Mewaspadai Gejala Hiperparatiroidisme serta Cara Pengobatannya

Gejala Hiperparatiroidisme serta Penyebab dan Pengobatannya,- www.ujangherbal.com РHormon merupakan zat penting dalam tubuh yang berpran dalam berbagai hal. Hormon adalah zat yang bergerak dalam aliran darah ke jaringan dan organ. Zat ini sangat berpengaruh bagi fungsi tubuh, sedikit saja jumlah hormon berybah maka akan memengaruhi fungsi tubuh tertentu bahkan kesehatan secara umum. Maka dari itu, sangat penting untuk menjaga keseimbangan jumlah hormon dalam tubuh.

Ada banyak jenis hormon yang ada didalam tubuh, salah satunya yaitu hormon paratiroid. Hormon ini dihasilkan oleh kelenjar paratiroid dan berfungsi untuk mengontrol jumlah kalsium di dalam darah dan tulang. Jika tidak dijaga dengan baik, maka hormon ini bisa mengalami peningkatan dan memicu timbulnya gangguan kesehatan, yaitu hiperparatiroidisme. Apa itu?

Berikut informasi lengkap seputar penyebab dan gejala hiperparatiroidisme serta solusi pengobatannya yang perlu diketahui!

Gejala Hiperparatiroidisme

Mewaspadai Penyebab dan Gejala Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme merupakan kondisi dimana kelenjar paratiroid yang terletak di leher memproduksi hormon paratiroid terlalu banyak dalam aliran darah. Tingginya jumlah hormon tersebut bisa menyebabkan stau atau beberapa dari keempat kelenjar paratiroid terlalu aktif. Kadar hormon paratiroid yang tinggi juga akan menyebabakn kadar kalsium dalam darah meningkat (hiperkalsemia), yang bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Hiperparatiroidisme merupakan kondisi yang umum terjadi. Namun, wanita memiliki riisko yang lebih tinggi untuk mengalami hiperparatiroidisme dibandingkan dengan laki-laki. Risiko ini akan semakin tinggi seiring dengan bertambahnya usia, terutama pada usia 60 tahun ke atas.

Penyebab Hiperparatiroidisme

Seperti yang disebutkan sebelumnya, hiperparatiroidisme terjadi ketika kelenjar paratiroid terlalu aktif secara berlebihan. Kondisi ini bisa dialami salah satu atau beberapa dari empat kelenjar paratiroid. Berdasarkan penyebabnya, hiperparatiroidisme dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya yaitu :

Hiperparatiroidisme primer, bisa terjadi akibat adanya masalah pada satu atau lebih dari empat kelenjar paratiroid. Penyebabnya bis aberupa timbulnya adenoma atau massa pada salah satu kelenjar paratiroid, pembesaran pada dua atau lebih kelenjar paratiroid, atau yang jarang terjadi, pertumbuhan kanker pada salah satu kelenjar paratiroid. Risiko hiperparatiroidisme primer ini bisa meningkat jika seseorang memiliki kelainan genetik, kekurangan vitamin D dan kalsium dalam waktu lama, terpapar radiasi ketika menjalani terapi kanker, mengonsumsi obat lithium untuk mengatasi gangguan bipolar, dan sudah mengalami menopause.

Hiperparatiroidisme sekunder, terjadi ketika ada kondisi medis lain yang menyebabkan kadar kalsium menjadi rendah, sehingga kelenjar paratiroid bekerja sangat aktif untuk menggantikan kalsium yang hilang. Contoh kondisi medis yang dimaksud adalah gagal ginjal kronis, gangguan penyerapan makanan, atau kekurangan vitamin D.

Hiperparatiroidisme tersier, pada kondisi ini penyebab hiperparatiroidisme sekunder sudah diatasi, namun kelenjar paratiroid tetap menghasilkan hormon paratiroid secara berlebihan. Akibatnya, kadar kalsium dalam darah tetap tinggi.

Selain itu, juga terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan kemungkinan terjadinya hiperparatiroidisme primer, yaitu diantaranya :

  • Wanita yang telah memasuki masa menopause
  • Pernah menjalani terapi radiasi untuk kanker, dengan leher terekspos terhadap radiasi
  • Memiliki defisiensi kalsium atau vitamin D yang berat dan berkepanjangan
  • Memiliki penyakit bawaan yang langka, seperti multiple endocrine neoplasia tipe 1, yang umumnya memengaruhi lebih dari 1 kelenjar

Gejala Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme sebenarnya jarang menimbulkan gejala. Biasanya gejala hiperparatiroidisme timbul karena adanya kerusakan atau disfungsi organ dan jaringan, akibat kadar kalsium dalam darah terlalu tinggi sedangkan simpanan kalsium pada tulang menurun.

Gejala hiperparatiroidisme yang bisa timbul diantaranya adalah :

  • Nyeri perut
  • Nyeri tulang dan sendi
  • Mudah merasa haus
  • Konsentrasi hilang
  • Cepat lelah atau lemas
  • Depresi atau cepat lupa
  • Sembelit atau konstipasi
  • Banyak mengeluarkan urine
  • Mual, muntah, dan nafsu makan menurun
  • Badan terasa tidak enak tanpa penyebab yang pasti
  • Tulang menjadi rapuh dan rentan mengalami patah tulang

Jika tidak segera diatasi, maka kadar kalsium yang tinggi dalam darah bisa menimbulkan gejala lain, seperti muntah, hipertensi, dehidrasi, otot tegang, cepat mengantuk, dan detak jantung tidak beraturan.

Cara Pengobata Hiperparatiroidisme

Jika kadar kalsium sedikit meningkat, namun kondisi ginjal dan kepadatan tulang masih normal dan tidak ada gejala hiperparatiroidisme lain yang timbul, maka dokter hanya akan melakukan pengamatan dan pemeriksaan secara berkala. Pemeriksaan tersebut meliputi tes darah, fungsi ginjal, serta tekanan darah.

Namun, pada kasus yang memerlukan penanganan, bisa melakukan beberapa jenis pengobatan berikut ini :

  • Obat-obatan. Beberapa jenis obat-obatan yang bisa diberikan pada penderita hiperparatiroidisme mencakup obat-obatan kalsimimetik, yaitu yang menyerupai kalsium yang bersirkulasi dalam darah, terapi pengganti hormon, ataupun golongan obat-obatan lain yang dapat mencegah hilangnya kalsium dari tulang.
  • Pembedahan. Pembedahan merupakan langkah pengobatan hiperparatiroidisme yang paling sering untuk mengatasi hiperparatiroidisme primer dan bisa membantu menghilangkan keluhan pada sebagian besar kasus. Kelenjar yang diangkat hanya yang mengalami pembesaran atau terdapat tumor (adenoma). Meskipun jarang terjadi, pembedahan ini juga dapat menimbulkan komplikasi berupa kerusakan pada saraf yang mengendalikan pita suara atau kadar kalsium rendah jangka panjang yang bis amemerlukan suplementasi kalsium dan vitamin D.

Selama masa pengobatan, penderita hiperparatiroidisme juga perlu memerhatikan beberapa hal berikut :

  • Berolahraga secara teratur agar tulang tetap kuat
  • Tidak merokok, karena dapat menyebabkan kekuatan tulang menurun
  • Menghindari obat-obatan yang dapat meningkatkan kadar kalsium, seperti lithium atau diuretik
  • Memerhatikan asupan kalsium dan vitamin D yang diperbolehkan dokter sesuai dengan kondisi penderita
  • Banyak minum agar tidak mengalami dehidrasi. Sebaiknya berupa air putih, sehingga bisa membersihkan urine dan mengurangi risiko batu ginjal.

Meskipun kita tidak bisa merasakan keberadaan kelenjar paratiroid, namun fungsi kelenjar ini sangat penting untuk kelangsungan berbagai proses di dalam tubuh. Maka dari itu, sangat penting untuk menjaga kesehatan seluruh organ tubuh agar kesehatan tetap terjaga secara optimal. Waspadai jika Anda merasakan beberapa gejala hiperparatiroidisme. Segera periksakan ke dokter sehingga bisa diketahui penyebab dan mendasarinya. Semoga bermanfaat.