Mengetahui Gejala Hidradenitis Suppurativa serta Pengobatannya

Gejala Hidradenitis Suppurativa serta Penyebab dan Pengobatannya,- www.ujangherbal.com – Kulit merupakan bagian tubuh yang paling besar. Kulit berfungsi untuk menutupi semua organ tubuh dalma yang pada pada manusia. Hal inilah yang menyebabkan manusia sering dibuat panik ketika bagian kulitnya mengalami masalah.

Bagaimana tidak, masalah yang timbul pada kulit tentu akan membuat mereka merasa tidak eprcaya diri, terutama untuk bertemu dengan orang lain. Ada beragam jenis gangguan yang bisa menyerang kulit, salah satunya yaitu hidradenitis suppurativa. Apakah itu?

Bagi Anda yang ingin mengetahui mengenai gejala hidradenitis suppurativa lengkap dengan penyebab, dan cara pengobatannya, simak informasi lengkapnya di sini!!

Gejala Hidradenitis Suppurativa

Mengetahui Gejala Hidradenitis Suppurativa serta Penyebab dan Gejalanya

Hidradenitis suppurativa merupakan penyakit kronis (kambuhan) yang menyebabkan timbulnya benjolan-benjolan seperti jerawat pada kulit. Benjolan-benjolan tersebut akan menyebar dan timbul pada area di maan jerawat umumnya tidak timbul. Kondisi ini biasanya disertai dengan sensasi nyeri dan melibatkan daerah ketiak, bawah dada, serta selangkangan.

Ketika pecah, benjolan yang timbul bisa saja mengalami infeksi hingga bernanah dan mengeluarkan aroma tidak sedap. Biasanya ketika benjolan pecah akan meninggalkan bekas parut.

Sekitar 1% populasi mengalami hidradenitis suppurativa, namun kemungkinan angka ini di bawah estimasi, karena beberapa orang mungkin merasa malu untuk memeriksakan dan mencari pengobatannya.

Penyebab Hidradenitis Suppurativa

Sampai saat ini, penyebab hidradenitis suppurativa belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diduga disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor genetik dan lingkungan.

Gangguan kulit ini biasanya terjadi pada semua anggota tubuh yang memiliki folikel rambut. Salah satu kejadian awal yang memulai terjadinya hidradenitis suppurativa adalah adanya sumbatan folikel rambut. Faktor hormon dan respon sistem kekebalan tubuh juga dianggap memiliki pengaruh dalam timbulnya kondisi ini.

Selain itu, ada beberapa faktor lainnya yang bisa meningkatkan risiko terjadinta hidradenitis suppurativa, yaitu diantaranya :

  • Jenis kelamin. Wanita lebih sering mengalami penyakit ini dibandingkan dengan pria.
  • Usia. Walaupun bisa menyerang segala usia, namun hidradenitis suppurativa umumnya terjadi pada masa pubertas, terutama usia 20 sampai 29 tahun.
  • Faktor lain. Hidradenitis suppurativa juga dihubungkan dengan sejumlah faktor lain, seperti kebiasaan merokok, obesitas, dan mengidap penyakit diabetes, sindrom metabolik, dan penyakit Crohn.

Biasanya hidradenitis suppurativa mulai saat masa pubertas. Beberapa orang mengalami kondisi ini sebelum berusia 11 tahun. Jika hidradenitis suppurativa muncul sebelum usia 11 tahun, maka anak biasanya akan mengalami pubertas lebih awal. Mengalami hidradenitis suppurativa seyelah menopause atau usia 55 tahun jarang terjadi.

Gejala Hidradenitis Suppurativa

Pada tahap awal, gejala hidradenitis suppurativa yang timbul yaitu berupa benjolan di kulit sekitar folikel rambut yang mengandung banyak kelenjar keringat dan di area yang terjadi pergesekan, seperti di ketiak, lipatan paha, paha bagian dalam, dan di area sekitar dubur, tepatnya di belahan bokong.

Umumnya benjolan yang timbul keras dan meradang, serta menimbulkan rasa sakit dan gatal. Terkadang benjolan hilang dalam 10 sampai 30 hari, namun bisa juga menjadi abses (bernanah) yang menimbulkan nyeri.

Meskipun benjolan yang merupakan gejala hidradenitis suppurativa tersebut hilang, namun benjolan bisa kembali timbul dan meninggalkan bekas luka atau jaringan parut permanen. Terkadang bukan benjolan yang timbul, namun komedo yang berwarna hitam.

Untuk menjelaskan tingkan keparahannya, para ahli menggunakan Stadium Hurley, seperti diantaranya :

  • Stadium 1 : Abses timbul di satu atau beberapa area, tetapi berpisah satu dengan yang lain tanpa membentuk parut atau saluran sinus.
  • Stadium 2 : Abses sering kambuh di satu atau beberapa area, dan saluran sinus mulai terbentuk.
  • Stadium 3 : Abses timbul di beberapa area dan terhubung oleh saluran sinus.

Jika Anda mengalami beberapa gejala hidradenitis suppurativa tersebut, jangan ragu untuk segera kunjungi dokter untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya. Jika ada tanda infeksi, dokter mungkin akan mengambil sampel untuk mengetahui jenis bakteri yang berkembang di nanah, agar bisa menentukan antibiotik jenis apa yang akan diresepkan.

Cara Pengobatan Hidradenitis Suppurativa

Pengobatan hidradenitis suppurativa tergantung pada derajat beratnya penyakit. Terdapat beberapa hal yang bisa dialkukan untuk meredakan nyeri, mengurangi gejala hidradenitis suppurativa, mempercepat penyembuhan dan mencegah penyebaran, seperti diantaranya :

  • Pengobatan medis. Beberapa contok pilihan pengobatan hidradenitis suppurativa secara medis yang bisa dialkukan yaitu dengan pemberian antibiotik, injeksi steroid atau inhibitor TNF. Pilihan antibiotik yang bisa digunakan yaitu antibiotik jenis eritromisin, dan klindamisin.
  • Pembedahan. Jika lesi kulit yang terjadi sudah cukup kronik dengan banyaknya jaringan parut, maka pengobatan dengan cara pembedahan bisa dipertimbangkan.
  • Pola hidup. Selain melakukan pengobatan secara medis, Anda juga bisa melakukan beberapa hal sederhana seperti kompres hangat, menjaga kebersihan daerah yang terkena, menggunakan pakaian yang longgar, dan menurunkan berat badan, untuk membantu menurunkan dan mengurangi gejala hidradenitis suppurativa.

Mengingat dampaknya yang cukup menyeramkan, maka penting untuk mewaspadai berbagai penyebab serta gejala hidradenitis suppurativa. Selalu konsultasikan dengan dokter jika Anda mencurigai ada yang tidak beres dengan kulit Anda. Diagnosis dini dapat membantu mempercepat proses pengobatannya, sehingga kesemungkinan untuk segera sembuh juga semakin besar. Semoga bermanfaat.

Tags: