Mengetahui Gejala Microcephaly pada Bayi serta Cara Mengatasinya

Gejala Microcephaly pada Bayi serta Penyebab dan Cara Mengatasinya,- Selamat datang dan terimakasih telah berkunjung ke situs resmi kami ujangherbal.com. Ini merupakan situs kesehatan yang akan memberikan beragam informasi kesehatan serta solusi pengobatan penyakit, baik secara medis ataupun tradisional, terbaru serta lengkap.

Pada artikel kali ini, kami akan memberikan informasi seputar penyakit microcephaly yang biasa terjadi pada bayi. Lalu, apa itu microcephaly dan apa saja gejala microcephaly yang perlu diwaspadai? Simak semua informasinya di bawah ini!

Gejala Microcephaly

Mengenal Microcephaly serta Penyebab dan Gejalanya

Microcephaly adalah kondisi langka yang terjadi akibat ketidaknormalan sistem saraf yang menyebabkan ukuran kepala bayi jauh lebih kecil dari ukuran normal kepala bayi berusia dan dengan jenis kelamin yang sama. Kondisi ini terbilang sangat jarang terjadi, dimana hanya terdapat 1 dari sekitar ribuan bayi yang mengalaminya.

Microcephaly biasanya merupakan hasil dari perkembangan otak yang tidak normal ketika bayi masih di dalam rahim atau otak yang tidak berkembang setelah bayi dilahirkan. Meskipun bayi yang mengidap microcephaly tidak mengalami gangguan perkembangan intelegensi, sekalipun ukuran kepala mereka lebih kecil dari seharusnya. Namun, pada beberapa kasus, anak dengan microcephaly bisa saja mengalami komplikasi.

Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi yaitu perkembangan tubuh yang terhambat sehingga ukuran tubuh lebih pendek dari anak lain yang berusia sama. Selain itu, bisa juga terdapat gangguan keseimbangan dan koordinasi anggota tubuh.

Penyebab Microcephaly

Terdapat beberapa faktor yang bisa menyebabkan microcephaly. Beberapa diantaranya adalah :

  • Luka saat pra atau perinatal pada otak yang sedang berkembang seperti pada kecelakaan, trauma, hipoksia-iskemia (akibat kekurangan oksigen).
  • Infeksi saat kehamilan, seperti toksoplasma. Campylobacter pylori, rubella, herpes, syphilis, cytomegalovirus, HIV, dan Zika.
  • Kelainan genetik seperti sindrom Down
  • Paparan terhadap bahan kimia beracun, seperti logam berat (arsenik dan merkuri), alkohol, radiasi, dan rokok.
  • Malnutrisi berat pada kandungan.

Berdasarkan penyebabnya, microcephaly dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :

  • Microcephaly genetis, yaitu microcephaly yang timbul akibat faktor keturunan. Hal ini disebabkan karena adanya gen yang tidak normal.
  • Microcephaly lingkungan, yaitu microcephaly yang timbul akibat pengaruh dari sesuatu yang menghambat perkembangan dan pertumbuhan janin seperti infeksi virus, infeksi parasit, paparan zat kimia, alkohol, narkoba, malnutrisi, perdarahan atau stroke pada bayi, cedera otak bayi setelah dilahirkan, atau kelainan tulang belakang atau otak.

Gejala Microcephaly

Gejala microcephaly  yang utama adalah ukuran kepala yang jauh lebih kecil dari ukuran normal. Besar kepala dilihat dari ukruan lingkar kepala bagian atas. Selain itu, ada beberapa gejala microcephaly lainnya yang bisa timbul, diantaranya yaitu :

  • Hiperaktif
  • Kejang-kejang
  • Pendengaran hilang
  • Tinggi badan pendek
  • Kesulitan menelan dan makan
  • Gangguan berbicara dan penglihatan
  • Gangguan koordinasi dan keseimbangan

Pada beberapa kasus, anak dengan microcephaly bisa berkembang dengan normal.

Bagaimana cara mengatasi microcephaly?

Sebenarnya tidak ada pengoabtan untuk mengatasi microcephaly sehingga ukuran kepala bisa kembali normal. Langkah pengobatan hanya bertujuan untuk membantu perkembangan fisik, perilaku, dan mengatasi gejala kejang-kejang pada bayi yang mengidap microcephaly.

Namun, ada beberapa penanganan yang bisa dilakukan untuk bayi penderita microcephaly, yaitu :

  • Terapi bicara
  • Terapi fisik
  • Terapi okupasi. Terapi ini memampukan kemandirian pasien untuk mencapai produktivitas dalam pekerjaan atau pendidikan, kemampuan merawat diri, dan kemampuan untuk menggunakan waktu luang.
  • Pemberian obat-obatan. Langkah penanganan ini bertujuan untuk mengontrol gejala kejang-kejang serta hiperaktif dan untuk meningkatkan fungsi saraf serta otot.

Selain itu, dukungan dari keluarga juga sangat penting bagi anak yang mengidap microcephaly.

Itulah beberapa informasi seputar penyebab serta gejala microcephaly yang perlu diketahui. Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda melihat adanya perbedaan pada si kecil. Sehingga dokter dapat memeriksa kondisi yang dialami oleh si kecil. Semoga bermanfaat.