Mewaspadai Penyebab dan Gejala Kanker Serviks serta Penanganannya

Gejala Kanker Serviks dan Penyebabnya yang Perlu Diwaspadai,- www.ujangherbal.com – Selain kanker payudara, kanker serviks juga termasuk salah satu jenis kanker yang sering dialami oleh wanita dan termasuk kanker yang paling mematikan. Menurut WHO, lebih dari 1 juta wanita di dunia mengidap kanker serviks. Kanker serviks ini sebenarnya bisa disembuhkan secara total jika dideteksi sejak dini. Namun, banyak wanita yang tidak menyadari atau bahkan meremehkan berbagai gejala kanker serviks yang timbul.

Maka dari itu, agar Anda bisa lebih waspada, maka sebaiknya ketahui beragam gejala kanker serviks serta penyebabnya berikut ini!

Gejala Kanker Serviks

Mengetahui Penyebab dan Gejala Kanker Serviks

Kanker serviks merupakan kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Serviks sendiri adalah bagian bawah rahim yang terhubung ke vagian. Salah satu fungsi serviks adalah memproduksi lendir atau mukus. Lendir dapat membantu menyalurkan sperma dari vagina ke rahim ketika berhubungan seksual. Selain itu, serviks juga akan menutup ketika kehamilan untuk menjaga janin tetap di rahim, dan akan melebar atau membuka ketika proses persalinan berlangsung.

Mengetahui jenis kanker serviks yang dialami bisa membantu dokter dalam memberikan pengobatan kanker serviks yang tepat. Berikut jenis kanker serviks yang perlu diketahui, yaitu diantaranya :

  • Adenokarsinoma. Kanker serviks yang satu ini berawal pada sel kelenjar pada saluran leher rahim.
  • Karsinoma sel skuamosa (KSS). KSS merupakan jenis kanker serviks yang sering terjadi. KSS bermula pada sel skuamosa, yaitu sel yang melapisi bagian luar leher rahim.

Pada kasus yang jarang, kedua jenis kanker serviks ini bisa terjadi secara bersamaan.

Penyebab Kanker Serviks

Kanker serviks terjadi ketika sel-sel yang sehat mengalami perubahan atau mutasi genetik. Mutasi genetik ini mengubah sel yang normal menjadi abnormal, kemudian berkembang secara tidak terkendali dan membentuk sel kanker. Walaupun begitu, sampai saat ini belum diketahui apa yang menyebabkan terjadinya perubahan pada gen tersebut.

Walaupun begitu, terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker ini. Faktor utamanya yaitu kelompok virus yang disebut HPV (Human Papilloma Virus) yang menginfeksi rahim. Selain rahim, HPV juga bisa menginfeksi kulit dan membran mukosa di anus, mulut, dan tenggorokan.

HPV pada serviks dapat menular melalui hubungan seksual dan penularan ini semakin berisiko jika memiliki lebih dari 1 partner seksual, hubunagn seks pada usia dini, seseorang dengan kekebalan tubuh lemah (misalnya pada pasien HIV/AIDS), dan penderita infeksi menular seksual seperti gonore, klamidia, dan sifilis.

Faktor lain yang bisa memicu timbulnya kanker serviks yaitu merokok. Wanita yang merokok dua kali lebih berisiko terserang kanker serviks dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. Zat kimia di dalam rokok bisa masuk ke aliran dara, dan diyakini bisa memengaruhi sel tubuh dan memicu berbagai jenis kanker, termasuk kanker serviks.

Selain itu, ada beberapa faktor lainnya yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks, yaitu diantaranya :

  • Obesitas atau berat badan berlebih
  • Riwayat kanker serviks dalam keluarga
  • Mengonsumsi pil KB selama 5 tahun atau lebih
  • Kurang mengonsumsi buah dan sayuran
  • Melahirkan lebih dari 5 anak atau melahirkan di bawah usia 17 tahun
  • Mengonsumsi obat pencegah keguguran (dietilstilbestrol) dalam masa kehamilan

Gejala Kanker Serviks

Pada stadium awal, umumnya gejala kanker serviks tidak timbul. Gejala baru akan timbul ketika kanker memasuki stadium lanjut. Pada kasus tersebut, gejala kanker serviks yang mungkin timbul diantaranya :

  • Nyeri panggul
  • Timbul rasa sakit setiap kali berhubungan seksual
  • Keluar cairan berbau tidak sedap dari vagina, yang kadang bercampur dengan darah
  • Perdarahan melalui vagina di luar masa menstruasi, setelah berhubungan intim, atau setelah menopause

Jika kanker serviks semakin menyebar ke jaringan lain di sekitarnya, maka ada beberapa gejala kanker serviks lainnya yang bisa timbul, yaitu :

  • Diare
  • Kejang
  • Mual dan muntah
  • Tubuh mudah lelah
  • Perut membengkak
  • Nafsu makan hilang
  • Berat badan menurun
  • Pembengkakan pada kaki
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Terdapat darah dalam urine atau hematuria
  • Perdarahan pada dubur saat buang air besar

Jika Anda mengalami perdarahan pada vagian setelah masa menopause, maka sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Meskipun kondisi tersebut umumnya disebabkan oleh kanker serviks, akan tetapi ada kondisi lain yang bisa memicu timbulnya gejala tersebut, seperti diantaranya polip rahim atau vagina kering.

Karena gejala kanker serviks tidak timbul pada awal stadium, maka agak sulit untuk mendiagnosa kondisi ini. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan pap smear secara berkala untuk melihat dan mendeteksi jika terjadi aktivitas sel serviks yang tidak normal. Dengan begitu, maka kanker serviks bisa di cegah. Selain itu, Anda juga bisa mencegah kanker serviks dengan melakukan vaksinasi HPV.

Bagaimana cara penanganan kanker serviks yang tepat?

Penanganan kanker serviks cukup rumit. Di mana rumah sakit akan menyiapkan tim ahli yang ditentukan untuk mengatasi tahap awal dan tahap lanjut kanker serviks. Walaupun idealnya kanker serviks ditangani pada tahap awal, namun biasanya kanker serviks tidak didiagnosis cukup awal.

Ada 3 pilihan penanganan kanker serviks utama yang biasa dilakukan, yaitu :

  • Operasi. Prosesdur penanganan kanker serviks ini akan mengangkat bagian yang terinfeksi oleh kanker. Ada beberapa prosedur operasi yang bisa dilakukan, yaitu diantaranya radical trachelectomy, histerektomi, dan pelvic exenteration.
  • Kemoterapi. Pada kanker tahap lanjut, metode ini sering digunakan untuk mencegah pertumbuhan kanker. Prosedur penanganan kanker serviks dengan kemoterapi ini bisa dilakukan sendiri atau dikombinasikan dengan radioterapi.
  • Radioterapi. Pada tahap awal kanker serviks, Anda bisa ditangani dnegan radioterapi atau dikombinasikan dengan operasi. Kemudian, jika kanker sudah pada tahap lanjut, maka dokter bisa merekomendasikan radioterapi dengan kemoterapi untuk mengurangi perdarahan dan rasa sakit pada penderita.

Semua penanganan kanker serviks bisa memiliki efek samping. Maka dari itu, Anda harus berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan langkah penanganan mana yang tepat dan sesuai dengan kondisi Anda.

Semoga bermanfaat.

Tags: