella pneumonia, PRoteus mirabilis, Staphulococcus aureus, Enterococcus, Clostridium perfringens, dan Pseudomonas aeruginosa.

Kelebihan sel darah merah dan masalah pada sistem pencernaan merupakan faktor risiko lainnya. Tidak hanya itu, bayi yang lahir prematur juga berisiko terserang penyakit necrotizing enterocolitis karena kondisi sistem organ yang belum sempurna. Pemberian susu formula pada bayi baru lahir juga diduga bisa memicu timbulnya necrotizing enterocolitis, karena penyakit ini sangat jarang dialami oleh bayi yang diberi ASI.

Gejala Necrotizing Enterocolitis

Gejala necrotizing enterocolitis mulai terlihat saat bayi berusia sekitar 2 sampai 4 minggu. orangtua mungkin memperhatikan bahwa bayi mereka tidak makan sebaik sebelumnya. Perut mereka juga mungkin terlihat membesar atau membengkak. Hal ini terjadi dari dalam atau ususnya.

Lebih lengkap, berikut merupakan beberapa gejala necrotizing enterocolitis yang perlu diketahui, yaitu :

  • Diare
  • Kulit perut bisa terlihat kemerahan
  • Mual dan muntah
  • Perut terlihat membuncit dan kembung
  • Buang air besar bercampur darah segar

Berbeda dengan gangguan diare yang juga bisa terjadi pada bayi, gangguan pencernaan akibat NEC biasanya disertai dengan penurunan kondisi kesehatan yang sangat berat pada bayi. Bayi akan tampak lemas dan tidak aktif, tekanan darah menurun drastis, bahkan bayi bisa mengalami henti napas mendadak. Pada kasus yang paling parah, bayi juga bisa mengalami syok. Hal ini bisa disebabkan karena infeksi yang parah.

Mengetahui beragam gejala necrotizing enterocolitis sangat penting bagi setiap orangtua, sehingga kondisi ini bisa dicegah sejak dini. Selain itu, segera periksakan bayi jika mengalami beberapa gejala necrotizing enterocolitis tersebut.

Tips Pengobatan Necrotizing Enterocolitis

Pengobatan necrotizing enterocolitis yang diberikan akan disesuaikan dengan beberapa faktor, seperti usia, keparahan penyakit, dan kondisi kesehatan bayi.

Dokter akan menyarankan ibu untuk berhenti menyusui dan memberi asupan nutrisi untuk bayi melalui infus. Untuk melawan infeksi, biasanya bayi akan diberi antibiotik. Jika bayi mengalami penurunan kondisi hingga napas berhenti, perlu dilakukan pemasangan alat bantu pernapasan berupa ventilator untuk membantu menjaga pernapasan bayi tetap teratur.

Bayi akan terus dipantau selama pemberian obat-obatan. Dokter akan melakukan pemeriksaan berupa tes darah dan foto Rontgen perut secara rutin untuk memastikan kondisi bayi tidak semakin buruk.

Pada bayi dengan kasus necrotizing enterocolitis yang parah, seperti usus berlubang atau peradangan di dinding perut, maka dokter mungkin akan melakukan operasi untuk membuang jaringan usus yang rusak. Dokter juga akan membuat saluran pembuangan sementara pada dinding perut (kolostomi atau ileostomi) hingga peradangan pada usus membaik dan usus bisa kembali disambungkan.

Pemberian ASI secara eksklusif pada bayi prematur ternyata bisa membantu mencegah terjadinya necrotizing enterocolitis. Selain itu, selalu konsultasikan dengan dokter mengenai kemungkinan pemberian probiotik untuk saluran pencernaan bayi, terutama bayi prematur.

Itulah informasi lengkap seputar penyebab dan gejala necrotizing enterocolitis serta tips pengobatannya yang perlu diketahui. Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat dan bisa membantu menjadi solusi terbaik untuk membantu mengatasi keluhan yang terjadi pada si kecil. Semoga lekas sembuh.