Mengenali dan Mewaspadai Gejala Kepribadian Ganda serta Penyebabnya

Gejala Kepribadian Ganda serta Penyebabnya yang Perlu Diwaspadai,- www.ujangherbal.com – Kepribadian ganda atau disebut juga gangguan identitas disosiatif merupakan kondisi dimana seseorang memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda pada ririnya. Kepribadian ganda ini merupakan gangguan psikologis dimana kepribadian individu terbelah, sehingga timbul kepribadian yang lain.

Sebagian orang sebenarnya sudah pernah mengalami disosiatif ringan, seperti melamun atau hilang arah ketika mengerjakan sesuatu. Namun, kepribadian ganda merupakan bentuk dari gangguan disosiatif yang sudah berat.

Gejala Kepribadian Ganda

Mengetahui Penyebab dan Gejala Kepribadian Ganda

Walaupun penyebab kepribadian ganda ini masih belum diketahui secara pasti, namun penelitian menunjukkan bahwa sekitar 90% penderita memiliki pengalaman traumatis di masa kecilnya. Pengalaman traumatis tersebut bisa berupa penganiayaan, pelecegan fisik atau emosional secara berulang.

Penelitian juga menduga jika pola asuh orangtua yang sering membuat anak merasa takut bisa membuat anak mengalami kepribadian ganda. Tidak hanya itu saja, sejumlah peenlitian menduga jika gangguan ini rentan terjadi pada mereka yang memiliki riwayat kepribadian ganda didalam keluarganya.

Apa saja gejala kepribadian ganda?

Butuh waktu yang cukup lama untuk menentukan bahwa seseorang memiliki kepribadian ganda, karena gejalanya bisa mirip dengan penyakit mental lainnya. Cukup banyak penderita kepribadian ganda yang juga memiliki gangguan mental lain, seperti gangguan cemas atau depresi.

Orang dengan kepribadian ganda terkadang tidak menyadari bahwa dirinya memiliki kelainan. Salah satu tanda dan gejala yang bisa menandakan bahwa seseorang memiliki ciri kepribadian ganda yaitu merasa seperti dirasuki ketika kepribadiannya akan berganti. Beberapa orang menggambarkan kondisi ini seperti kesurupan.

Biasanya gejala kepribadian ganda merupakan ekspresi dari kepribadian lain (alter ego) yang timbul karena pribadi utama tidak dapat mewujudkan hal yang ingin dilakukannya.

Dalam bahasa Latin, alter ego memiliki arti ‘diri kita yang lain’. Alter ego juga bisa dikatakan bahwa ada satu orang yang memiliki pribadi lebih dari satu, atau memiliki dua atau lebih pribadi sekaligus.

Penderita terkadang tidak mengetahui jika dirinya memiliki gejala kepribadian ganda. Kepribadian-kepribadian lain yang ada dalam satu tubuh ini juga terkadang tidak saling mengenal, dan lebih parah lagi terkadang masing-masing pribadi ini saling bertolak belakang sifatnya.

Ketika kondisi penderita sedang menurun, maka alter ego akan semakin mudah menguasai tubuh. Itulah sebabnya mengapa orang yang memiliki kepribadian ganda mudah merasa lelah ketika hari berganti, kaerna memang saat pergantian hari tidak dilalui oleh satu pribadi yang sama.

Selain alter ego, terdapat beberapa gejala kepribadian ganda yang bisa dirasakan, yaitu diantaranya :

  • Sering mengalami gejolak batin. Hal ini terkadang membuat penderita sulit untuk mengambil keputusan atau cenderung plin-plan.
  • Merasa depresi, tidak bahagian dengan keadaan diri sendiri.
  • Menjadi paranoid untuk hal-hal yang bahkan tidak diketahui penyebabnya.
  • Amnesia, penderita tidak akan menyadari apa yang terjadi pada sekitar.
  • Tidak akan mengingat waktu secara jelas. Maksudnya, pednerita tidak menyadari waktu berjalan karena tidak ingat apa yang sedang dilakukan. Hal ini bis aterjadi ketika penderita tertidur dan karakter yang lain akan mengendalikan tubuh penderita.
  • Penderita akan lupa siapa dan bagaimana dirinya. Tanda ini jelas membuktikan bahwa ia tidak tahu apa yang telah terjadi pada dirinya sendiri.
  • Adanya tindakan yang kadang tidak disadari, serta perilaku yang masing-masing tidak sama dan cednerung berlawanan. Biasanya orang terdekat atau keluarga bisa menyadari atau mengeluhkan sikap penderita yang berubah.
  • Tiba-tiba marah tanpa alasan yang jelas, kemungkinan alter ego marah dengan kepribadian utama karena dianggap tidak mampu menyelesaikan masalah atau mungkin sebaliknya. Prbadi awal akan berontak dengan alter ego yang mencoba bertindak negatif atau sebaliknya.
  • Fisik terasa sakit ketika berpindah kepribadian, hal ini belum diketahui pasti alasannya. Namun, kemungkinan ketika kepribadian berganti akan disertai lelah atau sakit kepala yang hebat.

Tanda dan gejala kepribadian ganda ini seringkali disamakan dengan skizofrenia, padahal kedua gangguan ini jauh berbeda. Skizofrenia merupakan gangguan mental yang salah satu gejala utamanya yaitu sering berhalusinasi. Dan perlu diketahui, orang yang mengidap skizofrenia tidak mengalami kepribadian ganda.

Sampai saat ini belum ada langkah pengobatan yang pasti untuk membantu mengatasi kepribadian ganda. Walaupun begitu, terapi jangka panjang dengan psikoterapi dapat membantu. Psikoterapi bertujuan untuk membantuk ulang kepribadian yang berbeda dan menyatukannya. Selain itu, psikoterapi juga dapat membantu penderita agar memahami kondisi yang dialaminya, sehingga dapat menghadapi dan mengatasi kondisi tersebut.

Orang dengan kpribadian ganda mungkin akan mengalami kesulitan dalam menjaga hubungan dengan orang-orang di sekitarnya, dapat menyakiti diri sendiri atau orang lain, atau bahkan menyalahgunakan obat-obatan. Terapi pengobatan yang akan dijalani oleh penderita akan berfokus agar penderita nyaman berhubungan dengan orang lain dan mencegahnya melakukan hal-hal yang berbahaya.

Semoga bermanfaat.

Tags: