Cara Penanganan Neurofibromatosis Tipe 2

Penanganan Neurofibromatosis Tipe 2 yang dapat dilakukan www.ujangherbal.com kembali akan menyampaikan beberapa informasi kesehatan, dan informasi untuk hari ini ialah mengenai penyakit atau suatu gangguan yang bernama Neurofibromatosis tipe 2 (NF2). Dalam artikel ini kami juga akan menyampaikan beberapa penanganan Neurofibromatosis tipe 2 (NF2) yang dapat Anda lakukan. Simak terus informasi di bawah ini.

Cara Penanganan Neurofibromatosis Tipe 2

Neurofibromatosis tipe 2 (NF2) adalah suatu gangguan atau kelainan genetik yang menimbulkan pertumbuhan tumor pada berbagai jaringan saraf. Hal ini akan menyebabkan tumbuhnya tumor otak di saraf tulang belakang, otak, atau jaringan saraf di tungkai dan lengan. Biasanya tumor yang sering terjadi akibat NF2 ialah tumor neuroma akustik.

Pada umumnya gejala Neurofibromatosis tipe 2 (NF2) timbul pada orang-orang yang memiliki usia 20-an. Namun dapat juga menyerang pada segala usia. Frekuensi Neurofibromatosis tipe 2 (NF2) akan terjadi tiap satu pada 25.000 kelahiran.

Gejala Neurofibromatosis tipe 2 (NF2)

Akibat Neurofibromatosis tipe 2 (NF2) akan menimbulkan beberapa kelainan yaitu sebagai berikut:

  • Terjadinya tumor yang tumbuh pada saraf keseimbangan (Neuroma akustik).
  • Muncul tumor pada sel otak dan saraf tulang belakang (Glioma).
  • Meningioma atau tumor yang terbentuk di meninges.
  • Juvenile cortical cataract yaitu katarak yang terjadi pada masa kanak-kanak.
  • Serta dapat terjadi juga muncul tumor pada sel yang menutupi sel saraf (Schwannoma).

Adapun kelainan-kelainan tersebut dapat menimbulkan gejala-gejala, seperti:

  • Merasakan sakit di wajah.
  • Terdapat benjolan di bawah kulit.
  • Sering nyeri punggung.
  • Kejang-kejang.
  • Mati rasa pada bagian lengan, tungkai, dan wajah.
  • Terjadi Vertigo.
  • Adanya gangguan pada pendengaran dan penglihatan.
  • Gangguan keseimbangan.
  • Tinnitus (bunyi berdenging pada telinga).
  • Neuropati parifer.
  • Gangguan pada memori.
  • Dan fungsi otot lidah yang menurun.
    (dapat menyebabkan kesulitan dalam menelan atau bicara tidak jelas).

Penyebab Neurofibromatosis Tipe 2

Neurofibromatosis Tipe 2 dapat muncul karena terjadi mutasi (perubahan) pada gen yang dinamai NF2. Kondisi ini berakibat gen tidak dapat menghasilkan protein merlin secara sempurna sehingga menyebabkan sel saraf tumbuh tidak terkontrol dan menjadi tumor.

Faktor utama yang diduga dapat mempengaruhi risiko terjadinya mutasi gen adalah faktor keturunan (genetik). Yaitu memiliki risiko 50% untuk mengalami Neurofibromatosis Tipe 2 ini.

Selain itu, mutasi gen dapat juga muncul secara acak tanpa diketahui penyebabnya. baik pada awal sebelum terjadinya pembuahan antara sel telur dan sperma atau sesudah bakal janin terbentuk. Kondisi ini mempunyai nama mosaic NF2. Dan pada anak dengan mosaic NF2 akan memiliki gejala yang lebih ringan.

Dalam penanganan Neurofibromatosis Tipe 2, sangat penting untuk diketahui apa yang menjadi penyebab timbulnya Neurofibromatosis Tipe 2 ini agar pengobatan yang dijalani dapat dilakukan dengan tepat.

Penanganan Neurofibromatosis Tipe 2

Penanganan dapat dilakukan dengan pengobatan berikut ini :

Pengobatan Neurofibromatosis Tipe 2

Sebenarnya Neurofibromatosis Tipe 2 merupakan penyakit yang belum dapat disembuhkan. Namun, pada penanganan Neurofibromatosis Tipe 2 dapat dilakukan pengobatan dengan tujuan untuk mengurangi gejala-gejala yang timbul oleh tumor yang tumbuh. Langkah-langkah pengobatan umum yang dianjurkan diantaranya:

  • Menjalani Radioterapi untuk menghilangkan tumor.
  • Menggunakan alat bantu dengar.
  • Melakukan operasi untuk menangani katarak atau mengangkat tumor.
  • TRT (Tinnitus Retraining Therapy) yang dapat membantu pasien menghilangkan tinnitus.
  • Penggunaan obat-obatan untuk menangani rasa sakit yang umumnya diakibatkan oleh neuropati perifer.

Penanganan Neurofibromatosis Tipe 2 dalam pengobatan juga bergantung pada besarnya tumor dan beratnya gejala yang terjadi. Adapun pada tumor yang tidak menimbulkan masalah dan tidak tumbuh besar biasanya dokter akan menyarankan untuk tidak dilakukan tindakan apapun. Namun pemantauan secara rutin ialah hal sangat penting agar dokter dapat mendeteksi jika ada gejala yang berkembang, sehingga jika menimbulkan masalah dapat segera diatasi. Selain itu, pemeriksaan saraf, fisik, pendengaran dan penglihatan perlu dilakukan minimal dalam setahun satu kali melakukan pemeriksaan agar kondisi Anda dapat tetap terjaga dengan baik.

Tags: