Mengetahui Gejala Diseksi Aorta serta Penyebab dan Pengobatannya

Gejala Diseksi Aorta serta Penyebab dan Cara Pengobatannya,-www.ujangherbal.com – Seiring bertambahnya usia, fungsi tubuh pun semakin menurun. Ada banyak jenis gangguan kesehatan yang bisa menyerang kelompok lansia, salah satu diantaranya adalah diseksi aorta. Kondisi ini harus diwaspadai, terutama oleh para lansia yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Jika tidak diatasi dengan segera, maka diseksi aorta bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya, seperti perdarahan hebat, stroke, kerusakan katup aorta, kerusakan organ lain seperti usus dan ginjal, bahkan bisa berujung pada kematian.

Agar bisa lebih waspada, yuk ketahui beberapa gejala diseksi aorta serta penyebab dan cara pengobatannya berikut ini !

Gejaala Diseksi Aorta

Mengetahui Gejala Diseksi Aorta serya Penyebab dan Pengobatannya

Diseksi aorta merupakan sebuah gangguan dimana lapisan dalam dinding aorta robek dan terpisan dari lapisan tengah dinding aorta. Aorta sendiri adalah arteri terbesar dalam tubuh yang berperan menerima darah yang mengandung oksigen dari jantung, dan mengalirkannya ke seluruh tubuh melalui cabang-cabang arteri.

Robekan pada lapisan dalam dinding aorta ini menyebabkan darah bocor dan emngalir melalui robekan, kemudian membuat lapisan dalam terpisah dari lapisan luar, sehingga membentuk saluran darah palsu pada dinding aorta. Kondisi ini bisa berakibat fatal jika robekan tersebut menyebabkan robeknya seluruh dinding aorta (ruptur aorta) atau menurup aliran darah normal di aorta.

Adanya robekan di dinding aorta ini juga akan menyebabkan adanya ruangan berisi darah antar lapisan dinding aorta. Kondisi diseksi aorta merupakan kondisi yang tergolong gawat darurat dan sering menyebabkan kematian.

Umumnya diseksi aorta terjadi pada pria yang berusia 60 samapi 70 tahun. Tetapi kondisi ini juga bisa memengaruhi orang pada usia 40 tahun, terutama jika pernah didiagnosis mengalami aterosklerosis atau penyempitan dan penebalan dinding pembuluh darah arteri.

Gejala Diseksi Aorta

Gejala diseksi aorta seringkali sulit untuk dikenali karena mirip dengan gangguan jantung lainnya. Gejala-gejala tersebut diantaranya adalah :

  • Pusing
  • Bingsan
  • Sulit bicara
  • Berkeringat
  • Sesak napas
  • Kelumpuhan pada satu sisi tubuh
  • Nyeri tungkai, sulit berjalan, dan kelumpuhan tungkai
  • Denyut nadi lemah pada satu lengan atau paha dibandingkan sisi lainnya
  • Nyeri dada dan punggung atas. Rasa nyeri tersebut timbul secara mendadak, sangat hebat, dan terasa seperti ada yang tajam dan menusuk di dada
  • Nyeri perut hebat secara tiba-tiba jika terjadi penyumbatan pada arteri mesentrika yang mengalirkan darah ke usus. Rasa nyeri tersebut bisa menjalar dari leher hingga punggung bawah

Diseksi aorta bisa terjadi di bagian aorta yang dekat dengan jantung atau ascending aorta yang sering digolongkan menjadi diseksi aorta tipe A, atau dibagian aorta yang sudah akan bercabang ke dada atau perut (deecending aorta) yang sering disebut sebagai tipe B. Diseksi aorta tipe A lebih membahayakan dibandingkan dengan tipe B.

Penyebab Diseksi Aorta

Penyebab pasti diseksi aorta tidak diketahui, namun dinding aorta yang robek bisa terjadi akibat tekanan darah tinggi dan penggumpalan di dalam pembuluh darah. Hal ini juga bisa terjadi sehubungan dengan gangguan jaringan seperti sindrom Marfan dan sindrom Ehlers-Danlos.

Selain itu, terdapat beberapa kondisi lain yang juga bisa menjadi penyebab diseksi aorta, yaitu diantaranya :

  • Lupus
  • Kehamilan
  • Sindrom cushing
  • Penggunaan obat psikoaktif seperti kokain dan ekstasi
  • Cedera di daerah dada, seperti setelah kecelakaan lalu lintas

Solusi Pengobatan Diseksi Aorta

Selain mengetahui penyebab dan gejala diseksi aorta, Anda juga perlu mengetahui berbagai langkah pengobatannya yang tepat. Penyakit diseksi aorta bisa menyebabkan kematian beberapa jam setelah serangan terjadi. Maka dari itu, penyakit ini digolongkan sebagai kondisi medis gawat darurat yang memerlukan pengobatan secepatnya di rumah sakit. Untuk mengamati secara seksama tanda-tanda vital pasien, seperti denyut nadi, tekanan darah, dan laju pernapasan, maka diperlukan perawatan di ruang intensif.

Pengobatan diseksi aorta juga bisa dilakukan tergangung dengan tipe diseksi yang dialami, diantaranya :

  • Diseksi aorta tipe A umumnya diatasi dengan operasi. Operasi yang dilakukan yaitu berupa oerpasi pemotongan aorta yang mengalami robekan. SElanjutkan akan dilakukan penggantian aorta dengan mengambil pembuluh darah lainnya yang disambungkan ke aorta yang sudah dipotong.
  • Diseksi aorta tipe B bisa diobat dengan menggunakan obat-obatan. Biasanya obat-obatan yang diberikan adalah obat penghilang rasa sakit dan penurun tekanan darah tinggi. Selain itu, penderita diseksi aorta juga perlu melakukan penyesuaian gaya hidup, seperti menjalankan diet dengan gizi seimbang, berolahraga secara teratur, tidak merokok dan menjaga berat badan ideal.

Walaupun risiko diseksi aorta lebih tinggi pada lanisa, namun tidak menutup kemungkinan penyakit ini juga bisa terjadi pada usia yang lebih muda. Jika Anda merasakan gejala diseksi aorta, maka segeralah konsultasikan dengan dokter. Diagnosis dini bisa membantu mempercepat penanganan yang diperlukan. Dengan begitu, maka kesempatan untuk sembuh total pun semakin tinggi. Semoga bermanfaat.

Tags: